Kompas.com - 11/09/2013, 18:28 WIB
Para pelaku penyelundupan shabu yang ditangkap di Bandara Husein Sastranegara International, Bandung, Jawa Barat KOMPAS.com/Rio KuswandiPara pelaku penyelundupan shabu yang ditangkap di Bandara Husein Sastranegara International, Bandung, Jawa Barat
|
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com - Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung bekerja sama dengan Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis metamphetamine (sabu-sabu) melalui Bandara International Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jabar, Kusdirman, mengatakan, Rabu (11/9/2013), penggagalan upaya penyelundupan itu dilakukan dalam dua hari berturut-turut. Penyelundupan pertama dibongkar pada Sabtu (7/9/2013), dengan tersangka menggunakan pesawat Silk Air dengan nomor penerbangan MI-192 dari Singapura ke Bandung. Hari berikutnya, Minggu (8/9/2013), pelaku lain menggunakan pesawat Silk Air MI-196, juga dari Singapura. 

"Memang barang bawaan yang dibawa pelaku itu tidak menimbulkan kecurigaan. Tapi dengan naluri yang kami miliki, kami menganalisa gerak-gerik pelaku itu. Akhirnya, pelaku kami periksa termasuk barang bawaannya termasuk pakaian yang dipakainya. Diketemukanlah barang tersebut," kata Kusdirman, saat memberi keterangan pers di Gedung Keuangan Negara (GKN), Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Rabu, (11/9/2013).

Pelaku pertama berinsial ASI (48) dan merupakan warga negara Indonesia (WNI). Dari dia, petugas menemukan sabu-sabu seberat 2.900 gram senilai Rp 5,22 miliar. Sabu-sabu itu dikemas dalam tiga bungkus berwarna coklat yang disembunyikan di dalam koper.

Keesokan harinya, petugas membekuk dua warga negara India, yakni MI (48) dan RA (48). Mereka menyembunyikan sabu-sabu seberat 975 gram senilai Rp 1,755 miliar, yang disembunyikan di dalam lapisan sandal.

Kusdirman mengatakan, penggagalan upaya penyelundupan narkoba melalui jaringan udara pernah dilakukan sebelumnya tahun ini. "Ini yang ketiga dan keempat. Barang bukti dan pelaku kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut," pungkas Kusdirman.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.