Polisi Sebut Terduga Pelaku Narkoba yang Tewas di Makassar Melawan Saat Ditangkap

Kompas.com - 19/05/2022, 07:37 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Komang Suartana mengungkapkan jika Muh Arfandi Ardiansyah (18) warga Jl Kandea 2, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar melakukan perlawanan saat ditangkap oleh anggota Polrestabes Makassar terkait kasus dugaan narkoba, Senin (15/5/2022) dinihari.

Hal tersebut diungkapkan Komang ketika dikonfirmasi, Rabu (18/5/2022). Dia menegaskan bahwa untuk sementara masih diamankan 6 orang anggota Satuan Narkoba Polrestabes Makassar yang melakukan penangkapan terhadap Arfandi.

Komang menjelaskan, jika hasil pemeriksaan sementara Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam),  Arfandi melakukan perlawanan saat ditangkap.

Baca juga: Jenazah Arfandi Dipulangkan dalam Keadaan Menyedihkan, 6 Polisi Makassar Dinyatakan Langgar Kode Etik

Sehingga polisi melakukan tindakan untuk melumpuhkan dan selanjutnya Arfandi di bawa ke posko unit 1 Satuan Narkoba Polrestabes Makassar.

"Saat berada di posko unit 1 Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Arfandi mengalami sesak nafas (ngorok)," ujarnya.

Komang membantah jika ada unsur perencanaan pembunuhan terhadap Arfandi.

"Tidak ada unsur perencanaan pembunuhan dan tidak ada unsur penganiayaan juga, karena polisi melakukan tindakan melumpuhkan karena Arfandi melakukan perlawanan serta berusaha kabur saat ditangkap," kilahnya.

Dalam kasus ini, lanjut Komang, kesalahan anggota itu tidak membawa Arfandi segera ke rumah sakit saat gejala sesak napas.

"Kesalahan anggota itu, kenapa tidak dibawa ke rumah sakit segera. Jadi agak terlambat dibawa ke rumah sakit, sehingga saat dalam perjalanan Arfandi meninggal," tandasnya.

Saat ditanya terkait banyaknya luka memar lebam di sekujur tubuh Arfandi, Komang mengaku masih menunggu hasil penyelidikan Propam dan Biddokkes Polda Sulsel.

"Setelah ada hasil penyelidikan, kita tunggu tindak lanjut Propam. Kapolda Sulsel juga sudah memerintahkan tindakan tegas kepada anggota tersebut sesuai dengan prosedur," tambahnya. 

Sebelumnya telah diberitakan, Muh Arfandi Ardiansyah (18) warga Jl Kandea 2, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar tewas setelah ditangkap anggota Polrestabes Makassar terkait kasus dugaan narkoba, Senin (15/5/2022) dini hari. Sekujur tubuh Arfandi penuh luka memar lebam diduga penganiayaan dan penyiksaan.

Baca juga: Pemuda Makassar Tewas Setelah Ditangkap, 6 Anggota Narkoba Polrestabes Diamankan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harimau Teror Warga di Kota Sungaipenuh, 7 Anjing Hilang Diduga Dimangsa Si Belang

Harimau Teror Warga di Kota Sungaipenuh, 7 Anjing Hilang Diduga Dimangsa Si Belang

Regional
Dapat 600 Dosis, Vaksinasi PMK Dimulai dari Sentra Pemasok Sapi Terbesar di Magelang

Dapat 600 Dosis, Vaksinasi PMK Dimulai dari Sentra Pemasok Sapi Terbesar di Magelang

Regional
Didesak Mundur 5 Parpol Pengusung, Ini Respons Wakil Wali Kota Tegal

Didesak Mundur 5 Parpol Pengusung, Ini Respons Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Begini Cara Admin Bank Riau-Kepri Curi Uang Nasabah Sampai Rp 5 Miliar Sejak 2 Tahun Lalu

Begini Cara Admin Bank Riau-Kepri Curi Uang Nasabah Sampai Rp 5 Miliar Sejak 2 Tahun Lalu

Regional
Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Taman Nasional Komodo, 1 Orang Meninggal dan 1 Masih Dicari

Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Taman Nasional Komodo, 1 Orang Meninggal dan 1 Masih Dicari

Regional
2 Sepeda Motor dan 1 Mobil Terlibat Kecelakaan di Kartasura, Sopir Sempat Kabur

2 Sepeda Motor dan 1 Mobil Terlibat Kecelakaan di Kartasura, Sopir Sempat Kabur

Regional
Curi Motor Dinas PNS, Remaja 16 Tahun di Bima Ditangkap Polisi

Curi Motor Dinas PNS, Remaja 16 Tahun di Bima Ditangkap Polisi

Regional
Pengusaha Papan Bunga di Lampung Ditemukan Tewas Tertutup Daun Kering, Polisi Kejar Terduga Pelaku Pembunuhan

Pengusaha Papan Bunga di Lampung Ditemukan Tewas Tertutup Daun Kering, Polisi Kejar Terduga Pelaku Pembunuhan

Regional
Pembentukan Para-Para Adat Restorative Justice di Jayapura, Kejari Gandeng Kepala Suku hingga LMA

Pembentukan Para-Para Adat Restorative Justice di Jayapura, Kejari Gandeng Kepala Suku hingga LMA

Regional
Jelang Idul Adha, Wagub Jateng Instruksikan Pasar Hewan Dibuka

Jelang Idul Adha, Wagub Jateng Instruksikan Pasar Hewan Dibuka

Regional
Tinjau Pembangunan Bendungan Meninting, Menteri Basuki: Jangan sampai Merusak Lingkungan

Tinjau Pembangunan Bendungan Meninting, Menteri Basuki: Jangan sampai Merusak Lingkungan

Regional
Kasus PMK Tinggi, Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 1,9 Miliar untuk Penanganan

Kasus PMK Tinggi, Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 1,9 Miliar untuk Penanganan

Regional
Menteri Basuki Minta Penghijauan di Kawasan Mandalika Dioptimalkan

Menteri Basuki Minta Penghijauan di Kawasan Mandalika Dioptimalkan

Regional
Terungkap, Admin Bank Riau-Kepri Maling Uang 71 Nasabah Senilai Rp 5 Miliar untuk Judi Online

Terungkap, Admin Bank Riau-Kepri Maling Uang 71 Nasabah Senilai Rp 5 Miliar untuk Judi Online

Regional
Di Balik Kasus Suami Cekik Istri gara-gara Cekcok Masalah Penghasilan di Tulungagung

Di Balik Kasus Suami Cekik Istri gara-gara Cekcok Masalah Penghasilan di Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.