Kompas.com - 07/05/2022, 09:15 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat memperkirakan 100.000 kendaraan masuk ke Sumbar sejak mudik Lebaran yang dimulai 28 April lalu hingga Jumat (6/5/2022).

Jumlah itu meningkat tajam diperkirakan karena dua tahun sebelumnya pemerintah melarang mudik Lebaran.

Sementara pada mudik Lebaran terakhir pada 2019, tercatat hanya 60.000 kendaraan yang masuk Sumbar.

Baca juga: Cerita di Balik Mudik Lebaran 2022, Ada yang Melahirkan hingga Tertinggal di Rest Area

"Hingga Jumat (6/5/2022) diperkirakan sekitar 100.000 kendaraan yang masuk Sumbar sejak Operasi Ketupat pada 28 April lalu," kata Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Hilman Wijaya yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (7/5/2022).

Hilman mengatakan kendaraan yang masuk ke Sumbar itu berasal dari daerah tetangga seperti Riau, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan hingga Jakarta.

Akibat tingginya angka kendaraan yang masuk ke Sumbar, kata Hilman, menyebabkan terjadinya kemacetan di sejumlah lokasi.

Kemacetan terjadi di daerah-daerah yang memiliki lokasi wisata unggulan seperti Padang Panjang, Bukittinggi, Limapuluh Kota, hingga Pesisir Selatan.

"Biasanya memang yang macet itu terjadi di ruas jalan menuju objek wisata. Contohnya Bukittinggi, Pesisir Selatan dan lainnya," kata Hilman.

Hilman mengatakan personelnya di lapangan bekerja ekstra keras untuk mengurai kemacetan yang terjadi.

"Di lokasi-lokasi itu, petugas stand by mengurai kemacetan. Kita kerja ekstra untuk itu," kata Hilman.

Menurut Hilman, mulai hari ini diperkirakan terjadi arus balik dimana kendaraan-kendaraan tersebut meninggalkan Sumbar dan kembali ke daerah masing-masing.

"Sebenarnya sudah sejak kemarin telah ada yang meninggalkan Sumbar. Tapi diprediksi puncaknya pada hari ini dan besok," jelas Hilman.

Baca juga: Selama Mudik Lebaran, Polisi Amankan Dua Pencopet dan Tujuh Sajam di Pelabuhan Semayang Balikpapan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Tanker Terbakar Saat Sedang Menyuplai BBM ke SPBU di Maluku, Ini Penyebabnya

Kapal Tanker Terbakar Saat Sedang Menyuplai BBM ke SPBU di Maluku, Ini Penyebabnya

Regional
Luwu Utara Bakal Dapat Manfaat Besar dari IKN

Luwu Utara Bakal Dapat Manfaat Besar dari IKN

Regional
Bambang Pacul Sebut Puan Maharani Akan Temui Lagi Prabowo Subianto

Bambang Pacul Sebut Puan Maharani Akan Temui Lagi Prabowo Subianto

Regional
Sekda NTT Meninggal Dunia akibat Kecelakaan

Sekda NTT Meninggal Dunia akibat Kecelakaan

Regional
Serahkan 1.000 Paket Sembako di Solo, Puan Maharani Diteriaki Warga 'Mbak Puan Jadi Presiden'

Serahkan 1.000 Paket Sembako di Solo, Puan Maharani Diteriaki Warga "Mbak Puan Jadi Presiden"

Regional
Pasutri Tewas Saat Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan, Rencana Rayakan Ulang Tahun Anak

Pasutri Tewas Saat Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan, Rencana Rayakan Ulang Tahun Anak

Regional
Tumbuhkan Perekonomian UMKM dan Petani, Pemkab Wonogiri Gelar Festival Kopi dan Batik 2022

Tumbuhkan Perekonomian UMKM dan Petani, Pemkab Wonogiri Gelar Festival Kopi dan Batik 2022

Regional
Puan Maharani Minta Aparat Selidiki Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang

Puan Maharani Minta Aparat Selidiki Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang

Regional
Ratusan Korban Jiwa Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, Ini Respons Ketua PSSI

Ratusan Korban Jiwa Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, Ini Respons Ketua PSSI

Regional
Wanita Tertembak Polisi di Kaltara, Suami Korban: Anak Saya Kelas 6 SD Menangis Lihat Ibunya Berdarah

Wanita Tertembak Polisi di Kaltara, Suami Korban: Anak Saya Kelas 6 SD Menangis Lihat Ibunya Berdarah

Regional
Tragedi Penjual Bensin Eceran Tertembak hingga Peluru Tembus ke Bahu, Awalnya Polisi Hendak Kejar Buronan

Tragedi Penjual Bensin Eceran Tertembak hingga Peluru Tembus ke Bahu, Awalnya Polisi Hendak Kejar Buronan

Regional
Begini Nasib Pria yang Cekik Leher Istri Temannya hingga Tewas usai Ditolak Bercinta

Begini Nasib Pria yang Cekik Leher Istri Temannya hingga Tewas usai Ditolak Bercinta

Regional
Polemik Pemilik Ruko Mewah yang Masih Terima Bansos, Dicap 'Warga Miskin' di Tembok Rumah hingga Akhirnya Mundur

Polemik Pemilik Ruko Mewah yang Masih Terima Bansos, Dicap "Warga Miskin" di Tembok Rumah hingga Akhirnya Mundur

Regional
Lhokseumawe yang Tetap Berdaya Selepas Masa Petrodollar

Lhokseumawe yang Tetap Berdaya Selepas Masa Petrodollar

Regional
Malam Mencekam di Kanjuruhan Arema: Tembakan Gas Air Mata, Suporter Terinjak, 127 Orang Tewas

Malam Mencekam di Kanjuruhan Arema: Tembakan Gas Air Mata, Suporter Terinjak, 127 Orang Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.