Kapolda NTB Terbitkan Maklumat, Aksi Blokade Jalan Bakal Dipidana

Kompas.com - 30/05/2022, 10:40 WIB


MATARAM, KOMPAS.com - Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Djoko Poerwanto mengeluarkan maklumat tentang larangan melakukan aksi unjuk rasa yang diwarnai dengan pemblokiran jalan hingga merusak fasilitas umum dan fasilitas vital lainnya.

Menurut Djoko, penutupan atau pemblokiran jalan dengan sengaja tanpa izin menggunakan batu, pohon, ban bekas maupun benda lain, dapat dikenai pidana.

Pasalnya aksi tersebut merugikan banyak pihak sehingga harus dilarang dan ditindak tegas.

Baca juga: Geruduk Polres Bima, BEM Nusantara NTB Desak 10 Mahasiswa Tersangka Blokade Jalan Dibebaskan

Maklumat tentang aturan unjuk rasa itu diterbitkan serta mulai diberlakukan sejak 27 Mei lalu. 

Dalam maklumat tersebut, Djoko mengatakan bahwa tindakan terhadap demonstran yang merusak atau bertentangan dengan Undang-undang merupakan langkah untuk mewujudkan rasa aman dan kenyamanan kehidupan bermasyarakat serta kelancaran lalu lintas di NTB.

Terlebih, kata dia, menyampaian pendapat di muka umum telah diatur dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum. 

"Pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum dilarang menutup jalan, membawa senjata api, bahan peledak, senjata tajam maupun senjata berbahaya lainnya," kata Djoko dalam isi maklumat, dikutip Senin (30/5/2022). 

Baca juga: Anak 15 Tahun Diperkosa Ayah Kandung di Sumbawa NTB

Djoko menjelaskan, penutupan atau pemblokiran jalan dengan sengaja tanpa izin menggunakan batu, pohon, ban bekas maupun benda lain, dapat dikenai pidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara, maupun denda.

"Sebagaimana Pasal 192 ayat (1) KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara, Pasal 192 ayat (2) diancam dengan 15 tahun penjara dan Pasal 63 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar," kata Djoko.

Sementara aksi penyegelan fasilitas publik seperti kantor pemerintahan maupun gedung obyek vital diancam dengan Pasal 170 KUHP dengan hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan penjara.

Baca juga: Ikan-ikan Mati akibat Limbah Misterius di Teluk Bima, Kades: Jangan Dikonsumsi

Penyampaian pendapat di muka umum dilarang membawa, memiliki, menyimpan, mengangkut atau menguasai senjata api, amunisi, bahan peledak, senjata tajam, senjata perusak, atau senjata penusuk serta peralatan lainnya yang membahayakan.

"Terhadap pelaku diancam dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Rl Nomor 12 Tahun 1951 dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun penjara," kata Djoko.

Belakangan diketahui 10 mahasiswa ditahan terkait dugaan provokasi aksi blokade jalan selama empat hari berturut-turut di Desa Waro, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, NTB pada 12 Mei lalu. 

Gubernur NTB sebelumnya telah meminta agar penahanan terhadap 10 mahasiswa tersebut ditangguhkan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baru Ditandatangani Menteri LHK, Status Burung Maleo Senkawor dalam SK LHK Berbeda dengan Kondisi Terkini

Baru Ditandatangani Menteri LHK, Status Burung Maleo Senkawor dalam SK LHK Berbeda dengan Kondisi Terkini

Regional
Sosok Husein Mutahar, Ajudan Soekarno yang Juga Pencipta Lagu Hari Merdeka

Sosok Husein Mutahar, Ajudan Soekarno yang Juga Pencipta Lagu Hari Merdeka

Regional
Di Balik Viralnya 'Ojo Dibandingke' dan Fenomena Musik Kampung yang Naik Kelas

Di Balik Viralnya "Ojo Dibandingke" dan Fenomena Musik Kampung yang Naik Kelas

Regional
Elpiji Subsidi  3 Kg Langka dan Mahal, Warga Bima Pilih Kayu Bakar

Elpiji Subsidi 3 Kg Langka dan Mahal, Warga Bima Pilih Kayu Bakar

Regional
Setiap Bulan, Pengolahan Kelor di NTT Menghasilkan Rp 540 Juta

Setiap Bulan, Pengolahan Kelor di NTT Menghasilkan Rp 540 Juta

Regional
Kuyawage dan Daerah Otonom Baru

Kuyawage dan Daerah Otonom Baru

Regional
Aniaya Terduga Pencuri Sapi hingga Tewas, 6 Warga Konawe Ditangkap Polisi

Aniaya Terduga Pencuri Sapi hingga Tewas, 6 Warga Konawe Ditangkap Polisi

Regional
Ayah Brigadir J Yakin Uang Rp 200 juta Milik Anaknya Tabungan Bekerja 10 Tahun Jadi Polisi

Ayah Brigadir J Yakin Uang Rp 200 juta Milik Anaknya Tabungan Bekerja 10 Tahun Jadi Polisi

Regional
Profil Kota Tomohon

Profil Kota Tomohon

Regional
Pengungsi Papua: Kita Mau Tinggal di Sini Sampai Kapan, Mama?

Pengungsi Papua: Kita Mau Tinggal di Sini Sampai Kapan, Mama?

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengacara Keluarga Brigadir J Laporkan Benny Mamoto | Pemandu Lagu Kecelakaan dan Diperkosa hingga Tewas

[POPULER NUSANTARA] Pengacara Keluarga Brigadir J Laporkan Benny Mamoto | Pemandu Lagu Kecelakaan dan Diperkosa hingga Tewas

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 20 Agustus 2022: Malam Hujan Lebat

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 20 Agustus 2022: Malam Hujan Lebat

Regional
Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 20 Agustus 2022: Siang Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 20 Agustus 2022: Siang Hujan Petir

Regional
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 20 Agustus 2022 : Cerah Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 20 Agustus 2022 : Cerah Sepanjang Hari

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 20 Agustus 2022: Pagi dan Sore Cerah Berawan,

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 20 Agustus 2022: Pagi dan Sore Cerah Berawan,

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.