Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Misteri Kerangka Manusia di Semak Belukar di Balikpapan Akhirnya Terungkap

Kompas.com - 21/07/2022, 14:14 WIB
Ahmad Riyadi,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Kerangka manusia yang ditemukan di semak belukar kawasan Prona Indah, RT 053 Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, pada Rabu (20/7/2022) sore akhirnya terungkap.

Korban diketahui berinisial IY (21), warga Sepinggan yang telah menghilang sejak April 2022 lalu.

Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Hendri Saragih mengatakan, pihaknya telah mendatangi rumah keluarga korban berbekal dari identitas yang ditemukan di sekitar TKP.

Keterangan yang dihimpun dari keluarganya, bahwa korban kerap pergi dari rumah.

Baca juga: Kerangka Manusia Ditemukan di Semak-semak, Ada Celana hingga KTP di Lokasi

 

Korban juga diketahui memiliki gangguan mental yang membuat dirinya kerap menyendiri dan suka ngomong sendiri.

“Katanya dibilang normal ya enggak, dibilang enggak ya normal. Korban suka ngomong-ngomong sendiri dan memang suka hilang-hilang,” kata Hendri dihubungi Kompas.com, pada Kamis (21/7/2022).

Pihak keluarga yang mengetahui kematian IY ini langsung dimintai keterangan polisi.

Dari hasil penyelidikan di lokasi kejadian, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

Sehingga keluarga korban telah menerima kematian IY lantaran memang mengalami sakit sejak lama.

“Dari pihak keluarga sudah bisa menerima apapun kejadian dari anak itu. Artinya dia merasa itu memang mati wajar karena dia memang sakit. Teman dia enggak punya, musuh juga enggak punya dan memang enggak ada masalah sebenarnya. Cuma kadang ya itu suka hilang-hilang,” ujar dia.

Hendri mengatakan, keluarga korban sejatinya hendak melaporkan kabar kehilangan IY.

Namun, hal ini diurungkan lantaran IY memang kerap menghilang dari rumah dan tiba-tiba muncul kembali dalam waktu yang lama.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

8 Alat Musik Tradisional Sumatera Barat dan Cara Memainkannya

8 Alat Musik Tradisional Sumatera Barat dan Cara Memainkannya

Regional
Trauma, Gadis Pemohon KTP Korban Pelecehan Seksual di Nunukan Menangis Saat Diperiksa

Trauma, Gadis Pemohon KTP Korban Pelecehan Seksual di Nunukan Menangis Saat Diperiksa

Regional
PKB-Gerindra Jajaki Koalisi untuk Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Cinta Lama Bersemi Kembali

PKB-Gerindra Jajaki Koalisi untuk Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Cinta Lama Bersemi Kembali

Regional
Sempat Jadi Bupati Karanganyar Selama 26 Hari, Rober Christanto Maju Lagi di Pilkada

Sempat Jadi Bupati Karanganyar Selama 26 Hari, Rober Christanto Maju Lagi di Pilkada

Regional
Antisipasi Banjir, Mbak Ita Instruksikan Pembersihan dan Pembongkaran PJM Tanpa Izin di Wolter Monginsidi

Antisipasi Banjir, Mbak Ita Instruksikan Pembersihan dan Pembongkaran PJM Tanpa Izin di Wolter Monginsidi

Regional
Soal Wacana DPA Dihidupkan Kembali, Mahfud MD Sebut Berlebihan

Soal Wacana DPA Dihidupkan Kembali, Mahfud MD Sebut Berlebihan

Regional
Baliho Bakal Cawalkot Solo Mulai Bermunculan, Bawaslu: Belum Melanggar

Baliho Bakal Cawalkot Solo Mulai Bermunculan, Bawaslu: Belum Melanggar

Regional
Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Regional
Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Regional
Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Regional
Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Regional
Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Regional
Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Regional
Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Regional
Pria di Magelang Perkosa Adik Ipar, Korban Diancam jika Lapor

Pria di Magelang Perkosa Adik Ipar, Korban Diancam jika Lapor

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com