Wali Kota Magelang Sayangkan Aksi Mogok Angkot sampai Telantarkan Penumpang - Kompas.com

Wali Kota Magelang Sayangkan Aksi Mogok Angkot sampai Telantarkan Penumpang

Kontributor Magelang, Ika Fitriana
Kompas.com - 04/12/2017, 19:50 WIB
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito (kiri) bersedia maju dalam Pilkada Jateng 2018 menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Tengah,  Senin (31/7/2017)KOMPAS. com/Ika Fitriana Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito (kiri) bersedia maju dalam Pilkada Jateng 2018 menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin (31/7/2017)

MAGELANG, KOMPAS.com — Wali Kota Magelang Sigit Widyoninito menyayangkan aksi mogok beroperasi yang dilakukan seluruh awak angkutan umum di Kota Magelang, Jawa Tengah, Senin (4/12/2017).

Aksi mogok tersebut sebagai bentuk protes angkutan konvensional terhadap keberadaan angkutan online.

"Saya menyayangkan aksi mogok ini. Saya sudah berpihak pada angkutan legal yang ada (konvensional). Sudahlah aksi ke sana (Semarang) cukup, tapi pelayanan masyarakat jangan sampai terganggu," kata Sigit di kantornya, Senin siang.

Sigit menegaskan, Pemerintah Kota Magelang sejak lama menolak adanya transportasi umum berbasis aplikasi tersebut. Pemkot telah mengeluarkan surat yang isinya tidak memberikan rekomendasi atas izin operasional angkutan daring itu.

"Pemkot Magelang sudah jelas (menolak transportasi online)," ujarnya.

Sigit mengimbau kepada awak angkutan konvensional dan angkutan online untuk duduk bersama mencari solusi terbaik.

"Biar dikomunikasikan, biar rembukan sendiri. Sebenarnya kita tahu, tapi kita kan harus berpihak pada yang sudah legal," ungkapnya.

Baca juga: Senin, Seluruh Angkot di Magelang Mogok Tolak Angkutan "Online"

Aksi mogok beroperasi yang dilakukan awak angkutan umum itu praktis mengganggu kenyamanan para penumpang, terutama para pelajar dan pekerja. Pemkot Magelang, dibantu Kepolisian Resor Magelang Kota dan Kabupaten Magelang, menerjunkan seluruh armadanya untuk mengangkut mereka.

"Kendaraan dinas kita perintahkan keluar semua, kendaraan pribadi. Termasuk kendaraan VIP boleh untuk pelayanan masyarakat," ujar Sigit.

Sigit juga mengimbu para pejabat di Pemkot Magelang untuk menyediakan kendaraan mereka bagi masyarakat.

"Saya sudah perintahkan, sekali-sekali asisten dan pejabat eselon dua tanpa sopir pribadi. Saya juga boleh," imbuhnya.

Seperti yang diketahui, angkutan umum di Kota Magelang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Awak Angkutan Kota Magelang (Forkam) kembali melakukan aksi mogok beroperasi.

Baca juga : Sopir Angkot Ngamuk, Pengemudi Ojek Daring dan Penumpang Dikeroyok

Para pengemudi memilih tidak beroperasi lantaran adanya rencana aksi damai Forum Komunikasi Angkutan Umum (FKAU) Jawa Tengah di Kantor Gubernuran Kota Semarang terkait keberadaan angkutan online.

"Kami sepakat kami akan melakukan mogok sebagai bentuk solidaritas dari aksi di Semarang. Angkutan yang mogok mulai jalur 1-12 dan awak taksi," ujar Ketua Forkam Darsono.

Kompas TV Mulai 1 November kemarin siswa SMP di Klungkung Bali mendapat layanan antar jemput sekolah secara gratis dari pemerintah daerah setempat.

PenulisKontributor Magelang, Ika Fitriana
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM