Kompas.com - 25/06/2013, 09:05 WIB
Petugas bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru berpatroli saat aktifitas bandara lumpuh selama tiga jam akibat pekatnya kabut asap, Kamis (20/6/2013). Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang melanda wilayah Riau menyebabkan jarak pandang hanya mencapai 750 meter sehingga sejumlah penerbangan terpaksa ditunda dan dialihkan. TRIBUN PEKANBARU/MELVINAS PRIANANDAPetugas bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru berpatroli saat aktifitas bandara lumpuh selama tiga jam akibat pekatnya kabut asap, Kamis (20/6/2013). Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang melanda wilayah Riau menyebabkan jarak pandang hanya mencapai 750 meter sehingga sejumlah penerbangan terpaksa ditunda dan dialihkan.
EditorKistyarini

PEKANBARU, KOMPAS.com — Asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang cukup pekat hingga kini masih menyelimuti langit Kota Pekanbaru, Selasa (25/6/2013).
    
Asap menyebabkan jarak pandang menurun hingga 100 sampai 200 meter pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB di beberapa daerah. Pengguna kendaraan harus mengurangi kecepatan kendaraan karena jarak pandang sangat terbatas.
    
Kondisi udara berdasarkan pantauan alat ISPU di sejumlah titik di Pekanbaru menunjukkan tanda "tidak sehat".
    
Sebagian besar warga kini menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan langsung dari asap yang bisa mengganggu kesehatan.
    
"Padahal, pada malam hari kemarin, udara sudah terasa lebih segar dan banyak angin. Tapi, sayangnya, asap turun lagi pada pagi hari ini," kata Riana Handayani, seorang warga Pekanbaru,  (30).
    
Ia mengatakan, pekatnya asap kebakaran sudah mengganggu kenyamanan sampai ke dalam rumah. Akibatnya, ia harus menutup ventilasi udara di rumah dengan lapisan koran yang rangkap ganda supaya lebih tebal. "Saya sampai harus pakai masker ketika tidur," katanya.
    
Seorang warga lainnya mengatakan sangat mengkhawatirkan anak-anak yang mudah terserang penyakit saluran pernapasan akibat asap pekat ini.
    
Chaidir (41), warga Pekanbaru, mengatakan, ia memaksa anak-anaknya untuk memakai masker ketika bermain ke luar rumah.
    
"Anak-anak di perumahan saya, setiap malam main petak umpet semuanya pakai masker karena tidak mungkin juga kita melarang terus anak-anak bermain di luar rumah, apalagi sekarang liburan sekolah," katanya.
    
Pemerintah Indonesia menetapkan status Tanggap Darurat Asap di Riau sejak Jumat (21/6/2013) akibat kebakaran lahan dan hutan yang kian parah. Asap sisa kebakaran juga terbawa angin hingga negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia, dalam beberapa hari terakhir.
    
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Senin (24/6/2013), menyatakan, semua pihak harus menghentikan aktivitas pembakaran yang berpotensi mengakibatkan kebakaran lahan dan hutan.

Presiden juga meminta agar upaya pemadaman kebakaran lahan dan hutan di Riau terus dilakukan dengan koordinasi penuh melibatkan semua pemangku kebijakan.
    
Selain itu, Presiden juga menyatakan permintaan maaf kepada Pemerintah Singapura dan Malaysia bahwa terkirimnya asap bukan sebuah kesengajaan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Sumber Antara
    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

    Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

    Regional
    Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

    Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

    Regional
    Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

    Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

    Regional
    Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

    Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

    Regional
    AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

    AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

    Regional
    Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

    Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

    Regional
    9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

    9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

    Regional
    Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

    Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

    Regional
    Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

    Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

    Regional
    Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

    Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

    Regional
    Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

    Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

    Regional
    Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

    Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

    Regional
    Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

    Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

    Regional
    Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

    Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

    Regional
    PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

    PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.