Kompas.com - 22/11/2021, 06:31 WIB
Seorang warga berdiri di tumpukan sampah yang menyumbat aliran Sungai Cibuyutan, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (20/11/2021). ANTARA/HO-BPBD GarutSeorang warga berdiri di tumpukan sampah yang menyumbat aliran Sungai Cibuyutan, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (20/11/2021).

GARUT, KOMPAS.com - Banjir menerjang permukiman warga di Kecamatan Banyuresmi, Garut, Jawa Barat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut menyebutkan, bencana banjir tersebut disebabkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai di daerah itu.

"Akibat saluran daerah aliran sungai (DAS) tersumbat sampah," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi seperti dikutip dari Antara, Minggu (21/11/2021).

Baca juga: Seorang Pejabat Pemkab Garut Meninggal Saat Jadi Pendamping Vaksinasi

Ia menuturkan, pemerintah daerah sudah melakukan upaya penanganan banjir dengan mengeruk semua sampah dan lumpur di Sungai Cibuyutan menggunakan alat berat dan truk besar.

Ia berharap, setelah aliran sungai bersih dari berbagai jenis sampah, maka tidak akan terjadi lagi banjir di Kampung Citamiang, Desa Sukalaksana, Kecamatan Banyuresmi.

"Alhamdulillah secara gotong royong air pun dapat mulai mengalir dan rumah yang terdampak pun airnya sudah mulai surut," kata dia.

Baca juga: Akses Menuju Pembangkit Listrik Longsor, Star Energy Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan selalu gotong royong membersihkan aliran sungai maupun selokan, agar aliran air tetap lancar saat turun hujan.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai, karena dampaknya akan menimbulkan banjir seperti yang terjadi di Banyuresmi.

"Imbauan tetap dapat menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan dan aktifkan kembali budaya gotong royong," kata dia.

Baca juga: 8 Daerah di Garut Berstatus Tanggap Darurat Bencana

Sebelumnya, aliran Sungai Cibuyutan meluap akibat banyaknya tumpukan sampah hingga  menimbulkan banjir yang menggenangi rumah warga di Kampung Citamiang, Desa Sukalaksana, Banyuresmi.

Banjir setinggi 50 sentimeter itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya menyisakan kotoran di lingkungan permukiman warga di daerah itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Karyawan BRI Link Tewas Saat Kejar Perampok, Polisi: Pelaku Menembakkan Senjata ke Kepala Korban

Karyawan BRI Link Tewas Saat Kejar Perampok, Polisi: Pelaku Menembakkan Senjata ke Kepala Korban

Regional
Dua Warga di NTB Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Dua Warga di NTB Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 23 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 23 Januari 2022

Regional
Seorang Siswa SD di Garut Diduga Meninggal Dunia Usai Divaksin

Seorang Siswa SD di Garut Diduga Meninggal Dunia Usai Divaksin

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 23 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 23 Januari 2022

Regional
Antar Pulang Belasan Pelayat, Ambulans Polisi di NTT Kecelakaan, Bocah 10 Tahun Tewas

Antar Pulang Belasan Pelayat, Ambulans Polisi di NTT Kecelakaan, Bocah 10 Tahun Tewas

Regional
Perjanjian Renville: Isi, Tokoh, Latar Belakang, dan Dampaknya bagi Kedaulatan Indonesia

Perjanjian Renville: Isi, Tokoh, Latar Belakang, dan Dampaknya bagi Kedaulatan Indonesia

Regional
Ambulans Polisi di NTT Terbalik Saat Pulang dari Pemakaman Warga, 1 Orang Tewas, 14 Terluka

Ambulans Polisi di NTT Terbalik Saat Pulang dari Pemakaman Warga, 1 Orang Tewas, 14 Terluka

Regional
Modus Kepala Baitul Mal di Aceh Tenggara Perkosa Santrinya, Berpura-pura Sakit Kepala

Modus Kepala Baitul Mal di Aceh Tenggara Perkosa Santrinya, Berpura-pura Sakit Kepala

Regional
Ditangkap karena Diduga Perkosa Santri, Kepala Baitul Mal Aceh Tenggara Diusulkan Dipecat

Ditangkap karena Diduga Perkosa Santri, Kepala Baitul Mal Aceh Tenggara Diusulkan Dipecat

Regional
Cari Ikan Bersama Rekan di Laut, ASN Asal Ambon Ditemukan Tewas Tenggelam

Cari Ikan Bersama Rekan di Laut, ASN Asal Ambon Ditemukan Tewas Tenggelam

Regional
Bawa 735 Liter Arak Jawa di Mobil Pikap, 2 Warga Rembang Ditangkap di Blora

Bawa 735 Liter Arak Jawa di Mobil Pikap, 2 Warga Rembang Ditangkap di Blora

Regional
2 Remaja di Lampung Ditangkap karena Curi Motor, Terancam 5 Tahun Penjara

2 Remaja di Lampung Ditangkap karena Curi Motor, Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Pantau Pelanggar Lalu Lintas di Banten, Polisi Tambah 4 Kamera ETLE, Ini Lokasinya

Pantau Pelanggar Lalu Lintas di Banten, Polisi Tambah 4 Kamera ETLE, Ini Lokasinya

Regional
Kisah Bripka Donni, Polisi Lalu Lintas yang Peduli ODGJ hingga Sekolahkan Pengamen Badut

Kisah Bripka Donni, Polisi Lalu Lintas yang Peduli ODGJ hingga Sekolahkan Pengamen Badut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.