Honor Kecil, PPS Kota Malang Ancam Boikot Pilgub Jatim

Kompas.com - 26/07/2013, 16:23 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorKistyarini

MALANG, KOMPAS.com
 — Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Malang mengancam memboikot tahapan pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim Agustus mendatang karena honor yang kecil.

Boikot petugas PPS itu dalam bentuk tidak akan melanjutkan tahapan pembentukan Komite Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di setiap tempat pemungutan suara (TPS), di semua  kelurahan di Kota Malang.

"Jika tuntutan kami tak digubris atau tak dikabulkan, kami akan melakukan boikot," kata H Amir Mukminin, juru bicara 42 petugas PPS se-Kota Malang, Jumat (26/7/2013).

Menurut dia, banyak kejanggalan yang sudah dirasakan oleh para anggota PPS sejak dilantik Februari lalu. Ada yang tidak sinkron antara banyaknya pekerjaan dengan plot anggaran yang disiapkan. "Karena itu, kami menuntut revisi anggaran secepatnya," katanya.

PPS Kota Malang sudah menggelar pertemuan dengan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang. Namun, kata Amir, belum ada jawaban tegas. "Akhirnya, pertemuan itu berakhir deadlock. Tak menghasilkan kesepakatan apa pun," akunya.

Setelah pertemuan tersebut, katanya, sebanyak 42 petugas PPS Kota Malang membuat surat pernyataan dan memberi tenggat waktu kepada KPUD Kota Malang hingga 2 Agustus mendatang. "KPU harus sudah menjawab tuntutan kami. Apa pun caranya. Jika tidak, kami boikot," tegasnya.

Amir menjelaskan, ada perbedaan yang sangat jauh antara honorarium pada pelaksanaan Pilkada Kota Malang dengan Pilgub Jatim.

Pada Pilkada Kota Malang, petugas PPS mendapat gaji sebesar Rp 600.000 per bulan, sementara Pilgub Jatim hanya Rp 350.000 per bulan. "Ini tragis, sementara kerjanya cukup berat," katanya.

Sementara untuk gaji untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) malah cukup tinggi. Pada Pilkada Kota Malang, gaji ketua PPK mencapai Rp 1,25 juta per bulan dan anggota PPK digaji sebesar Rp 1 juta per bulan.

"Saat Pilgub Jatim, gaji mereka malah naik menjadi Rp 1,5 juta per bulan untuk ketua dan untuk gaji anggota senilai Rp 1,250 juta," katanya.

Menanggapi tuntutan anggota PPS itu, Komisioner KPUD Kota Malang Zainuddin mengatakan bahwa anggaran Pilgub Jatim itu berasal dari APBD Jawa Timur. Kebijakannya ditentukan KPUD Jatim," katanya.

Zainuddin membenarkan bahwa ada ancaman boikot dari PPS Kota Malang. "Jika (boikot) terjadi, cukup berat. Karena saat ini, KPPS belum terbentuk. Kami berharap PPS tetap rela dan melaksanakan semua tahapan. Kami akan terus berjuang," harapnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orangtua Mahasiswa di Wuhan: Jujur Pengen Dia Cepat Pulang, tapi Kita Tak Boleh Egois

Orangtua Mahasiswa di Wuhan: Jujur Pengen Dia Cepat Pulang, tapi Kita Tak Boleh Egois

Regional
Cegah Penyebaran Virus Corona, Suhu Tubuh Penumpang di Stasiun Purwokerto Diperiksa

Cegah Penyebaran Virus Corona, Suhu Tubuh Penumpang di Stasiun Purwokerto Diperiksa

Regional
RSUP M Djamil Padang Siap Tangani Pasien Pengidap Virus Corona

RSUP M Djamil Padang Siap Tangani Pasien Pengidap Virus Corona

Regional
Kota Padang Kekurangan 40.000 Blangko E-KTP

Kota Padang Kekurangan 40.000 Blangko E-KTP

Regional
Rumah Warga Terkena Longsor, Sungai Ini Dibelokkan Alirannya

Rumah Warga Terkena Longsor, Sungai Ini Dibelokkan Alirannya

Regional
Siswi Ditemukan Tewas di Gorong-Gorong Sekolahnya, Kepsek: Pintar dan Ceria di Kelas

Siswi Ditemukan Tewas di Gorong-Gorong Sekolahnya, Kepsek: Pintar dan Ceria di Kelas

Regional
Ini Pengakuan Pria Paruh Baya yang Culik Siswi SD Selama 4 Tahun hingga Pulang dalam Keadaan Hamil

Ini Pengakuan Pria Paruh Baya yang Culik Siswi SD Selama 4 Tahun hingga Pulang dalam Keadaan Hamil

Regional
Viral Bakal Calon Bupati Kendal Marah-marah ke Satpol PP Saat Baliho Bergambar Dirinya Dicopot

Viral Bakal Calon Bupati Kendal Marah-marah ke Satpol PP Saat Baliho Bergambar Dirinya Dicopot

Regional
5 Mahasiswa Aceh dari China Tiba di Jakarta

5 Mahasiswa Aceh dari China Tiba di Jakarta

Regional
10 Mahasiswa Unesa Dikabarkan Akan Segera Dipulangkan ke Indonesia

10 Mahasiswa Unesa Dikabarkan Akan Segera Dipulangkan ke Indonesia

Regional
Ini Cara Pemprov Jatim Raih Predikat A dari SAKIP 6 Kali Berturut-turut

Ini Cara Pemprov Jatim Raih Predikat A dari SAKIP 6 Kali Berturut-turut

Regional
Masih 1.123 Kampung di Papua dan Papua Barat Belum Berlistrik, Ini Strategi PLN

Masih 1.123 Kampung di Papua dan Papua Barat Belum Berlistrik, Ini Strategi PLN

Regional
Warga Salatiga yang Pernah Kunjungi Wuhan Memeriksakan Diri ke Rumah Sakit

Warga Salatiga yang Pernah Kunjungi Wuhan Memeriksakan Diri ke Rumah Sakit

Regional
King Kobra Sepanjang 5 Meter Gigit Kening, Pawang Ular Tewas Dua Jam Usai Atraksi

King Kobra Sepanjang 5 Meter Gigit Kening, Pawang Ular Tewas Dua Jam Usai Atraksi

Regional
RSUP HAM Medan: 1 Pasien Suspek Virus Corona Dinyatakan Negatif

RSUP HAM Medan: 1 Pasien Suspek Virus Corona Dinyatakan Negatif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X