Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Tahun Berlalu, Warga Ini Baru Ingat Tanam Mortir Berdaya Ledak Tinggi di Belakang Rumah

Kompas.com - 06/12/2019, 16:36 WIB
Amran Amir,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

PALOPO, KOMPAS.com - Sebuah mortir ditanam warga di belakang rumah di Kilometer 9,  Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Mendapat laporan itu, Tim Gegana Polda Sulsel dan Polres Palopo mendatangi lokasi, Jumat (6/12/2019). 

Anton, warga yang menanam mortir tersebut mengatakan, model mortir menyerupai peluru kendali. 

“Modelnya seperti peluru kendali atau jantung pisang. Itu ditemukan oleh Tomas di Gunung Pembunian lalu dibawa Rudi dan saya ambil, lalu saya tanam di belakang rumah di bawah batu besar,” kata Anton, saat dikonfirmasi di lokasi.

Mortir itu sudah ditanam sejak 10 tahun lalu dan ia khawatir akan meledak saat ia melaksanakan pesta sehingga dilaporkan ke pihak Bhabinkamtibmas.

“Waktu di sini ada pesta dan dapur berada di daerah itu. Saya ingat bahwa di sekitar batu itu pernah saya tanam benda berupa mortir, saya khawatir akan meledak, sehingga saya melapor,” ujar dia.

Baca juga: Petani di Bengkulu Temukan Benda Mirip Mortir Seberat 6 Kg

Tim Gegana Polda Sulsle dan Polres Palopo langsung ke lokasi dan melakukan penggalian.

Wakapolres Palopo, Kompol Ade Noho mengatakan, benda yang sedang digali tersebut diduga adalah mortir militer.

“Setelah dilakukan pencocokan contoh, yang ada di dalam itu adalah mortir militer yang diperkirakan peninggalan kolonial ataupun Jepang,” ucap dia.

Mortir yang disimpan Anton berada di bawah batu besar, proses pencarian berlangsung 45 menit.

Setelah ditemukan, mortir dibawa ke sebuah lokasi yang aman dari warga, yakni di Kilometer 5 Kelurahan Murante untuk diledakan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com