Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Pengkang, Makanan Khas Kalimantan Barat

Kompas.com - 08/11/2022, 20:59 WIB
Dini Daniswari

Editor

KOMPAS.com - Pengkang adalah salah satu makan khas dari Kalimantan Barat.

Pengkang banyak ditemukan di daerah Pontianak.

Makanan ini banyak diburu oleh wisatawan kuliner yang berkunjung ke Pontianak.

Pengkang

Ciri Khas Pengkang

Pengkang mempunyai cita rasa yang unik dan bentuknya yang khas.

Kuliner pengkang dibungkus dengan daun pisang berbentuk segitiga sama kaki dan dijepit dengan bambu.

Pengkang terbuat dari bahan utama ketan yang berisi ebi. Bagi masyarakat Kalimantan Barat ketan kerap disebut pulut.

Cita rasa pengkang gurih dan cepat mengeyangkan.

Baca juga: 10 Daftar Makanan Khas Kalimantan Barat, Ada Kue Kantong Semar

Pekang paling nikmat dimakan bersama sate dan sambal kepah. Sambal dari kerang yang banyak terdapat di hutan mangrove Kalimantan Barat.

Sambal kepah merupakan sambal khas Melayu yang mmeiliki rasa pedas, manis, dan gurih.

Konon, pengkang kerap dijadikan sebagai bekal untuk berburu atau pergi ke ladang.

Cara Membuat Pengkang

Cara membuat pengkang tidak berbeda jauh dengan membuat lemper.

Santan, garam, dan daun pandan dimasak sampai mendidih lalu diangkat.

Ketan yang sudah dikukus setengah matang dipindahkan kepanci lalu dituangi dengan santan yang telah dimasak. Kukus kembali hingga matang.

Ketan yang telah masak dapat diletakkan di atas daun pisang, diisi dengan ebi, dan bungkus berbentuk kerucut.

Pengkang lalu dikukus dan jepit menggunakan bambu.

Baca juga: Lemper, Panganan dari Beras Ketan, Latar Belakang dan Filosofi

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Motif Duel Maut 2 Pemuda di Banyumas, Bermula Saling Tantang

Motif Duel Maut 2 Pemuda di Banyumas, Bermula Saling Tantang

Regional
377 Warga Lembata Digigit Anjing Selama 4 Bulan

377 Warga Lembata Digigit Anjing Selama 4 Bulan

Regional
Istri Melahirkan di RS, Oknum Polisi di Surabaya Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

Istri Melahirkan di RS, Oknum Polisi di Surabaya Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

Regional
Presiden Jokowi Dorong Produktivitas dan Harga Jagung Ditingkatkan

Presiden Jokowi Dorong Produktivitas dan Harga Jagung Ditingkatkan

Regional
Diduga Hendak Dirampok, Pengendara di Pekanbaru Dipepet 3 Mobil dan 1 Motor

Diduga Hendak Dirampok, Pengendara di Pekanbaru Dipepet 3 Mobil dan 1 Motor

Regional
Viral, Video Mobil Pelat Merah Isi BBM Bersubsidi di Pertamina Semarang

Viral, Video Mobil Pelat Merah Isi BBM Bersubsidi di Pertamina Semarang

Regional
Menteri LHK Sebut Persoalan Gambut di Kalteng Sudah Dapat Diperbaiki Kecuali di Utara

Menteri LHK Sebut Persoalan Gambut di Kalteng Sudah Dapat Diperbaiki Kecuali di Utara

Regional
Pilkada Magelang, Calon Independen Harus Kantongi 65.494 Dukungan

Pilkada Magelang, Calon Independen Harus Kantongi 65.494 Dukungan

Regional
Kereta Hantam Bus Putra Sulung di OKU Timur, Polisi Pastikan 1 Korban Tewas, 25 Terluka

Kereta Hantam Bus Putra Sulung di OKU Timur, Polisi Pastikan 1 Korban Tewas, 25 Terluka

Regional
Pemerintah Malaysia Deportasi 82 WNI Bermasalah via PLBN Entikong

Pemerintah Malaysia Deportasi 82 WNI Bermasalah via PLBN Entikong

Regional
Mantan Suami yang Diduga Bunuh Pedagang Canang di Mataram Serahkan Diri ke Polisi

Mantan Suami yang Diduga Bunuh Pedagang Canang di Mataram Serahkan Diri ke Polisi

Regional
Mantan Wakil Bupati Banyumas Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Bupati dari PDI-P

Mantan Wakil Bupati Banyumas Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Bupati dari PDI-P

Regional
Presiden Jokowi Resmikan Inpres Jalan Daerah di Gorontalo Senilai Rp 161 Miliar

Presiden Jokowi Resmikan Inpres Jalan Daerah di Gorontalo Senilai Rp 161 Miliar

Regional
Gempa Cilacap Sempat Bikin Kaget, Warga: Seperti Ada yang Berjalan di Bawah

Gempa Cilacap Sempat Bikin Kaget, Warga: Seperti Ada yang Berjalan di Bawah

Regional
Ralat Jumlah Korban Tewas Kereta Tabrak Bus di Martapura, PT KAI: Kami Mohon Maaf

Ralat Jumlah Korban Tewas Kereta Tabrak Bus di Martapura, PT KAI: Kami Mohon Maaf

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com