Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasutri Penambang Emas Terseret Arus Sungai di Mimika, Istri Tewas, Suami Masih Hilang

Kompas.com - 20/04/2022, 07:43 WIB
Kontributor Kompas TV Timika, Irsul Panca Aditra,
Andi Hartik

Tim Redaksi

TIMIKA, KOMPAS.com - Pasangan suami istri penambang emas tradisional di bantaran aliran sungai area PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua, terseret arus sungai, Senin (18/4/2022) malam sekitar pukul 20.00 WIT.

Keduanya adalah Egiono Fatmil (23) dan Brenda Wenehen (18). Mereka terserat arus sungai di Mile 28.

Pada Selasa (19/4/2022) siang, korban Brenda Wenehen berhasil ditemukan oleh pihak keluarga dan kerabat di Mile 25 dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan, suami Brenda,  hingga kini belum ditemukan.

Baca juga: Mengenal Suku Kamoro di Mimika, Menghargai Alam hingga Tak Banyak Bicara

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Operasi dan Siaga Kantor SAR Timika, Syahril mengatakan, korban hanyut setelah berusaha menyeberangi Sungai Mile 28 untuk pulang dari tempat mendulang emas tradisional.

"Saat kejadian, keluarga korban yang berada di lokasi sempat berusaha menolong, namun arus sungai begitu deras," kata Syahril.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Kabupaten Mimika, Ibu Kota Calon Provinsi Baru Papua Tengah

Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika bersama potensi SAR lainnya kemudian melanjutkan pencarian terhadap Egiono. Pencarian dengan menyusuri pinggiran sungai Mile 28 hingga Mile 21. Namun, hingga Selasa petang korban belum ditemukan.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George L M Randang mengatakan, pencarian korban dilakukan dengan menggunakan dua unit perahu karet. Pencarian korban dilanjutkan hari ini, Rabu (20/4/2022).

"Pukul 07.00 WIT, Tim SAR kembali melakukan pencarian," kata George, Rabu pagi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cerita Warga Banten Kesulitan Air hingga Harus Mencuci di Sungai

Cerita Warga Banten Kesulitan Air hingga Harus Mencuci di Sungai

Regional
Bentrok Antar-kelompok di Wouma, 2 Orang Meninggal

Bentrok Antar-kelompok di Wouma, 2 Orang Meninggal

Regional
Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Regional
Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Regional
Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Regional
Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Regional
Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Regional
3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

Regional
Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Regional
Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Regional
Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Regional
Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode 'Long-acting'

Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode "Long-acting"

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Regional
Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com