Di Sleman Etika Lalu Lintas Masuk Mata Pelajaran

Kompas.com - 11/11/2013, 18:33 WIB
Petugas Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya menilang para pelajar yang terjaring razia di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/9/2013). SURYA/HAORRAHMANPetugas Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya menilang para pelajar yang terjaring razia di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/9/2013).
|
EditorKistyarini

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman akan menerapkan kurikulum etika berlalu-lintas di sejumlah mata pelajaran yang dinilai relevan. Hal ini dilakukan guna mengatasi persoalan lalu lintas yang kerap dilakukan oleh siswa bahkan tak jarang berujung pada kecelakaan.

"Pembelajaran ini penting mengingat potensi kerawanan lalu lintas terus bertambah. Karena itu perlu dilakukan edukasi secara masif terhadap anak sejak usia dini," ujar ujar Kepala Disdikpora Sleman Arif Haryono, Senin (11/11/2013).

Arif memaparkan persoalan yang kerap dijumpai di sekolah-sekolah yakni banyak siswa yang belum memiliki SIM, tapi nekat mengendarai sepeda motor ke sekolah. Beberapa sekolah sudah memberlakukan aturan ketat mengenai larangan penggunaan kendaraan bermotor.

Salah satunya dengan tidak memberikan izin kepada siswa untuk memarkirkan motor di dalam kompleks sekolah. Namun faktanya banyak murid yang melanggar. "Mereka (siswa) mengakali peraturan itu dengan menaruh sepeda motornya di lingkungan dekat sekolah," ucapnya.

Ia menjelaskan untuk memberikan kesadaran dan pengertian kepada siswa, materi lalu lintas akan dimasukkan dalam kurikulum tingkat SD sampai SMA. Dari 506 SD, tahap awal hanya diterapkan di 70 sekolah. Demikian halnya SMP juga masih separuh yakni dari 54 sekolah.

Sementara untuk level SMA dan SMK, ditargetkan langsung seluruhnya pada tahun ini. Totalnya ada 90 unit sekolah. "Sasaran diprioritaskan pada sekolah yang terletak di kawasan urban dengan angka kepadatan lalu lintas cukup tinggi," tuturnya.

Materi etika lalu lintas ini nantinya akan disampaikan oleh guru yang telah mendapat pelatihan di tingkat provinsi."Permasalahan ini memang dilematis. Kami masih akan terus mencari langkah penertiban yang efektif," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Regional
Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Regional
BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

Regional
Oknum Brimob yang Diduga Jual Senjata ke KKB Akan Dijerat Pidana Umum

Oknum Brimob yang Diduga Jual Senjata ke KKB Akan Dijerat Pidana Umum

Regional
Kronologi Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Buat Kerangka Jendela Pesanan Pembeli

Kronologi Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Buat Kerangka Jendela Pesanan Pembeli

Regional
Aktivitas Merapi Meningkat, Bupati Magelang Minta Jalur Evakuasi Diperiksa

Aktivitas Merapi Meningkat, Bupati Magelang Minta Jalur Evakuasi Diperiksa

Regional
Hamil 9 Bulan, Lisnawati Tewas Setelah Jatuh Terpelesat Saat Terjadi Gempa, Ini Kronologinya

Hamil 9 Bulan, Lisnawati Tewas Setelah Jatuh Terpelesat Saat Terjadi Gempa, Ini Kronologinya

Regional
Pencarian Santri yang Hanyut di Air Terjun Tibu Atas Dilanjutkan, Tim Penyelam Diturunkan

Pencarian Santri yang Hanyut di Air Terjun Tibu Atas Dilanjutkan, Tim Penyelam Diturunkan

Regional
3 Anggota DPRD Cilacap Positif Covid-19, Kontak dengan Anggota Dewan yang Meninggal

3 Anggota DPRD Cilacap Positif Covid-19, Kontak dengan Anggota Dewan yang Meninggal

Regional
Celingak-Celinguk dan Melarikan Diri, Aksi Pasien Covid-19 di Solo Ini Terekam CCTV

Celingak-Celinguk dan Melarikan Diri, Aksi Pasien Covid-19 di Solo Ini Terekam CCTV

Regional
Pengakuan Pria yang Bunuh Selingkuhannya di Hotel: Saya Menyesal dan Khilaf

Pengakuan Pria yang Bunuh Selingkuhannya di Hotel: Saya Menyesal dan Khilaf

Regional
Jalan Kaki 7 Jam Sejauh 27 Km di Sumbawa, Gubernur NTB: Alam Kita Indah Kalau Hutan Terjaga

Jalan Kaki 7 Jam Sejauh 27 Km di Sumbawa, Gubernur NTB: Alam Kita Indah Kalau Hutan Terjaga

Regional
Gubernur NTT: Kondisi Komodo Baik-baik Saja

Gubernur NTT: Kondisi Komodo Baik-baik Saja

Regional
Seorang Ibu Hamil Tewas akibat Gempa Mamuju, Korban Jatuh Terpeleset

Seorang Ibu Hamil Tewas akibat Gempa Mamuju, Korban Jatuh Terpeleset

Regional
Warga Geruduk dan Hentikan Paksa Aktivitas Galian C di Luwu, Ini Penyebabnya

Warga Geruduk dan Hentikan Paksa Aktivitas Galian C di Luwu, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X