Menabung Rp 10.000 Tiap Hari, Nenek Penjual Bubur Ini Naik Haji - Kompas.com

Menabung Rp 10.000 Tiap Hari, Nenek Penjual Bubur Ini Naik Haji

Kompas.com - 23/08/2016, 09:50 WIB
SURYA.SUGIYONO Mak Ti didampingi putranya menunjukkan bubur yang dijual di Pasar Cerme, Gresik, Senin (22/8/2016). Keuntungannya ditabung Rp 10.000 setiap hari.

GRESIK, KOMPAS.com - Nawati (60), warga desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Gresik akan naik haji hasil dari menjual bubur dan menabung Rp 10.000 setiap hari.

Nenek satu cucu ini dijadwalkan berangkat ke tanah suci Mekkah pada kloter 39 yang berangkat Rabu (24/8/2016).

Nawati sehari-hari hanya berjualan bubur di Pasar Cerme. Selama lebih dari 45 tahun dia menjual bubur. Niatnya menunaikan ibadah haji akhirnya terkabul setelah tekun menabung selama 10 tahun dari menyisihkan penghasilan menjual bubur.

“Dulu, kalau tidak habis, dijual keliling kampung. Sekarang menetap berjualan di Pasar Cerme sampai habis,” kata Nawati didampingi putranya, Senin (22/8/2016).

Usaha berjualan bubur tersebut sudah dijalani sejak usia 15 tahun. Sampai saat ini usianya sudah 60 tahun sehingga selama 45 tahun Nawati berjualan bubur.

“Kalau ada lebih ya ditabung. Kalau tidak ada ya tidak menabung. Besoknya, kalau ada lebih menabung lagi. Hampir 10 tahun ini terus menabung. Setiap hari hanya Rp 10.000,” kata Nawati yang akrap disapa Mak Ti.

“Semangat, setiap hari harus berangkat berjulan bubur,” tambahnya sambil menunjukan bubur yang siap dijual.

Keberangkatan Mak Ti ke tanah suci tidak diduga oleh tetangga. Namun, kini mereka bangga dan ingin meniru kegigihannya dalam menabung dan kerja keras untuk menggapai cita-citanya.

“Warga sangat bangga terhadap perjuangan Mak Ti untuk ke tanah suci. Semoga ini menjadi penyemangat bagi masyarakat bahwa yang punya uang banyak belum tentu punya niat ke tanah suci tapi yang mempunyai niat dan berusaha pasti akan dikabulkan Allah,” kata Muhamad Najik, tetangga Mak Ti.  (Sugiyono)

Artikel ini sudah tayang di Surya dengan judul Tetangga Kaget, Mak Ti Pedagang Bubur dari Gresik Ini Ternyata Naik Haji

EditorErlangga Djumena
SumberSurya Online,
Komentar