Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/07/2022, 11:45 WIB
Inang Sh ,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Papua William Manderi mengatakan, penanganan pascabencana sangat penting karena saat itu para korban rentan mengalami masalah mental.

"Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyiagakan 360 relawan yang akan bekerja untuk menangani dampak psikososial bila terjadi bencana alam," tutur William, dikutip dari keterangan persnya, Selasa (5/7/2022).

William menjelaskan, para relawan berperan penting agar petugas medis, khususnya bagian trauma healing. Mereka bisa bekerja efektif guna meminimalkan dampak psikososial bagi para korban bencana.

"Para relawan berperan penting dalam mendata korban yang terindikasi mengalami dampak psikososial. Dengan rekomendasi dari para relawan, para korban segera mendapatkan penanganan dari tenaga ahli," ujarnya.

Selain itu, mengingat kondisi di seluruh wilayah Papua merupakan kawasan rawan bencana, maka penyiapan para relawan harus segera dilakukan.

Baca juga: Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

"Peran para relawan ini tidak hanya untuk penanganan korban bencana alam. Mereka juga menangani korban nonbencana alam, misalnya korban yang mengalami dampak psikososial akibat pandemi Covid-19, " terang William.

Sementara itu, mentor dari Yayasan Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat Papua dan Papua Barat (YP2MP) Aisyah Arifin mengatakan, pembekalan para relawan sangat penting untuk mengetahui cara deteksi dini korban yang rentan mengalami dampak psikososial, seperti warga lanjut usia (lansia).

Hal tersebut bisa diketahui dari pendataan latar belakang korban, seperti hubungan komunikasi yang terputus karena keluarganya meninggal dunia hingga hubungan korban dengan lingkungan yang terganggu.

"Apabila menemukan adanya gangguan kecemasan pada korban yang rentan, maka relawan membantu proses pemulihan dengan merekomendasikan adanya bantuan dari tenaga psikiatri, " tutur Aisyah.

Baca juga: Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com