Polisi Pasuruan Amankan Ratusan Bom Ikan

Kompas.com - 30/10/2013, 12:33 WIB
Ilustrasi: Bahan rakitan bom ikan seperti mesiu, amoniak dan bahan peledak lainnya diperoleh pelaku dari sejumlah pulau di sekitar perairan Sulawesi barat dnegan mudah. KOMPAS.com/ JunaediIlustrasi: Bahan rakitan bom ikan seperti mesiu, amoniak dan bahan peledak lainnya diperoleh pelaku dari sejumlah pulau di sekitar perairan Sulawesi barat dnegan mudah.
|
EditorKistyarini

PASURUAN, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Pasuruan Kota mengamankan ratusan bondet (bom ikan) dari kampung nelayan di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (30/10/2013).

Namun hingga siang tadi, pihak kepolisian masih memburu Asmadi (40) yang diduga kuat pemilik sekaligus pembuat bom ikan yang sudah melarikan diri sebelum penggerebekan. "Pembuat sekaligus pemilik dari bondet ini kabur saat digerebek," ujar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Sugeng, Kepala Satreskrim Polres Pasuaruan Kota.

Bambang menjelaskan pihak kepolisian sebelum melakukan penggerebekan peredaran sebenarnya sudah mengamati perdagangan bondet di kampung Ngemplakrejo yang dikenal sebagai kampung pembuat bom ikan.

Tepat pada Rabu dinihari tadi jam 03.00 WIB pihaknya langsung menggerebek rumah Asmadi dan polisi mendapatkan barang bukti ratusan bom ikan siap ledak dan sejumlah bahan mesiu pembuat bom ikan.

"Meski pembuat sudah kabur, jajaran polisi sudah mengantongi barang bukti lainnya. Termasuk sarung tangan yang dipakai untuk membuat bom ikan," tandasnya.

Selain bom ikan yang siap ledak, pilisi juga mengamankan 63 bom ikan setengah jadi, 28 kantong plastik bubuk bahan peledak, gunting, dan cutter.

Untuk diketahui, bagi nelayan di wilayah Pasuruan bondet atau bom ikan memang sejak dulu sudah dikenal. Bahkan beberapa tahun terakhir ini Kelurahan Ngemplakrejo dikenal sebagai kampung produsen bom ikan. Pembuatan bom ikan sudah menewaskan sejumlah nelayan dan membuat merusak banyak rumah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Regional
Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Regional
Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Regional
Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Regional
27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

Regional
Banjir Sebabkan Sejumlah Kotak Suara Pilkada Kota Cilegon Rusak

Banjir Sebabkan Sejumlah Kotak Suara Pilkada Kota Cilegon Rusak

Regional
Warga di Kaki Gunung Semeru Diminta Waspadai Potensi Lahar Dingin

Warga di Kaki Gunung Semeru Diminta Waspadai Potensi Lahar Dingin

Regional
Beredar Pesan Berantai soal Tempat Isolasi Penuh, Satgas Covid-19 UGM: Itu Tidak Benar

Beredar Pesan Berantai soal Tempat Isolasi Penuh, Satgas Covid-19 UGM: Itu Tidak Benar

Regional
Sejak Juli, 75 Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di Universitas Brawijaya Malang

Sejak Juli, 75 Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di Universitas Brawijaya Malang

Regional
Terjebak Dalam Kebakaran di Polewali Mandar, 3 Bocah Tewas

Terjebak Dalam Kebakaran di Polewali Mandar, 3 Bocah Tewas

Regional
Wanita yang Dikuburkan di Fondasi Dibunuh dengan Racun, 5 Menit Korban Tewas

Wanita yang Dikuburkan di Fondasi Dibunuh dengan Racun, 5 Menit Korban Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X