Distribusi Air Bersih Korban Gempa Masih Terputus

Kompas.com - 03/07/2013, 20:55 WIB
Warga Desa Lampahan, Aceh, berkumpul di luar rumah mereka setelah gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang wilayah itu, Selasa (2/7/2013). Sejumlah orang tewas dan terluka, serta ribuan rumah rata dengan tanah akibat gempa tersebut.
AFP PHOTO / REZA JUANDAWarga Desa Lampahan, Aceh, berkumpul di luar rumah mereka setelah gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang wilayah itu, Selasa (2/7/2013). Sejumlah orang tewas dan terluka, serta ribuan rumah rata dengan tanah akibat gempa tersebut.
EditorFarid Assifa

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Distribusi air bersih masih terputus untuk korban bencana di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah menyusul rusaknya mesin PDAM Tirta Tawar akibat gempa 6,2 Skala Richter mengguncang daerah itu, Selasa (2/7/2013).
   
Pejabat Pemkab Aceh Tengah Windi Darsa yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu, menyebutkan korban gempa hingga kini tidak bisa menikmati suplai air bersih dari PDAM Tirta Tawar Takengon.

"Dirut PDAM Tirta Tawar M Daud mengatakan terputusanya suplai air bersih itu karena instalasi rusak berat akibat gempa kemarin," kata Windi mengutip pernyataan Dirut PDAM Tirta Tawar Takengon.

Mesin PDAM Tirta Tawar di Mandele rusak karena tanah lokasi mesin amblas antara tiga hingga tujuh meter akibat gempa.
   
Namun, Windi menjelaskan pihak PDAM terus berupaya mendatangkan teknisi untuk memperbaiki mesin dan pipa di sejumlah lokasi yang rusak guna memperlancar kembali suplai air bersih kepada penduduk.
    
Sementara itu, ia menjelaskan masyarakat takut tinggal di dalam rumah berkonstruksi beton pascagempa kendati kontruksinya masih layak.

"Pascagempa, warga mencari tempat tinggal dari bangunan kayu karena takut tinggal di rumah berkonstruksi beton meski masih layak huni," kata dia menambahkan.

Di pihak lain, Windi Darsa menyebutkan aktivitas pedagang masih lumpuh pada hari kedua gempa, hanya sebagian kecil yang membuka kios atau kedai di Takengon.

"Tidak ada aktivitas pasar. Masyarakat Aceh Tengah masih trauma atau dalam kondisi berduka pascagempa," katanya menambahkan.
    
Selain itu, ruas jalan yang menghubungkan Takengon ke Ujung Paking dan beberapa kampung di Kecamatan Bintang juga tertimbun longsor yang berdampak terputusnya transportasi ke wilayah itu.

Baca tentang


    Sumber Antara
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

    Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

    Regional
    Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

    Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

    Regional
    Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

    Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

    Regional
    Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

    Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

    Regional
    Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

    Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

    Regional
    AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

    AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

    Regional
    Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

    Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

    Regional
    Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

    Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

    Regional
    Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

    Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

    Regional
    Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

    Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

    Regional
    Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

    Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

    Regional
    2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

    2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

    Regional
    Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

    Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

    Regional
    Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

    Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

    Regional
    BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

    BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X