Kompas.com - 24/07/2013, 22:48 WIB
Ilustrasi : Daun ganja. shutterstockIlustrasi : Daun ganja.
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional bekerjasama dengan Polresta Langkat memusnahkan barang bukti 30 kilogram ganja kering siap edar yang disita pada 21 Juni 2013 lalu di Incenerator (Tempat Pembakaran Limbah) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, Rabu (24/7/2013).

Proses pemusnahan disaksikan perwakilan Kejaksaan, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumut, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Aliansi Gerakan Anti Narkoba (GAN) Sumut, Polresta Medan, Polda Sumut dan Direktur RSUD dr Pirngadi Medan.

Kepala BNN Provinsi Sumut Komisaris Besar Polisi Rudi Trenggono mengatakan, pemusnahan ini merupakan rangkaian dari kegiatan penyelidikan dan penyidikan BNN Kabupaten Langkat bekerjasama dengan Polres Langkat dengan dua orang pelaku berinisial FR dan IB. Ini merupakan awal dari proses penegakan hukum BNN Sumut, pasalnya selama ini BNN belum pernah melakukan penegakan hukum.

“Ke depannya, BNN akan lebih banyak menangani perkara seperti ini untuk menghilangkan suplai distribusi yang masuk. Bisa dibayangkan, 30 kg ganja ini bisa dikonsumsi 30 ribu orang. Berarti kita sudah menyelamatkan 30 ribu orang pecandu ganja di Sumut,” kata Rudi.

Menurutnya, barang bukti akan lebih banyak lagi karena Sumut bukan hanya daerah distribusi, tapi daerah kultivasi atau daerah penanaman. Selain pemusnahan ganja, BNN juga melakukan pemberdayaan alternatif.

Seperti di Mandailing Natal, BNN Sumut bekerjasama dengan Pertamina Foundation turun ke lapangan untuk mengubah pola pikir masyarakat penanam ganja menjadi penanam holtikultura. Rencananya, hal serupa juga dilakukan di daerah-daerah lain, seperti Tanah Karo dan Langkat yang juga masih ditemukan daerah penanaman ganja.

“Supaya petani paham dan tidak lagi menanam ganja. Karena ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara hingga hukuman mati,” katanya lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alasan petani menanam ganja karena penanamnya mudah dan tidak lama, hanya enam bulan dan untungnya besar. Untuk petani, harganya berkisar Rp 300 hingga Rp 400 ribu per kilogram. BNN berusaha mengubah paradigma petani dengan memberikan pilihan menanam nilam yang lebih menguntungkan. Hanya membutuhkan waktu empat bulan hingga panen dengan harga Rp 1 juta per kilogram.

“Ini upaya menekan distribusi ganja,” tegasnya.

Direktur RSUD dr Pirngadi Amran Lubis mengatakan, masalah narkoba bukan perkara sepele karena merupakan masalah bangsa menyangkut generasi penerus. Ganja mempunyai halosinogenik atau efek halusinasi sehingga penggunanya cenderung bermalas-malasan.

“Mengkonsumsi ganja akan memompa jantung lebih banyak untuk dikirim ke otak. Sehingga di daerah perut, organ hati kekurangan aliran darah karenanya selalu merasa lapar, makan banyak, tapi tidak pernah gemuk. Jika banyak generasi Indonesia menjadi pecandu ganja, bahayanya nalar anak bangsa tidak akan berjalan karena hanya berkhayal saja. Makanya peredaran narkoba harus diberantas," pungkas Amran.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.