Kompas.com - 19/03/2022, 11:22 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan Noor Thoha telah berkoordinasi dengan KPU Provinsi dan KPU RI terkait surat undangan untuk menghadiri rakor pembahasan penundaan pemilu tahun 2024.

Noor Thoha mengatakan tidak mendapat izin untuk hadir menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.

Noor Thoha membenarkan adanya undangan tersebut yang ditujukan kepada Ketua KPU Balikpapan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Balikpapan, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Balikpapan.

Dalam surat tersebut dirinya diminta menjadi pemateri untuk membahas teknis dan prosedur pelaksanaan pemilu.

Baca juga: Beredar Surat Undangan Rakor Pemunduran Pemilu, Ini Kata Mahfud MD

"Desainnya itu saya menjelaskan lembaga teknis penyelenggaraan. Nanti Bawaslu menjelaskan tentang teknis pengawasan, Kesbangpol tentang isu pejabat, wali kota, gubernur yang kosong itu," kata Noor Thoha, saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (19/3/2022).

Setelah menerima surat tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan KPU Provinsi dan KPU RI.

Namun, KPU RI meminta untuk tidak menghadiri rakor tersebut jika membahas soal penundaan pemilu.

Hal ini dinilai sangat sensitif serta menghindari opini miring dari masyarakat jika KPU menghadiri kegiatan itu.

"Nah, arahannya dari pimpinan, kalau temanya masih isu kemunduran Pemilu, disarankan KPU Balikpapan untuk tidak hadir. Sikap KPU Kota Balikpapan secara hirarki KPU Balikpapan di bawah Provinsi Kalimantan Timur, otomatis kami taat kepada pimpinan," ujar dia.

Noor Thoha juga sempat menanyakan kepada narahubung di dalam surat undangan itu terkait tema rakor tersebut.

Narahubung berinisial S disebut mengatakan akan mengganti tema dari rakor tersebut agar menepis anggapan pemerintah akan melakukan penundaan pemilu 2024.

"Nah, beliau menjawab temanya akan diubah, jadi bukan itu. Temanya itu pemerintah tetap mendukung pemilu tahun 2024. Jadi menepis anggapan bahwa pemerintah membahas isu kemunduran itu (pemilu). Tapi, itu kan sebatas lisan, tidak by surat. Kami menunggu perkembangan satu sampai dua hari ini," ungkap dia.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Guru Besar UGM Tewas Terseret Ombak | Kecelakaan di Tol Bawen-Ungaran

[POPULER NUSANTARA] Guru Besar UGM Tewas Terseret Ombak | Kecelakaan di Tol Bawen-Ungaran

Regional
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 25 September 2022: Siang hingga Sore Cerah

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 25 September 2022: Siang hingga Sore Cerah

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 25 September 2022: Cerah Berawan Pagi hingga Sore

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 25 September 2022: Cerah Berawan Pagi hingga Sore

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 25 September 2022: Pagi Cerah Berawan dan Sore Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 25 September 2022: Pagi Cerah Berawan dan Sore Berawan

Regional
Ular Raksasa di Muna Barat Ditangkap dan Dipotong Warga, BKSDA Baubau Keluarkan Peringatan

Ular Raksasa di Muna Barat Ditangkap dan Dipotong Warga, BKSDA Baubau Keluarkan Peringatan

Regional
Videonya Tenggak Congyang Viral, Kades di Grobogan: Itu Akting Guyonan, Botol Kosong

Videonya Tenggak Congyang Viral, Kades di Grobogan: Itu Akting Guyonan, Botol Kosong

Regional
Gelombang Laut Selatan Jawa Capai 6 Meter, Nelayan dan Operator Tongkang Batu Bara Diminta Waspada

Gelombang Laut Selatan Jawa Capai 6 Meter, Nelayan dan Operator Tongkang Batu Bara Diminta Waspada

Regional
Ular Raksasa Sebesar Pohon Kelapa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga

Ular Raksasa Sebesar Pohon Kelapa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga

Regional
12 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Salah Satunya Candi Prambanan

12 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Salah Satunya Candi Prambanan

Regional
Kronologi Sepasang Mahasiswa Tersambar Petir Saat Camping di Bukit Waruwangi, Satu Orang Tewas

Kronologi Sepasang Mahasiswa Tersambar Petir Saat Camping di Bukit Waruwangi, Satu Orang Tewas

Regional
Verifikasi Administrasi Parpol di Kota Tegal, KPU Masih Temukan Keanggotaan Ganda

Verifikasi Administrasi Parpol di Kota Tegal, KPU Masih Temukan Keanggotaan Ganda

Regional
Berlibur Sembari Menguji Adrenalin di Rumah Hantu Nusantara Semarang

Berlibur Sembari Menguji Adrenalin di Rumah Hantu Nusantara Semarang

Regional
Perahu Motor Pengangkut Tim Vaksinator Covid-19 di Sumba Timur Tenggelam

Perahu Motor Pengangkut Tim Vaksinator Covid-19 di Sumba Timur Tenggelam

Regional
Dianiaya Siswanya, Guru SMA di Kupang Masih Trauma

Dianiaya Siswanya, Guru SMA di Kupang Masih Trauma

Regional
Pria di Mamuju Ditikam Pacar Sendiri Saat Sedang Tidur, Korban Sempat Enggan Melapor

Pria di Mamuju Ditikam Pacar Sendiri Saat Sedang Tidur, Korban Sempat Enggan Melapor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.