Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sidang Korupsi Dana KONI Padang Ungkap Bukti "Chatting" Terdakwa Soal Dana Klub PSP

Kompas.com - 27/08/2022, 12:30 WIB
Perdana Putra,
Reni Susanti

Tim Redaksi

PADANG, KOMPAS.com - Penasehat hukum terdakwa kasus dugaan korupsi KONI Padang, Yohannas Permana mengungkapkan bukti chatting WhatsApp mengenai dana klub PSP dalam persidangan, Jumat (24/8/2022) malam.

Chatting tersebut antara terdakwa Agus Suardi dengan Mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Padang, Andri Yulika. 

Dalam percakapan di WhatsApp, Agus Suardi menanyakan dana klub sepakbola PSP yang dititip dalam anggaran KONI Padang.

Baca juga: Sidang Korupsi Dana KONI Padang, Saksi Akui Adanya Bantuan untuk Klub PSP yang Diketuai Gubernur Mahyeldi

Saat itu, Andri Yulika menyebutkan agar Agus Suardi pandai-pandai mengaturnya karena Ketua KONI Padang. Menanggapi bukti percakapan itu, Andri mengakuinya.

"Betul. Tapi sudah ada sebelumnya komunikasi lewat telepon," beber Andri.

Menurut Andri, proposal yang diajukan PSP Padang ditandatangani Ketua PSP Padang Mahyeldi dan didisposisi Mahyeldi sebagai Wali Kota Padang tidak bisa ditindaklanjuti.

"Tidak bisa dianggarkan kendati ada disposisi karena sudah lewat waktu penganggaran. Anggaran saat itu sudah dibahas di DPRD sehingga tidak bisa naik tengah jalan," kata Andri.

Karena tidak bisa, maka muncul komunikasi dengan Agus Suardi lewat telepon dan WhatsApp.

"Maksud saya pandai-pandai itu adalah agar bisa mengkomunikasikan dengan PSSI sehingga dana tersebut bisa disalurkan ke PSP. Bantuan dari KONI untuk PSSI itu bisa," kata Andri.

Selain bukti chatting WhatsApp dalam sidang, penasehat terdakwa juga menunjukkan bukti proposal PSP yang ditandatangani Ketua PSP Mahyeldi ditujukan ke Wali Kota Padang Mahyeldi dan kemudian didisposisi Mahyeldi di tahun 2018.

Baca juga: Kronologi Oknum TNI Bunuh Bendahara KONI Kayong Utara di Bogor, Sempat Dijanjikan Bisnis Uang Palsu

Saksi Andri Yulika juga mengakui adanya surat tersebut.

"Surat itu kemudian saya disposisi ke bagian anggaran karena proposal itu tidak bisa ditindaklanjuti," kata Andri.

Dalam sidang itu, selain Andri, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menghadirkan mantan Kadispora Padang, Mursalim dan mantan bendahara hibah BPKAD Rosmawati.

Ketua Majelis Hakim Juandra menyebutkan sidang akan dilanjutkan pada Jumat (3/9/2022) mendatang dengan agenda keterangan saksi dari JPU.

Sebelumnya dalam sidang pada Senin (8/8/2022) lalu saksi Robby Malvinas mengakui adanya proposal yang diajukan PSP ditandatangani Ketua PSP Mahyeldi dan ditujukan ke Wali Kota Padang yang juga Mahyeldi.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Menyoal Kebocoran Gas Sorik Marapi di Mandailing Natal yang Terus Berulang, Pernah Tewaskan 5 Orang

Menyoal Kebocoran Gas Sorik Marapi di Mandailing Natal yang Terus Berulang, Pernah Tewaskan 5 Orang

Regional
Sudah Masuk Kemarau dan Muncul Titik Api, Dumai Bertatus Siaga Darurat Karhutla

Sudah Masuk Kemarau dan Muncul Titik Api, Dumai Bertatus Siaga Darurat Karhutla

Regional
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 25 Februari 2024 : Pagi hingga Sore Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 25 Februari 2024 : Pagi hingga Sore Hujan Petir

Regional
Jatuh Sakit Usai Diancam saat Pembakaran Kotak Suara, Ketua KPPS di Bima Meninggal Jelang PSU

Jatuh Sakit Usai Diancam saat Pembakaran Kotak Suara, Ketua KPPS di Bima Meninggal Jelang PSU

Regional
Tinjau PSU di Manokwari, Kapolda Papua Barat Interaksi dengan Pemilih di TPS

Tinjau PSU di Manokwari, Kapolda Papua Barat Interaksi dengan Pemilih di TPS

Regional
2 Anggota KPPS di Indragiri Hulu Riau Meninggal Usai Pencoblosan

2 Anggota KPPS di Indragiri Hulu Riau Meninggal Usai Pencoblosan

Regional
1 Pelaku Penganiayaan Anggota TNI hingga Meninggal di Keerom Ditangkap, 1 Buron

1 Pelaku Penganiayaan Anggota TNI hingga Meninggal di Keerom Ditangkap, 1 Buron

Regional
Museum Bengkulu di Bengkulu: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Museum Bengkulu di Bengkulu: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Diguyur Hujan Lebat 3 Jam, Belasan Perumahan di Lampung Kebanjiran

Diguyur Hujan Lebat 3 Jam, Belasan Perumahan di Lampung Kebanjiran

Regional
2 Orang Pelaku Pembakaran 68 Kotak Suara di Bima Positif Narkoba

2 Orang Pelaku Pembakaran 68 Kotak Suara di Bima Positif Narkoba

Regional
Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terjang Satu Desa di Sumbawa, Puluhan Rumah Terendam

Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terjang Satu Desa di Sumbawa, Puluhan Rumah Terendam

Regional
Saat Perhitungan Suara, Warga Siram Bensin ke Kotak Suara di TPS 025 Sanggeng Manokwari

Saat Perhitungan Suara, Warga Siram Bensin ke Kotak Suara di TPS 025 Sanggeng Manokwari

Regional
Dikira Tenggelam di Irigrasi Brebes, Bocah Ini Malah Menonton Aksi Tim SAR

Dikira Tenggelam di Irigrasi Brebes, Bocah Ini Malah Menonton Aksi Tim SAR

Regional
Pemilu Susulan di Demak: Demi 'Nyoblos', Banjir Pun Diterobos

Pemilu Susulan di Demak: Demi "Nyoblos", Banjir Pun Diterobos

Regional
Cerita Disabilitas Netra Ikuti Pemungutan Suara Ulang di Sumbawa, Butuh 20 Menit di Bilik Suara

Cerita Disabilitas Netra Ikuti Pemungutan Suara Ulang di Sumbawa, Butuh 20 Menit di Bilik Suara

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com