Kepala Sekolah yang Keluarkan Aturan Diskriminatif Akan Dipindah - Kompas.com

Kepala Sekolah yang Keluarkan Aturan Diskriminatif Akan Dipindah

Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati
Kompas.com - 17/07/2017, 17:36 WIB
NWA korban diskriminasi selfie dengan Bupati Banyuwangi Senin (17/7/2017).KOMPAS.com/Ira Rachmawati NWA korban diskriminasi selfie dengan Bupati Banyuwangi Senin (17/7/2017).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas akan menindak tegas kepala sekolah yang mengeluarkan peraturan diskriminatif seperti yang dialami NWA.

NWA merupakan siswi non muslim yang meminlih mengundurkan diri dari SMPN 3 Genteng karena diharuskan mengenakan jilbab. 

"Untuk kepala sekolahnya kalau perlu sampai ada penggantian. Nanti dievaluasi oleh Dinas pendidikan. Jangan sampai ada lagi kasus seperti ini terjadi. Apalagi selama ini Banyuwangi tidak pernah ada masalah terkait isu keberagaman," ujar Anas, Senin (17/7/2017).

Selain itu, Bupati Anas juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi mengawasi sekolah lain di Banyuwangi. Jika ada sekolah yang menerapkan aturan diskriminatif, maka aturan tersebut harus segera dihentikan. 

(Baca juga: Ada Diskriminasi Terhadap Siswi Non Muslim di Banyuwangi, Bupati Anas Marah)

"Untuk kasus di SMPN 3 Genteng kita akan cek apakah kecerobohan petugas pendaftaran atau di aturan sekolahnya. Tapi aturan wajib berjilbab yang diterapkan berdasarkan inisiatif pimpinan SMPN 3 Genteng tanpa melihat latar belakang agama siswa, berpotensi mendiskriminasi pelajar beragama selain Islam," jelasnya.

Sebenarnya, sambung Anas, kasus yang dialami NWA sudah selesai pekan lalu. Namun karena sudah menjadi pembicaraan publik, Pemda Banyuwangi harus segera mengklarifikasi dan melakukan tindakan tegas agar tidak berulang ke siswa lainnya.

Sementara itu, NWA bercerita, awalnya ia sedih karena tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMP negeri. Saat mendaftar reguler, ia gagal masuk SMPN 1 Genteng sebagai sekolah pilihan pertama. Namun ia diterima di pilihan kedua, SMPN 3 Genteng.

"Saya sempat nangis saat dengar saya tidak bisa sekolah di SMP negeri karena harus pake jilbab, sedangkan saya non Islam. Puji Tuhan. Saya malah diterima di SMPN 1 Genteng. Sekolahan favorit. Senang sekali," katanya.

(Baca juga: Bupati Anas Undang Siswi Korban Diskriminasi untuk Sarapan)

 

Gadis berambut panjang tersebut bercita-cita menjadi bidan. Ia pun tercatat memiliki prestasi yang bagus sejak duduk di bangku sekolah dasar.

"Saya ingin anak saya sekolah di negeri karena prestasi dia di sekolah sangat bagus. Dan bersyukur jika Pemda Banyuwangi mau membantu beasiswa bagi anak saya," jelas Timotius Purno Ribowo ayah kandung NWA yang bekerja sebagai tambal ban.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X