Perjalanan Kasus Pemerkosaan dan Penganiayaan Siswi SD di Kota Malang

Kompas.com - 27/11/2021, 05:27 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaan KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi korban pemerkosaan

MALANG, KOMPAS.com - Awal pekan ini publik Kota Malang dikejutkan dengan video viral berisi penganiayaan yang dilakukan bersama-sama terhadap seorang siswi kelas 6 sekolah dasar (SD) yang masih berusia 13 tahun.

Belakangan diketahui, tidak hanya penganiayaan, siswi yang tinggal di panti asuhan itu juga mengalami pencabulan. Semua pelakunya masih berstatus anak secara usia.

Baca juga: Kasus Pemerkosaan-Penganiayaan Siswi SD di Malang, Pemkot Jamin Pendidikan Korban dan Pelaku

Pengacara dari LBH Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Malang Raya, Leo Angga Permana yang mendampingi korban mengatakan, kejadian pemerkosaan dan penganiayaan itu terjadi pada Kamis (18/11/2021).

Dianiaya orang suruhan istri

Semula, korban diajak jalan-jalan oleh salah satu pelaku, kemudian disetubuhi di rumahnya.

Setelah itu, atas suruhan dari istri siri pelaku persetubuhan, korban dianiaya oleh delapan orang seperti yang terekam dalam video yang viral.

Kasus tersebut dilaporkan ke Polresta Malang Kota pada Jumat (19/11/2021), sehari setelah kejadian.

"Laporannya pada tanggal 19, satu hari sejak kejadian," kata Leo, Senin (22/11/2021).

Pada Senin sore, polisi mengamankan pelaku persetubuhan dan penganiayaan terhadap seorang siswi tersebut.

Pelaku yang diamankan berjumlah 10 orang. Baik pelaku yang terlibat persetubuhan atau penganiayaannya. Semuanya masih kategori anak.

Berdasarkan hasil gelar perkara, polisi menetapkan tersangka terhadap tujuh dari 10 pelaku anak yang diamankan.

"Dari hasil gelar perkara yang dipimpin oleh Bapak Kapolresta, kemarin, tanggal 23 November 2021, dari 10 yang sudah kami amankan, tujuh orang anak yang sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Hal ini berdasarkan kepada peranan masing-masing yang dipersesuaikan dengan hasil visum, selanjutnya berdasarkan bukti-bukti dan fakta-fakta yang sudah kami amankan," kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo, di Mapolresta Malang Kota, pada Rabu (24/11/2021).

Tiga pelaku anak lainnya dikembalikan kepada orangtuanya dan hanya berstatus saksi. Tiga anak itu dinilai tidak terlibat langsung menganiaya korban.

"Yang tiga anak, berdasarkan hasil gelar perkara dan juga kami telah berkoordinasi dengan beberapa ahli maupun saksi bahwa ketiga orang tersebut tidak ada peranan. Dia hanya melihat, menonton kejadian tersebut. Belum memenuhi unsur di Pasal 170 Ayat 2 ke-1e," kata Tinton.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Menarik Jam Gadang, Mesin Cuma 2 di Dunia hingga Misteri Penulisan Angka 4

7 Fakta Menarik Jam Gadang, Mesin Cuma 2 di Dunia hingga Misteri Penulisan Angka 4

Regional
Angka Kemiskinan di Perkotaan Banten Naik, Salah Satunya karena Rokok

Angka Kemiskinan di Perkotaan Banten Naik, Salah Satunya karena Rokok

Regional
Diduga Rem Blong, Truk Jatuh ke Jurang di Kota Batu

Diduga Rem Blong, Truk Jatuh ke Jurang di Kota Batu

Regional
Innova Kecelakaan Tembus Dua Dinding Rumah, Sopir Melompat Keluar

Innova Kecelakaan Tembus Dua Dinding Rumah, Sopir Melompat Keluar

Regional
Kabar Viral di Media Sosial, Mahasiswi Jambi 3 Hari Hilang dari Rumah, Polisi: Ditemukan di Pekanbaru

Kabar Viral di Media Sosial, Mahasiswi Jambi 3 Hari Hilang dari Rumah, Polisi: Ditemukan di Pekanbaru

Regional
Pemerintah Tutup Akses Jalan Truk Pengangkut Pasir yang Rusak Pantai Mananga Aba di NTT

Pemerintah Tutup Akses Jalan Truk Pengangkut Pasir yang Rusak Pantai Mananga Aba di NTT

Regional
Malu Melahirkan Jelang Pernikahan, Wanita Ini Buang Bayi yang Baru Dilahirkan di Sawah dengan Dibantu Sang Ibu

Malu Melahirkan Jelang Pernikahan, Wanita Ini Buang Bayi yang Baru Dilahirkan di Sawah dengan Dibantu Sang Ibu

Regional
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Melonguane di Talaud Sulut

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Melonguane di Talaud Sulut

Regional
Dukung Upaya Pencegahan Covid-19, Lapas Ngawi Bebaskan 15 Narapidana

Dukung Upaya Pencegahan Covid-19, Lapas Ngawi Bebaskan 15 Narapidana

Regional
Tarik Minat Anak, Vaksinasi Covid-19 Digelar di Taman Kota Purwokerto

Tarik Minat Anak, Vaksinasi Covid-19 Digelar di Taman Kota Purwokerto

Regional
Polda Bengkulu Panggil Gubernur Rohidin Mersyah

Polda Bengkulu Panggil Gubernur Rohidin Mersyah

Regional
Waspada Adanya Covid-19 Omicron, Ini Langkah Pemkab Blora

Waspada Adanya Covid-19 Omicron, Ini Langkah Pemkab Blora

Regional
Ibu Kota Baru, dari Wacana yang Menguap, Drama Pengumuman Lokasi, hingga Dipilihnya Nama Nusantara

Ibu Kota Baru, dari Wacana yang Menguap, Drama Pengumuman Lokasi, hingga Dipilihnya Nama Nusantara

Regional
Vaksinasi Booster Mulai Digelar di Sikka, Dinkes: Serentak di Setiap Puskesmas

Vaksinasi Booster Mulai Digelar di Sikka, Dinkes: Serentak di Setiap Puskesmas

Regional
Pecat Kades karena Terbukti Berzina, Bupati Wonogiri Digugat Rp 10 Miliar

Pecat Kades karena Terbukti Berzina, Bupati Wonogiri Digugat Rp 10 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.