Senin, 1 September 2014

News / Regional

Pembuatan Kerajinan dari Sampah, Pecahkan Rekor MURI

Minggu, 7 Juli 2013 | 17:14 WIB
PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Gerakan Aksi untuk Lingkungan (GAUL) yang digagas oleh Pemerintah Kota Probolinggo, Jawa Timur, dan Kementerian Lingkungan Hidup berupa sukses membuat kerajinan dari bahan daur ulang sampah.

Acara yang berlangsung di Tempat Pengumpulan Akhir (TPA) Bestari, Minggu (7/7/2013), memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Sebab, peserta pembuatan kerajinan itu merupakan peserta terbanyak dengan mencapai 1.141 orang.

Para peserta yang berasal dari masyarakat, PNS, dan pelajar tersebut membuat kerajinan dari sampah berupa botol air mineral, plastik, dan lain-lain daun.

Mereka mampu menyulap sampah tersebut menjadi hiasan dinding, pot bunga, tas, dan aneka kerajinan lain yang memiliki nilai ekonomis.

Mengenakan kaos putih, para peserta tampak semangat dalam menyulap sampah menjadi kerajinan. Bahkan, Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup Hermien Roosita, Wali Kota HM Buchori, dan para pejabat lain, turut membuat kerajinan dari bahan sampah.

Program GAUL tersebut, menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Budi Krisyanto, didukung oleh sejumlah perusahaan yang turut peduli lingkungan dan kebersihan, dan sering mendukung kegiatan Pemkot Probolinggo untuk mengajak masyarakat sadar lingkungan.

Kegiatan tersebut terlihat sukses lantaran banyaknya hasil kerajinan dan membludaknya masyarakat yang turut menyaksikan pemecahan rekor tersebut.

Sebelum menyerahkan piagam rekor MURI atas program GAUL, Senior Manager MURI Paulus Pangka memuji TPA Bestari. Sebab, di TPA tersebut tak ada lalat satupun dan tidak bau, padahal menjadi tempat dikumpulkannya sampah-sampah se-Kota Probolinggo.

Menurutnya, TPA-nya saja bersih, apalagi wilayah kotanya. “Saya kalau dalam perjalanan melalui Jalur Pantura dari Surabaya ke Situbondo, stres langsung hilang jika sudah sampai Kota Probolinggo. Di sini tamannya banyak, indah dan menyegarkan. Stres saya langsung hilang memasuki Kota Seribu Taman ini. Kota Probolinggo luar biasa,” tegas Paulus.

 

Penulis: Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol
Editor : Glori K. Wadrianto