Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Fakta Sekolah Tinggi Ilmu Beruk di Pariaman, yang Lahirkan Pemetik Kelapa Ulung

Kompas.com - 12/10/2022, 07:13 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Tahap selanjutnya barulah beruk akan dilatih membedakan kelapa tua dan kelapa muda.

4. Beruk yang lulus bisa langsung bekerja

Beruk yang sudah pandai akan diserahkan kepada masyarakat yang bisa merawat beruk untuk langsung bekerja.

Keahlian para beruk yang didapat selama dilatih akan digunakan untuk membantu memetik kelapa sesuai dengan perintah pemiliknya.

Ada beruk yang dipelihara untuk digunakan di kebun sendiri, ada juga yang ditawarkan jasanya ke pemilik kebun-kebun kecil yang tidak memelihara beruk.

5. Beruk diperlakukan dengan baik

Berbeda dengan manusia, secara alami beruk memang lebih cekatan dan tangkas dalam memanjat dan memetik buah kelapa.

Meski begitu, beruk-beruk ini juga diperlakukan dengan baik sesuai dengan jasanya dalam membantu sang pemilik.

Beruk-beruk ini akan dirawat dan diberi makan, bahkan tetap dipelihara meski sudah tua dan tak bisa lagi memanjat hingga ajal menjemput.

Selain karena rasa kasih sayang, juga sebagai penghormatan karena beruk telah bekerja membantu sang pemilik.

6. Jadi salah satu daya tarik wisata di Pariaman

Karena jarak dari Kota Padang ke Pariaman hanya butuh waktu tempuh selama 1,5 jam perjalanan, maka tak jarang wisatawan menyempatkan diri untuk singgah ke Desa Apar.

Banyak wisatawan datang karena penasaran dengan keberadaan Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB).

Hal ini juga menjadi alasan adanya atraksi khusus yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB) untuk memperlihatkan keahlian para beruk kepada wisatawan.

Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati buah kelapa yang telah dipetik oleh para beruk yang sudah terlatih.

Sumber:
jadesta.kemenparekraf.go.id  
pariamankota.go.id  
antaranews.com  
tribunnews.com 
travel.kompas.com (Penulis: Kontributor Travel, Adhika Pertiwi | Editor: Ni Luh Made Pertiwi F, I Made Asdhiana) 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Viral, Brio Merah Halangi Laju Ambulans, Pengemudi Berikan Penjelasan

Viral, Brio Merah Halangi Laju Ambulans, Pengemudi Berikan Penjelasan

Regional
Cemburu Pacarnya 'Di-booking', Warga Lampung Bacok Pria Paruh Baya

Cemburu Pacarnya "Di-booking", Warga Lampung Bacok Pria Paruh Baya

Regional
Gagal Curi Uang di Kotak Wakaf, Wanita di Jambi Bawa Kabur Karpet Masjid

Gagal Curi Uang di Kotak Wakaf, Wanita di Jambi Bawa Kabur Karpet Masjid

Regional
Pantai Watu Karung di Pacitan: Daya Tarik, Aktivitas, dan Rute

Pantai Watu Karung di Pacitan: Daya Tarik, Aktivitas, dan Rute

Regional
Diejek Tak Cocok Kendarai Honda CRF, Pemuda di Lampung Tusuk Pelajar

Diejek Tak Cocok Kendarai Honda CRF, Pemuda di Lampung Tusuk Pelajar

Regional
Bantuan PIP di Kota Serang Jadi Bancakan, Buat Perbaiki Mobil hingga Bayar Utang

Bantuan PIP di Kota Serang Jadi Bancakan, Buat Perbaiki Mobil hingga Bayar Utang

Regional
Ditanya soal Pilkada Kabupaten Semarang, Ngesti Irit Bicara

Ditanya soal Pilkada Kabupaten Semarang, Ngesti Irit Bicara

Regional
Ditinggal 'Njagong', Nenek Stroke di Grobogan Tewas Terbakar di Ranjang

Ditinggal "Njagong", Nenek Stroke di Grobogan Tewas Terbakar di Ranjang

Regional
Terungkap, Napi LP Tangerang Kontrol Jaringan Narkotika Internasional

Terungkap, Napi LP Tangerang Kontrol Jaringan Narkotika Internasional

Regional
Siswi SMA di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Siswi SMA di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Regional
Mengaku Khilaf, Pria di Kubu Raya Cabuli Anak Kandung Saat Tidur

Mengaku Khilaf, Pria di Kubu Raya Cabuli Anak Kandung Saat Tidur

Regional
Masyarakat Diminta Waspada, 5 Orang Meninggal akibat DBD di Banyumas

Masyarakat Diminta Waspada, 5 Orang Meninggal akibat DBD di Banyumas

Regional
Tangerang-Yantai Sepakat Jadi Sister City, Pj Walkot Nurdin Teken LoI Persahabatan

Tangerang-Yantai Sepakat Jadi Sister City, Pj Walkot Nurdin Teken LoI Persahabatan

Regional
Lebih Parah dari Jakarta, Pantura Jateng Alami Penurunan Muka Tanah hingga 20 Cm per Tahun

Lebih Parah dari Jakarta, Pantura Jateng Alami Penurunan Muka Tanah hingga 20 Cm per Tahun

Regional
Kasus DBD di Demak Tinggi, Bupati Ingatkan Masyarakat Fogging Bukanlah Solusi Efektif

Kasus DBD di Demak Tinggi, Bupati Ingatkan Masyarakat Fogging Bukanlah Solusi Efektif

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com