7 Orang Terduga Pelaku Pengeroyokan Anggota Ormas Saat Kerusuhan di Karawang Diamankan

Kompas.com - 25/11/2021, 12:20 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com - Polisi mengamankan tujuh orang yang diduga pelaku pengeroyokan terhadap 3 orang anggota organisasi masyarakat (Ormas) saat kerusuhan di depan Hotel Resinda, Jalan Interchange Karawang Barat, Rabu (24/11/2021) siang.

"Kami sudah mengamankan 7 orang yang diduga terlibat dalam bentrok kemarin yang membuat 3 orang mengalami luka kritis. Beberapa orang masih kami kejar untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka," kata Kepala Polisi Resor (Kapolres) Karawang AKBP Aldi Subartono, Kamis (25/11/21).

Aldi menegaskan bahwa akan menangani premanisme dan anarkis secara tegas.

Baca juga: Pascakerusuhan Ormas, 700 Aparat TNI-Polri Dikerahkan Amankan Karawang

"Negara harus hadir dan tidak boleh kalah oleh premanisme dan anarkisme. Siapapun itu akan kita hadapi jika mereka melanggar hukum," katanya.

Aldi mengatakan, sedangkan untuk mengantisipasi adanya bentrok susulan, telah dilakukan 700 pasukan gabungan TNI dan Polri.

Pasukan tersebut berasal dari Polres Karawang, Sabhara Polda Jabar, Brimob Jabar, dan Yonif 312 Kala Hitam, Subang.

Baca juga: Ini Awal Mula Kerusuhan Ormas di Karawang hingga Sebuah Mobil Hancur dan 3 Penumpangnya Dikeroyok

"Mereka saat ini sudah disebar di sejumlah titik yang kami anggap rawan," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 3 orang mengalami luka serius akibat bentrokan tersebut.

Ketiga orang itu sudah dirawat di rumah sakit terdekat.

Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono pun berjanji akan memproses hukum pengeroyok anggota ormas di Jalan Interchange, Karawang Barat, Jawa Barat, Rabu.

"Terkait masalah hukum, kita akan tindak tegas siapa pun yang terlibat. Tentunya sesuai dengan hasil pemeriksaan," kata Aldi.

Awal mula bentrokan

Aldi menjelaskan, kerusuhan berawal saat sebuah ormas sedang melakukan aksi unjuk rasa di depan salah satu perusahaan di kawasan Karawang Internatiaonal Industrial City (KIIC), terkait pengelolaan limbah.

Unjuk rasa itu berjalan kondusif lantaran pengamanan sudah direncanakan.

Tetapi, tiga anggota ormas yang hendak berunjuk rasa di KIIC tersasar hingga ke kota.

Di sana, mereka bertemu dengan ormas lain dan dikeroyok hingga mobil yang ditumpangi rusak.

Baca juga: Situasi Terkini Kerusuhan Ormas di Karawang: Massa Bubar Usai Dengar Janji Kapolres

Tak senang temannya dikeroyok, rekan-rekan korban berencana mendatangi markas ormas yang menganiaya rekan mereka.

Saat itu, polisi bertindak cepat melakukan penghadangan dan melakukan pendekatan secara persuasif.

Massa yang merupakan rekan korban pengeroyokan yang sebelumnya bertahan di akses masuk kawasan (KIIC), akhirnya bersedia membubarkan diri setelah bertemu Kapolres Karawang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curhat Lifter Nurul Akmal Sebelum Meraih Medali Perak Sea Games

Curhat Lifter Nurul Akmal Sebelum Meraih Medali Perak Sea Games

Regional
Lifter Nurul Akmal: Saya Menang Olimpiade, Sea Games, Satu Ucapan Selamat Pun Tak Ada

Lifter Nurul Akmal: Saya Menang Olimpiade, Sea Games, Satu Ucapan Selamat Pun Tak Ada

Regional
Tanggul Jebol akibat Rob, Ratusan Karyawati Dievakuasi dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Tanggul Jebol akibat Rob, Ratusan Karyawati Dievakuasi dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Regional
Staf Ahli Gubernur Dilantik Jadi Penjabat Sekda Banten

Staf Ahli Gubernur Dilantik Jadi Penjabat Sekda Banten

Regional
Diduga Korupsi Rp 2,1 Miliar, Mantan Karyawan Bank Ditahan Kejati Sulut

Diduga Korupsi Rp 2,1 Miliar, Mantan Karyawan Bank Ditahan Kejati Sulut

Regional
Pria di NTT Mencoba Bunuh Diri di Bus dengan Memotong Alat Kelaminnya

Pria di NTT Mencoba Bunuh Diri di Bus dengan Memotong Alat Kelaminnya

Regional
Desa Penglipuran di Bali, Asal-usul dan Desa Wisata

Desa Penglipuran di Bali, Asal-usul dan Desa Wisata

Regional
KPK Dalami Aliran Uang dan Intervensi Wali Kota Ambon dalam Penerbitan Izin Usaha

KPK Dalami Aliran Uang dan Intervensi Wali Kota Ambon dalam Penerbitan Izin Usaha

Regional
 Tanggapi Pernyataan Jokowi di Rakernas Projo, FX Rudy: Rakyat Mestinya Senang

Tanggapi Pernyataan Jokowi di Rakernas Projo, FX Rudy: Rakyat Mestinya Senang

Regional
Seorang Polisi di Bima Dipecat, Kapolres: Jangan Biasakan Malas Menjalankan Kewajiban...

Seorang Polisi di Bima Dipecat, Kapolres: Jangan Biasakan Malas Menjalankan Kewajiban...

Regional
Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Melanda Semarang, Ini Pemicunya dan Kawasan Terdampak

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Melanda Semarang, Ini Pemicunya dan Kawasan Terdampak

Regional
Siswa di Solo Tetap Wajib Pakai Masker di Sekolah

Siswa di Solo Tetap Wajib Pakai Masker di Sekolah

Regional
Lokasi Kecelakaan Ditutup Permanen, Warga Bongkar Palang Besi PT KAI

Lokasi Kecelakaan Ditutup Permanen, Warga Bongkar Palang Besi PT KAI

Regional
13 Sapi Terpapar PMK, Seluruh Pasar Hewan di Wonogiri Ditutup 2 Pekan

13 Sapi Terpapar PMK, Seluruh Pasar Hewan di Wonogiri Ditutup 2 Pekan

Regional
Dua Hakimnya Ditangkap karena Narkoba, Ini Penjelasan PN Rangkasbitung

Dua Hakimnya Ditangkap karena Narkoba, Ini Penjelasan PN Rangkasbitung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.