Kompas.com - 10/10/2013, 19:20 WIB
Pimpinan KCU BNI Madura, Bagus Handoko (kanan) saat memberikan keterangan pers soal penggelapan di kantor Kas BNI Ketapang, Sampang. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANPimpinan KCU BNI Madura, Bagus Handoko (kanan) saat memberikan keterangan pers soal penggelapan di kantor Kas BNI Ketapang, Sampang.
|
EditorFarid Assifa

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Sejumlah karyawan yang ditempatkan di Kantor Kas Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dimmutasi ke beberapa kanto kas lainnya yang ada di wilayah Madura. Mutasi itu menyusul penggelapan uang yang dilakukan pimpinan BNI Cabang Ketapang, Sampang, berinisial EF sebesar Rp 3.075.974.000 (Rp 3 miliar).

Bagus Suhandoko, Pemimpin Kantor Cabang Utama (KCU) BNI Madura Kamis (10/10/2013) di Pamekasan mengatakan, mutasi itu dalam rangka mitigasi risiko perusahaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti manipulasi data dan sebagainya.

"Di internal kami sudah melakukan langkah-langkah penyelamatan, di antaranya memutasikan karyawan di BNI Ketapang ke beberapa daerah. Tujuannya agar tidak ada perubahan data dan pengawasannya lebih mudah dan lebih baik," kata Bagus Suhandoko.

Dijelaskan Handoko, di internal sendiri, bagi siapapun yang melakukan tindak kejahatan akan diproses sesuai dengan prosedur perusahaan. Sementara di eksternal, pihak BNI memasrahkan sepenuhnya kasus ini kepada penegak hukum untuk memroses sesuai dengan perundang-undangan.

"Segala bentuk kejahatan yang dilakukan setiap karyawan, akan diserahkan kepada polisi setelah internal melakukan investigasi dan menemukan kejanggalan seperti yang dilakukan EF," katanya.

EF sendiri oleh Polres Sampang sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan penggelapan berdasarkan Pasal 374 KUHP, tentang penggelapan barang oleh pekerja. Tersangka terancam hukuman penjara 5 tahun. Kini tersangka sedang ditahan di Mapolres Sampang.

Sebelumnya diberitakan, kasus penggelapan uang di BNI Ketapang, Sampang diketahui setelah KCU BNI Madura melakukan audit keuangan secara rutin. Hasilnya ada kejanggalan antara laporan dengan kondisi keuangan. Kejanggalan keuangan itu disebabkan karena digelapkan oleh EF.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Uang itu berdasarkan hasil penyelidikan Polres Sampang, digunakan oleh EF untuk bermain judi online dan berpesta dengan perempuan bayaran. Sebanyak Rp 1,6 miliar digunakan EF untuk judi online dan Rp 2,15 miliar untuk bersenang-senang bersama perempuan bayaran.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.