Kompas.com - 07/05/2022, 07:47 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sejumlah keluarga tahanan yang tewas di sel menggeruduk Markas Kepolisian Resor (Mapolres Muna) Jl By Pass, Kecamatan Raha 1, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Jumat (6/5/2022).

Mereka meminta polisi bertanggung jawab atas tewasnya tahanan bernama Amis Ando (43) yang ditahan selama 12 jam di Mapolres Muna.

Awalnya aksi demonstrasi berlangsung damai, namun tiba-tiba menjadi ricuh ketika keluarga korban memaksa masuk ke dalam Mapolres Muna.

Massa dihalangi aparat kepolisian yang berjaga, sehingga aksi saling dorong tak terhindarkan.

Baca juga: Ada Lebam dan Mulut Berbusa, Amis Ando Tewas Setelah 12 Jam Ditahan karena Mabuk dan Bawa Badik

Situasi kembali kondusif setelah pihak keluarga mengurungkan niat untuk merangsek masuk ke dalam Mapolres Muna.

Tak berapa lama, situasi kembali tegang dan berujung ricuh saat massa hendak membakar ban bekas.

Kakak korban, Nisam Ando mendesak Propam untuk memeriksa sejumlah polisi yang melakukan penangkapan.

"Kami meminta kepada Kapolres Muna agar bertanggung jawab atas kematian adik saya. Kami meminta keadilan agar kematian adik saya jelas," ujarnya.

Baca juga: Ada Tahanan Tewas Setelah 12 Jam Ditahan, Kapolres Muna Buka Suara

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Muna, IPTU Astaman Rifaldy Saputra mengaku masih menunggu keterangan medis.

"Kami masih menunggu hasil visum secara resmi RSUD Muna terkait penyebab meninggalnya korban," katanya.

Sebelumnya diberitakan Amis Ando meninggal dunia usai ditahan selama 12 jam di sel tahanan Mapolres Muna.

Amis Ando ditangkap aparat Polres Muna lalu digelandang ke sel tahanan Mapolres Muna pada Selasa (3/5/2022) pukul 20.00 Wita.

Amis Ando ditangkap setelah diduga melakukan pengancaman kepada warga menggunakan senjata tajam dalam keadaan mabuk.

Baca juga: Tahanan Polres Muna Tewas Saat 12 Jam Ditahan, Keluarga Tidak Terima

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Penanaman Modal di IKN, Pemerintah Siapkan Rancangan Peraturan Berusaha

Mudahkan Penanaman Modal di IKN, Pemerintah Siapkan Rancangan Peraturan Berusaha

Regional
Ibu Pukul Anak dengan Sapu hingga Gagang Patah Dilaporkan Mantan Suami

Ibu Pukul Anak dengan Sapu hingga Gagang Patah Dilaporkan Mantan Suami

Regional
Cabuli Tetangga Berusia 13 Tahun, Pekerja Gereja di NTT Ditangkap

Cabuli Tetangga Berusia 13 Tahun, Pekerja Gereja di NTT Ditangkap

Regional
Viral Video 3 Pemandu Karaoke di Semarang Keroyok Teman Seprofesi Gara-gara Dugaan Korupsi Mami Karaoke

Viral Video 3 Pemandu Karaoke di Semarang Keroyok Teman Seprofesi Gara-gara Dugaan Korupsi Mami Karaoke

Regional
Dicegah Berkantor Sejak Dilantik, Massa Pendukung Kepala Desa di Sulut Terobos Kantor Desa.

Dicegah Berkantor Sejak Dilantik, Massa Pendukung Kepala Desa di Sulut Terobos Kantor Desa.

Regional
'Uang Damai' Sopir Travel di Tol Ciawi-Sukabumi yang Berujung Mutasi Polisi

"Uang Damai" Sopir Travel di Tol Ciawi-Sukabumi yang Berujung Mutasi Polisi

Regional
Kejadian Dramatis Sopir Travel Ditilang Polisi di Tol Ciawi-Sukabumi, Titip 'Uang Damai' Rp 600.000 hingga Kapolres Bogor Minta Maaf

Kejadian Dramatis Sopir Travel Ditilang Polisi di Tol Ciawi-Sukabumi, Titip "Uang Damai" Rp 600.000 hingga Kapolres Bogor Minta Maaf

Regional
Akal Bulus Pencuri Bio Solar Subsidi 500 Liter di SPBU, Aksinya Tak Ketahuan Selama 10 Tahun

Akal Bulus Pencuri Bio Solar Subsidi 500 Liter di SPBU, Aksinya Tak Ketahuan Selama 10 Tahun

Regional
 Kekecewaan Keluarga Saat Mencari Keadilan untuk Anaknya yang Dicabuli Oknum Guru di Sekolah

Kekecewaan Keluarga Saat Mencari Keadilan untuk Anaknya yang Dicabuli Oknum Guru di Sekolah

Regional
Diduga Tipu Warga Rp 175 Juta, Seorang Dokter di Bima Dilaporkan ke Polisi

Diduga Tipu Warga Rp 175 Juta, Seorang Dokter di Bima Dilaporkan ke Polisi

Regional
Pembangunan IKN, Wali Kota Samarinda: Jangan Sampai Memobilisasi Tenaga Kerja dari Luar Kaltim

Pembangunan IKN, Wali Kota Samarinda: Jangan Sampai Memobilisasi Tenaga Kerja dari Luar Kaltim

Regional
Detik-detik Suami Istri di Dompu Tewas Terbakar di Dalam Mobil, Kendaraan Terjun ke Jurang

Detik-detik Suami Istri di Dompu Tewas Terbakar di Dalam Mobil, Kendaraan Terjun ke Jurang

Regional
2 Kurir Sabu 16 Kg di Asahan Sumut Ditangkap, Dijanjikan Upah Rp 1,5 Juta Per Kg

2 Kurir Sabu 16 Kg di Asahan Sumut Ditangkap, Dijanjikan Upah Rp 1,5 Juta Per Kg

Regional
Hasil Otopsi, Kapolda Sulteng Pastikan DPO Teroris Askar Tewas

Hasil Otopsi, Kapolda Sulteng Pastikan DPO Teroris Askar Tewas

Regional
Kecam Penembakan di Teluk Bintuni, Ketua DPR Papua Barat: Para Pekerja Membuka Keterisolasian, Jangan Hambat Pembangunan

Kecam Penembakan di Teluk Bintuni, Ketua DPR Papua Barat: Para Pekerja Membuka Keterisolasian, Jangan Hambat Pembangunan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.