Kompas.com - 26/08/2013, 21:56 WIB
Ilustrasi Pemilu ShutterstockIlustrasi Pemilu
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Jawa Timur (Jatim) diminta terus mengawasi secara intens pemilihan gubernur yang akan digelar pada 29 Agustus 2013 mendatang.

Pilgub Jatim 2013 diikuti empat pasangan, yakni nomor urut pertama Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa), pasangan nomor urut dua Eggi Sudjana-M Sihat (Beres), pasangan nomor urut tiga Bambang DH-Said Abdullah, dan pasangan nomor urut empat Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (BerKah).

"Pemilukada Jawa Timur yang akan digelar pada 29 Agustus mendatang butuh pengawasan ekstra ketat di setiap tahapan penyelenggaraannya," kata Direktur Sosial Politik The Jakarta Institute La Ode Ahmadi kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/8/2013)

Sebab, lanjutnya, keberagaman etnik dan adanya pengaruh tokoh agama yang kuat dengan masyarakat, dikhawatirkan menimbulkan gerakan memobilisasi 'grass root' oleh elite lokal. Terlebih, ada latar belakang sejarah yang pernah melibatkan etnis tertentu dalam konflik sosial yang masif dan destruktif, beberapa waktu lalu.

"Pengawasan yang komprehensif terhadap jalannya pemilukada, tidak bisa hanya dibebankan kepada Panwasda semata, mengingat keterbatasan yang dimiliki. Yang lebih penting adalah peran serta masyarakat Jaw Timur," ujarnya.

Ahmadi menjelaskan, semua tahapan pemilukada butuh partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi secara eksternal. Mulai dari pemutakhiran data pemilih, data calon, penetapan calon, kelengkapan pemilukada (formulir dan surat suara), pelaksanaan kampanye (berbagai pelanggaran dalam kampanye), dan pemungutan suara (dilakukan di tempat yang tidak seharusnya).

Belum lagi, potensi adanya kecurangan dalam rekapitulasi dan penghitungan suara mulai dari PPS, KPPS, sampai KPUD (perbedaan data jumlah suara), pemilukada ulang, penghitungan suara ulang, sampai penetapan pemenang oleh KPUD.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Partisipasi masyarakat Jatim yang kritis dan aktif, bukan saja sekadar berperan memanfaatkan hak pilih melalui partisipasi di bilik suara saat pemilukada. Lebih dari itu, adalah kemampuan dirinya untuk mengontrol atau mengawasi jalannya pemilukada secara keseluruhan," tuturnya.

Tujuannya, kata Ahmadi, untuk memastikan agar pemilukada benar-benar berkualitas. Pengawasan ini sangat berharga, bahkan penting artinya karena beberapa alasan.

Pertama, agar masyarakat sebagai pemilih benar-benar menjadi subjek politik yang menentukan, bukan sebagai objek yang sering diperalat secara manipulatif oleh pihak kontestan dan timnya atau penyelenggara pemilukada.

Kedua, agar jalannya pemilukada sesuai jalur, baik secara prosedural (berdasarkan peraturan) maupun nilai-nilai prinsip seperti kejujuran, adil, tanpa kekerasan, akuntabel, cerdas, dan elegan.

"Ketiga, menjaga agar pemilukada menjadi proses demokrasi bermakna positif, dan bukan sekadar memenuhi prosedur pesta demokrasi lima tahunan," paparnya.

La Ode menambahkan, pagelaran pesta demokrasi di Jawa Timur jelas menyisakan banyak masalah. Terutama, adanya indikasi kecurangan dan penyimpangan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim dalam persiapan Pemilukada Jatim.

Baca tentang


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X