Ikut Pilkada Kota Madiun, Dua Sekda Berebut Pintu Partai Demokrat - Kompas.com

Ikut Pilkada Kota Madiun, Dua Sekda Berebut Pintu Partai Demokrat

Kontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
Kompas.com - 13/09/2017, 10:59 WIB
Sekda Kota Mojokerto, Agus Nirbito mengembalikan formulir pendaftaran calon wali Kota Madiun kepada pengurus Partai Demokrat Kota Madiun, Selasa (12/9/2017) malam.KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Sekda Kota Mojokerto, Agus Nirbito mengembalikan formulir pendaftaran calon wali Kota Madiun kepada pengurus Partai Demokrat Kota Madiun, Selasa (12/9/2017) malam.

MADIUN, KOMPAS.com - Dua sekretaris daerah berebut pintu masuk melamar calon wali kota dan wakil wali kota Madiun melalui Partai Demokrat pada Pilkada Madiun 2018. Kedua sekda tersebut yakni Sekda Kota Mojokerto Agus Nirbito dan Sekda Kota Madiun, Maidi. 

"Sudah tujuh orang yang mengembalikan formulir pendaftaran. Dua di antaranya sekda Kota Madiun dan sekda Kota Mojokerto. Namun belum semua berkasnya lengkap. Kami masih memberi waktu untuk melengkapi," kata anggota Desk Pilkada 2018 dari DPC Demokrat, Sigit Ahimsa, Rabu ( 13/9/2017).

Sigit menyatakan, tak hanya dua sekda yang berebut pintu masuk via Partai Demokrat. Adik kandung mantan wali Kota Madiun, Armaya, juga mendaftar sebagai balon wali kota lewat Partai Demokrat.

Dari tujuh orang yang mengembalikan, sambung Sigit, empat di antaranya mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota Madiun.

(Baca juga: Maju Pilkada Bandung, Nurul Arifin Diberi Waktu Dua Bulan Cari Wakil)

 

Mereka adalah Sekda Mojokerto Agus Nirbito, Sekda Kota Madiun Maidi, Armaya, dan Dosen Universitas Indonesia (UI) Harryadin Mahardika.

Sementara itu, yang mendaftar sebagai bakal calon wakil wali Kota Madiun ada tiga orang. Mereka adalah mantan Wakil Wali Kota Madiun Gandi Yuninta, pegawai PDAM Budi Setijanta, dan Ketua DPC Demokrat Kota Madiun Istono.

Sekda Kota Mojokerto, Agus mengaku terpanggil menjadi calon wali kota lantaran melihat kurangnya kader yang memiliki kapasitas untuk membangun Kota Madiun di masa yang akan datang.

"Saya melihat di sini masih kurang kader-kader yang bisa membangun Kota Madiun ke masa yang akan datang," tutur Agus, Selasa (12/9/2017) malam.

Ketika ditanya, kenapa dirinya tidak mendaftar sebagai calon wali kota di Pilkada Mojokerto 2018, Agus beralasan dirinya ingin membangun daerah kelahirannya. "Mungkin karena sudah tidak dipakai di Mojokerto," tuturnya.

Kompas TV Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyambut baik dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terhadap dirinya di Pilgub Jabar 2018.

PenulisKontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM