Kasus Pungli Pemakaman Jenazah Covid-19 di Madiun, Puskesmas Bantah Tarik Biaya

Kompas.com - 11/12/2021, 12:49 WIB

MADIUN, KOMPAS.com- Kepala Puskesmas Krebet, Kabupaten Madiun, dr Elrina Sri Orbaningwati membantah adanya penarikan biaya pemulasaraan dan pemakaman dua jenazah pasien Covid-19 yang berasal dari Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng.

Setelah meninggal dunia akibat virus corona, dua jenazah itu diserahkan kepada pemerintah desa setempat untuk dilakukan pemakaman secara protokol kesehatan.

“Tidak ada pungutan (biaya pemulasaraan dan pemakaman) di puskesmas,” kata Erlina saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/12/2021).

Baca juga: Tolak Berikan Pungli, Seorang Guru Jadi Korban Penganiayaan Preman Pelabuhan

Erlina menuturkan pemulasaraan dan pemakaman jenazah pasien Covid-19 itu menjadi urusan desa bukan puskesmas.

Setelah pasien meninggal, jenazahnya dikembalikan ke desa.

Terlebih selama ini, warga di desa sudah dilatih pemulasaraan jenazah pasien Covid-19.

Dengan demikian bila ada kasus kejadian kematian pasien di luar rumah sakit pemulasaraan dilakukan di desa dengan didampingi tenaga kesehatan.

Baca juga: Video Viral Dugaan Pungli di Samsat Magetan, Polisi: Sudah Diproses, Pelakunya Pekerja Harian Lapangan

Menurut Erlina, tidak ada anggaran untuk biaya pemulasaraan di puskesmas. Pasalnya tidak ada sarana untuk pemulasaraan jenazah pasien Covid-19.

Erlina menyatakan istri mantan Kades Purworejo, Eni Suhartati saat itu masih bekerja di Puskesmas Krebet.

 

Namun saat itu posisinya bukan petugas yang merujuk pasien. Hanya saja, saat itu Eni sebagai istri kepala desa mengurusi warganya yang meninggal akibat Covid-19.

“Dia itu bukan perawat dan bukan bidan,” kata Erlina.

Erlina menambahkan saat itu kasus Covid-19 sementara tinggi-tingginya di Kabupaten Madiun.

Baca juga: Pemkot Surabaya Ingatkan Tak Ada Pungli, Urus 4 Layanan Adminduk Melalui Ketua RT Gratis

Puskesmas hanya merujuk pasien Covid-19 untuk antre mendapatkan perawatan di rumah sakit. Hanya saja itu saat itu kondisi rumah sakit penuh.

Diberitakan sebelumnya, Pergerakan Tuntas Anti Korupsi (Petir) melaporkan dugaan pungutan uang pemakaman jenazah Covid-19 ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Kamis (9/12/2021).

Dua keluarga pasien Covid-19 di Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun sebelumnya mengadu karena diminta biaya pemakaman pasien Covid-19 hingga jutaan rupiah.

Koordinator Petir, Rizal Simanjuntak menuturkan, aduan dugaan korupsi dilaporkan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

Baca juga: Siasat Pegawai BPN Lebak demi Pungli Pembuatan SHM

Ia menyayangkan lantaran masyarakat yang terdampak Covid-19 banyak yang berasal dari kalangan ekonomi lemah.

“Sangat disayangkan karena masyarakat yang terdampak Covid-19 itu kan ekonomi lemah. Jadi pihak seharusnya membantu,” kata Rizal, Kamis.

Soal kerugian yang diderita warga, Rizal menyampaikan masih sementara tahap evaluasi terlebih dahulu di kejaksaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nekat Culik Istri Tetangga, Pria asal Sampang Ditangkap di Banjarmasin

Nekat Culik Istri Tetangga, Pria asal Sampang Ditangkap di Banjarmasin

Regional
4 Fakta Lomba Balap Karung, Sejarah hingga Maknanya

4 Fakta Lomba Balap Karung, Sejarah hingga Maknanya

Regional
DPO, Otak Kasus Pembakaran Double O Sorong Berhasil Ditangkap di Bintuni

DPO, Otak Kasus Pembakaran Double O Sorong Berhasil Ditangkap di Bintuni

Regional
Kesedihan Ibu Bripka RR Usai Anaknya Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J: Sama Sekali Enggak Menyangka...

Kesedihan Ibu Bripka RR Usai Anaknya Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J: Sama Sekali Enggak Menyangka...

Regional
Singgung Paspampres yang Pukuli Sopir Truk di Solo, Moeldoko: Prajurit Tidak Boleh Mudah Emosi

Singgung Paspampres yang Pukuli Sopir Truk di Solo, Moeldoko: Prajurit Tidak Boleh Mudah Emosi

Regional
Warga Negara Tetangga Ikut Nonton Lomba Sampan Layar di Batam, Meriahkan HUT RI ke-77

Warga Negara Tetangga Ikut Nonton Lomba Sampan Layar di Batam, Meriahkan HUT RI ke-77

Regional
Profil Kabupaten Sidoarjo

Profil Kabupaten Sidoarjo

Regional
Anggota Perguruan Silat yang Keroyok Pengemudi Ojek Online di Blitar Terancam 7 Tahun Penjara

Anggota Perguruan Silat yang Keroyok Pengemudi Ojek Online di Blitar Terancam 7 Tahun Penjara

Regional
Aksi Lepas Masker Dianggap Coreng Wibawa TNI, Gibran Tegaskan Dirinya Jaga Wibawa Korban yang Dipukul Anggota Paspampres di Solo

Aksi Lepas Masker Dianggap Coreng Wibawa TNI, Gibran Tegaskan Dirinya Jaga Wibawa Korban yang Dipukul Anggota Paspampres di Solo

Regional
Diterjang Puting Beliung, Pondok dan Tiang Listrik di Tempat Wisata di Kampar Riau Roboh

Diterjang Puting Beliung, Pondok dan Tiang Listrik di Tempat Wisata di Kampar Riau Roboh

Regional
Terombang-ambing 5 Hari di Perairan Sumenep, KLM Cinta Kembar Berhasil Dievakuasi

Terombang-ambing 5 Hari di Perairan Sumenep, KLM Cinta Kembar Berhasil Dievakuasi

Regional
Hymne Pramuka: Lirik, Makna, dan Penciptanya

Hymne Pramuka: Lirik, Makna, dan Penciptanya

Regional
Gubernur Jambi Komitmen Lindungi Ratusan Gajah di Taman Nasional Bukit Tigapuluh

Gubernur Jambi Komitmen Lindungi Ratusan Gajah di Taman Nasional Bukit Tigapuluh

Regional
Istri MSA Muncul Sebut Suaminya Difitnah, Dua Anaknya Tanya Keberadaan Sang 'Abah'

Istri MSA Muncul Sebut Suaminya Difitnah, Dua Anaknya Tanya Keberadaan Sang "Abah"

Regional
Jokowi Imbau Masyarakat Tanam Pohon Kelapa Genjah, Apa Bedanya dengan Kelapa Biasa?

Jokowi Imbau Masyarakat Tanam Pohon Kelapa Genjah, Apa Bedanya dengan Kelapa Biasa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.