Kompas.com - 08/03/2022, 23:56 WIB

CIREBON, KOMPAS.com - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Cirebon Jawa Barat, menangkap seorang kakek berinisial KML (64) pada Senin (7/3/2022) malam.

Ia ditangkap setelah ketahuan memerkosa gadis disabilitas berinisial D (25) yang tak lain adalah tetangganya sendiri di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon.

Pantauan Kompas.com, KML tiba di halaman Mapolresta Cirebon, pada Selasa (8/3/2022) malam hari.

Sejumlah petugas membawa KML keluar dari mobil dengan posisi tangan terikat.

Baca juga: Kakek di Tasikmalaya Perkosa Gadis Disabilitas, Mengendap-endap ke Kamar Korban Tengah Malam

Saat dibawa ke ruang pemeriksaan, KML terus menundukan kepalanya setelah aksi bejatnya terbongkar.

Di hadapan penyidik, KML mengakui telah memerkosa gadis yang merupakan tetangganya itu sebanyak dua kali.

Baca juga: Perempuan Disabilitas di Buleleng Diduga Diperkosa Tetangga Sendiri.

"Di kebun Bu. Awalnya saya mau pulang. Saya mengajak korban pulang karena tetangga dekat. Di situ saya langsung lupa. Kaya kerasukan apa ya," kata KML menjawab pertanyaan penyidik.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton menyampaikan, pelaku sadar korban memiliki keterbelakangan mental.

Hal tersebut dimanfaatkan pelaku untuk mengancam agar tidak menceritakan kejadian yang dialaminya.

"Saat kejadian tersebut, korban ditarik oleh pelaku. Korban ini karena mengalami keterbelakangan mental, di situlah kelemahan dia, dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan hal tersebut, disertai ancaman," kata Anton kepada Kompas.com di Mapolresta Cirebon, Selasa (8/3/2022) malam.

Polisi terjunkan pendamping 

Anton menerangkan, pemerkosaan ini terjadi pada akhir September 2021.

Sejak kejadian korban diam dan tidak menceritakan apapun ke keluarga.

Namun, lambat laun keluarga curiga dan mulai melaporkan dugaan tindak kekerasan pada awal Januari 2022.

Sejak saat itu, polisi langsung bergerak melakukan penanganan.

Anton mengungkapkan, petugas sempat mengalami kesulitan saat mendekati korban.

Tak putus asa, petugas berkerja sama dengan tim ahli atau pendamping untuk mendekati dan menggali keterangan korban.

"Di sini, kita didampingi oleh pendamping yang mengerti dan memahami kondisi korban. Akhirnya dia menceritakan kejadian tersebut, sehingga penyidik menyimpulkan telah terjadi perbuatan tersebut," tambahnya.

Penyidik juga melakukan visum terhadap korban untuk memastikan tindak kekerasan di tubuh korban.

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi terkait hal tersebut. Setelah cukup bukti, polisi menangkap pelaku dan ditetapkan sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 285 KUHP dan diancam hukum maksimal 12 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pria di Lokasi Penggembalaan Ternak di Lembata

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pria di Lokasi Penggembalaan Ternak di Lembata

Regional
Sempat Ditahan, 5 Penganiaya ASN di NTT Dibebaskan Sementara

Sempat Ditahan, 5 Penganiaya ASN di NTT Dibebaskan Sementara

Regional
Polisi Ungkap Motif Pria di Maluku Bunuh dan Bakar Kuburan Istrinya, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Polisi Ungkap Motif Pria di Maluku Bunuh dan Bakar Kuburan Istrinya, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Regional
Kronologi Pasutri dan Balita Dikeroyok Pemain Bola di Jeneponto, Polisi Ringkus 2 Pelaku

Kronologi Pasutri dan Balita Dikeroyok Pemain Bola di Jeneponto, Polisi Ringkus 2 Pelaku

Regional
Remaja Pangkalpinang Diduga Jadi Korban Penembakan Oknum TNI, Kasus Ditangani Denpom Bangka

Remaja Pangkalpinang Diduga Jadi Korban Penembakan Oknum TNI, Kasus Ditangani Denpom Bangka

Regional
Laka Tunggal Mobil Tabrak Pohon di Ringroad Sleman, Sopir Terjepit

Laka Tunggal Mobil Tabrak Pohon di Ringroad Sleman, Sopir Terjepit

Regional
Remaja 13 Tahun Diperkosa Pamannya Sendiri Sejak Kelas 2 SD, Mengadu ke Ayahnya tapi...

Remaja 13 Tahun Diperkosa Pamannya Sendiri Sejak Kelas 2 SD, Mengadu ke Ayahnya tapi...

Regional
Pencurian Terekam CCTV di SMKN 1 Klaten Saat Upacara 17 Agustus, Polisi Periksa 2 Saksi

Pencurian Terekam CCTV di SMKN 1 Klaten Saat Upacara 17 Agustus, Polisi Periksa 2 Saksi

Regional
Jokowi Sebut Inflasi Jambi Tertinggi di Indonesia, Ini Solusi Gubernur dan BI

Jokowi Sebut Inflasi Jambi Tertinggi di Indonesia, Ini Solusi Gubernur dan BI

Regional
Tega Bunuh Istri karena Terbakar Cemburu, Pria di Maluku Terancam Hukuman Mati

Tega Bunuh Istri karena Terbakar Cemburu, Pria di Maluku Terancam Hukuman Mati

Regional
Sebelum Tewas Terjatuh, Pendaki Israel Sempat Berswafoto di Tepi Jurang Puncak Rinjani

Sebelum Tewas Terjatuh, Pendaki Israel Sempat Berswafoto di Tepi Jurang Puncak Rinjani

Regional
Jadi Bandar Judi Togel Sydney hingga Hongkong, Tukang Sayur di Garut Diringkus Polisi

Jadi Bandar Judi Togel Sydney hingga Hongkong, Tukang Sayur di Garut Diringkus Polisi

Regional
Gedung Merdeka di Bandung: Sejarah, Fungsi, dan Arsitek

Gedung Merdeka di Bandung: Sejarah, Fungsi, dan Arsitek

Regional
Isolasi Mandiri, Gibran, Selvi Ananda hingga Jan Ethes Terpapar Covid-19, Diduga Terpapar dari ART

Isolasi Mandiri, Gibran, Selvi Ananda hingga Jan Ethes Terpapar Covid-19, Diduga Terpapar dari ART

Regional
TKW Asal Cianjur Korban Penyiraman Bubur Panas oleh Majikannya Berhasil Dipulangkan

TKW Asal Cianjur Korban Penyiraman Bubur Panas oleh Majikannya Berhasil Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.