Kompas.com - 03/03/2022, 18:14 WIB

BALANGAN, KOMPAS.com - Seorang remaja berinisial A (14) di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) ditemukan tewas setelah terkena jebakan babi di salah satu kebun milik warga.

Kepala Seksi Humas Polres Balangan, Ipda B Piktrus Purba mengatakan, jebakan babi yang dipasang pemilik kebun berinisial IG (43) terbuat dari bambu dan cara kerjanya menyerupai panah.

Baca juga: Diiming-imingi Sejumlah Uang, Remaja di Tanah Bumbu Kalsel Belasan Kali Dicabuli Tetangga Desanya

"Saat kejadian, korban melintas di kebun pisang milik IG dan disitu korban terkena jebakan babi itu," ujar Ipda B Piktrus Purba saat dikonfirmasi, Kamis (3/3/2022).

Menurut Piktrus, pemilik kebun memang sengaja memasang perangkap karena babi sering merusak tanaman pisang miliknya.

Namun, dia tak menyangka jika tetangganya yang terperangkap dan menjadi korban.

Karena panik, IG kemudian menguburkan korban tak jauh dari perangkap babi yang dipasangnya.

"Dia tak menyangka dan panik. Dia kemudian menguburkan korban sekitar 50 meter dari perangkap itu," jelasnya.

Baca juga: 8 Temannya Tewas Ditembaki KKB, 1 Pekerja yang Selamat Lambaikan Tangan ke CCTV

 

Merasa bersalah

Beberapa hari kemudian, karena dihantui rasa bersalah, IG akhirnya menemui kepala desa setempat untuk melaporkan peristiwa naas di kebun miliknya.

Kepala desa kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan menuju kebun untuk mengevakuasi jenazah korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Korban akhirnya kita evakuasi dan pemilik kebun kita tetapkan sebagai tersangka," tambahnya.

Baca juga: Bus Pariwisata Rombongan Siswa Tabrak Tebing di Jalur Tengkorak Purbalingga, Kernet Tewas

Piktrus menambahkan, saat ditemukan, korban mengalami luka di bagian dada karena tertusuk bambu perangkap.

Tusukan itu diduga menjadi penyebab korban meninggal dunia.

"Korban sudah diambil pihak keluarga dan sudah dimakamkan," pungkasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pemilik kebun akan dikenakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terlilit Utang, Penjaga Kos Tega Gadaikan Tiga Unit Motor Majikan

Terlilit Utang, Penjaga Kos Tega Gadaikan Tiga Unit Motor Majikan

Regional
Sembilan Pangkalan Nakal di Balikpapan Diberi Sanksi Akibat Jual Elpiji di Atas HET

Sembilan Pangkalan Nakal di Balikpapan Diberi Sanksi Akibat Jual Elpiji di Atas HET

Regional
Ibu Muda Akhiri Hidup di Depan Bayi Kembar dan Balitanya, Jenazah Ditemukan Pertama Kali oleh Anak Sulung

Ibu Muda Akhiri Hidup di Depan Bayi Kembar dan Balitanya, Jenazah Ditemukan Pertama Kali oleh Anak Sulung

Regional
Ombudsman NTB Sebut Sejumlah Pejabat ULP Lombok Timur Dimutasi, Ini Kata Imigrasi

Ombudsman NTB Sebut Sejumlah Pejabat ULP Lombok Timur Dimutasi, Ini Kata Imigrasi

Regional
Gibran Rakabuming Raka Beri Oleh-oleh Keris untuk Dream Theater

Gibran Rakabuming Raka Beri Oleh-oleh Keris untuk Dream Theater

Regional
Gara-gara Tak Mau Diajak Pulang, Istri di Bulukumba Ditusuk Suami Pakai Badik, Ini Ceritanya

Gara-gara Tak Mau Diajak Pulang, Istri di Bulukumba Ditusuk Suami Pakai Badik, Ini Ceritanya

Regional
Keluarga Brigadir J Buka Pintu Maaf untuk Irjen Ferdy Sambo tapi Hukum Tetap Berlaku

Keluarga Brigadir J Buka Pintu Maaf untuk Irjen Ferdy Sambo tapi Hukum Tetap Berlaku

Regional
Angin Kencang Berpotensi Landa 5 Pulau di NTT, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Angin Kencang Berpotensi Landa 5 Pulau di NTT, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Regional
Pemkot Balikpapan Siap Hadapi Gugatan PBH Peradi Terkait Kasus Laka Maut Muara Rapak

Pemkot Balikpapan Siap Hadapi Gugatan PBH Peradi Terkait Kasus Laka Maut Muara Rapak

Regional
10.000 Nakes di Kota Padang Mulai Divaksin Covid-19 Dosis Keempat

10.000 Nakes di Kota Padang Mulai Divaksin Covid-19 Dosis Keempat

Regional
Tak Ada Permintaan hingga Kualitas Rendah Jadi Sebab Harga TBS di Bengkulu Belum Rp 2.000 Per Kg

Tak Ada Permintaan hingga Kualitas Rendah Jadi Sebab Harga TBS di Bengkulu Belum Rp 2.000 Per Kg

Regional
Proses SKCK Tak Selesai 1 x 24 Jam, Surat Diantar ke Rumah Pemohon

Proses SKCK Tak Selesai 1 x 24 Jam, Surat Diantar ke Rumah Pemohon

Regional
Rujuk Ditolak, Suami Tusuk Perut Istri hingga Kritis

Rujuk Ditolak, Suami Tusuk Perut Istri hingga Kritis

Regional
Sejumlah Wilayah NTB Berpotensi Dilanda Kekeringan, Mana Saja?

Sejumlah Wilayah NTB Berpotensi Dilanda Kekeringan, Mana Saja?

Regional
Kasus Pembunuhan Bocah Dalam Septic Tank, Keluarga Serahkan Rekaman CCTV

Kasus Pembunuhan Bocah Dalam Septic Tank, Keluarga Serahkan Rekaman CCTV

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.