Kompas.com - 27/08/2013, 13:58 WIB
Sejumlah kapal berlabuh di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Barat, Senin (4/6/2012). Dari sinilah para wisatawan akan dibawa menggunakan kapal menuju sejumlah pulau yang menjadi habitat alami satwa endemik Komodo, seperti Pulau Rinca, Pulau Komodo, Nusa Kode, dan Gili Motang. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSejumlah kapal berlabuh di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Barat, Senin (4/6/2012). Dari sinilah para wisatawan akan dibawa menggunakan kapal menuju sejumlah pulau yang menjadi habitat alami satwa endemik Komodo, seperti Pulau Rinca, Pulau Komodo, Nusa Kode, dan Gili Motang.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BAJO, KOMPAS.com — Masalah penanganan sampah di Kota Labuan Bajo menjadi perhatian dunia internasional. Hal itu berawal dari keluhan dan kritikan dari berbagai wisatawan yang mengunjungi Kota Labuan Bajo.

Labuan Bajo merupakan pintu masuk ke Pulau Komodo yang dikenal dengan komodonya, salah satu dari tujuh keajaiban dunia, serta keajaiban bawah laut di Taman Nasional Komodo.

Berangkat dari keprihatinan itu, lima warga negara Inggris menjadi tenaga sukarelawan sampah di Lembaga Plasticman Institute sekaligus mengajar siswa dan siswi SMK Stella Maris.

Hal ini dijelaskan Direktur Plasticman Institue, sebagai pelopor kebersihan Kota Labuan Bajo yang sering disebut Bank Sampah, Stefanus Urbanus Rafael atau sering dipanggil Papa Jo, kepada Kompas.com di Labuan Bajo, Selasa (27/8/2013).

Rafael menjelaskan, penumpukan sampah di pinggir Pantai Labuan Bajo, di Kampung Ujung, sangat mengganggu kebersihan Kota Labuan Bajo apalagi menjelang puncak Sail Komodo, 14 September 2013.

“Jumat lalu, saya bersama dengan siswa dan siswi SMK Stella Maris serta tenaga sukarelawan membersihkan sampah di pinggir pantai di Kampung Ujung. Kami berharap keterlibatan semua pihak, pemerintah desa dan kelurahan untuk sama-sama membersihkan sampah di Kota Labuan Bajo,” ajaknya.

Rafael menjelaskan, tenaga sukarelawan Inggris ada yang sudah tiba lebih awal dan sudah bekerja, sementara dua orangnya baru tiba kemarin, Senin (26/8/2013). "Sampah di pinggir pantai Labuan Bajo adalah sampah bawaan dari luar ketika gelombang sebab ada dugaan bahwa sejumlah kapal yang berlayar di perairan Labuan Bajo membuang sampah,” kata dia.

Selanjutnya Rafael mengatakan, pelaksanaan Puncak Sail Komodo tinggal hitungan hari, tetapi Kota Labuan Bajo dan pantai Labuan Bajo masih penuh dengan sampah.

“Direncanakan Jumat ini semua pihak turun di Kota Labuan Bajo untuk membersihkan sampah menjelang pelaksanaan Puncak Sail Komodo 2013 yang diselenggarakan pada 14 September 2013,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X