Buron Sejak 2018, DPO Kasus Dugaan Korupsi Proyek PLTD Raja Ampat Ditangkap

Kompas.com - 26/11/2021, 20:49 WIB
BT Buronan Kasus Korupsi PLTD Raja Ampat Ditangkap Kejaksaan Maichel KOMPAS.comBT Buronan Kasus Korupsi PLTD Raja Ampat Ditangkap Kejaksaan

SORONG,KOMPAS.com - Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Tinggi Papua Barat dan Kejaksaan Negeri Sorong berhasil menangkap buronan kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, tahun anggaran 2010.

BT (54), merupakan buronan Kejaksaan Negeri Sorong sejak 2018.

Ia berhasil ditangkap pada Selasa (26/11/2021) di sebuah indekos di Jalan Karet Pedurenan Raya, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Baca juga: Menyoal Hoaks BBM Langka di Sorong, Picu Antrean Panjang di BBM hingga Harga Eceran Tembus Rp 50.000 Per Liter

BT kemudian diterbangkan ke Kejati Papua Barat dan berangkat ke Kejari Sorong untuk kepentingan penyelidikan.

Tiba di Sorong, BT sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Sele Be Solu Kota Sorong kemudian di bawah ke Kantor Kejari Sorong sekitar pukul 20.00 WIT.

Kepala Seksi Tindak Pidana Kejari Sorong Khusnul Fuad mengatakan, BT sebelumnya sudah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Namun karena tak memenuhi panggilan, BT kemudian masuk daftar pencarian orang (DPO) yang diumumkan mulai dari media cetak maupun di tempat publik.

"BT menjabat selaku kontraktor pelaksana Direktur PT Fourking Mandiri dalam dugaan korupsi PLTD hingga kerugian negara mencapai Rp 1,3 miliar," ujar Khusnul di Kejari Sorong, Jumat (26/11/2021). 

Baca juga: Aspirasi Pemekaran Provinsi Papua Selatan Resmi Diserahkan ke Pemprov, DPR Papua dan MRP

Selain BT, Kejari Sorong telah menetapkan dua tersangka lain yakni WPM dan PT. 

"Untuk WPM sudah diputus oleh Pengadilan Tinggi Papua Barat hukum banding divonis 4 tahun," ucapnya.

Tersangka BT disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

37 Pipa Tersapu Banjir, Pelayanan Air Bersih di Ende Terdampak

37 Pipa Tersapu Banjir, Pelayanan Air Bersih di Ende Terdampak

Regional
Daftar Pulau Terluar Indonesia dari Aceh hingga Papua

Daftar Pulau Terluar Indonesia dari Aceh hingga Papua

Regional
Momen Puan Maharani Ajak Ketua DPC PDI-P Solo Masuk Tinjau Pasar Legi Usai Diresmikan

Momen Puan Maharani Ajak Ketua DPC PDI-P Solo Masuk Tinjau Pasar Legi Usai Diresmikan

Regional
Diserang Kelompok Bersenjata Saat Perbaiki Jembatan di Maybrat, 1 Prajurit TNI Gugur, 3 Luka-luka

Diserang Kelompok Bersenjata Saat Perbaiki Jembatan di Maybrat, 1 Prajurit TNI Gugur, 3 Luka-luka

Regional
Detik-detik Baku Tembak di Maybrat hingga 1 Prajurit TNI Gugur, Bermula Perbaiki Jembatan

Detik-detik Baku Tembak di Maybrat hingga 1 Prajurit TNI Gugur, Bermula Perbaiki Jembatan

Regional
11 Penyelundup Narkoba dari Malaysia Ditangkap Polda Riau, 80 Kg Sabu Disita

11 Penyelundup Narkoba dari Malaysia Ditangkap Polda Riau, 80 Kg Sabu Disita

Regional
Banjir di Kabupaten Tangerang Meluas, 660 KK Terdampak

Banjir di Kabupaten Tangerang Meluas, 660 KK Terdampak

Regional
Terlilit Utang Judi Online, Pria Ini Buat Laporan Palsu Jadi Korban Begal

Terlilit Utang Judi Online, Pria Ini Buat Laporan Palsu Jadi Korban Begal

Regional
Disperindag Garut Beri Waktu 6 Hari Pasar Tradisional Turunkan Harga Minyak Goreng

Disperindag Garut Beri Waktu 6 Hari Pasar Tradisional Turunkan Harga Minyak Goreng

Regional
Kunjungi Warga Korban Gempa di Pandeglang, Wapres Tawarkan Relokasi

Kunjungi Warga Korban Gempa di Pandeglang, Wapres Tawarkan Relokasi

Regional
Hakim, Panitera dan Pengacara Terjaring OTT KPK di Surabaya, Humas PN: Terkait Perkaranya Belum Tahu

Hakim, Panitera dan Pengacara Terjaring OTT KPK di Surabaya, Humas PN: Terkait Perkaranya Belum Tahu

Regional
Dokter Kecantikan Palsu di Padang Ditangkap Polisi, Pelaku Pasang Tarif Layanan hingga Rp 5 Juta

Dokter Kecantikan Palsu di Padang Ditangkap Polisi, Pelaku Pasang Tarif Layanan hingga Rp 5 Juta

Regional
Seorang Perempuan Hamil di Sampang Diduga Positif Covid-19 Varian Omicron, Ini Kata Dinkes

Seorang Perempuan Hamil di Sampang Diduga Positif Covid-19 Varian Omicron, Ini Kata Dinkes

Regional
Puan Maharani Resmikan Pasar Legi, Diharap Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Solo

Puan Maharani Resmikan Pasar Legi, Diharap Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Solo

Regional
Unggahan Warganya Diduga Sebar Rasisme, Rumah Kades Dikepung Massa

Unggahan Warganya Diduga Sebar Rasisme, Rumah Kades Dikepung Massa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.