Dituntut 10 Tahun, Bandar Narkoba di Ketapang Hanya Divonis 2 Tahun Penjara

Kompas.com - 17/11/2021, 14:22 WIB
Ilustrasi vonis hakim. ShutterstockIlustrasi vonis hakim.

KETAPANG, KOMPAS.com – Seorang terdakwa kasus kepemilikan dan peredaran narkoba, Riduan alias Endok, divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ketapang, Senin (15/11/2021).

Vonis tersebut dianggap tidak sesuai karena Kejaksaan Negeri Ketapang menuntut hukuman 10 tahun penjara.

“Kami akan melakukan upaya hukum banding terkait putusan majelis hakim terhadap terdakwa Riduan. Kita banding, karena putusannya jauh di bawah dari tuntutan jaksa penuntut umum," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang Alamsyah melalui Kasi Intel Fajar Yulianto saat dihubungi, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Mantan Bupati Minahasa Utara Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi Proyek Pemecah Ombak

Fajar menjelaskan, dari hasil penyelidikan, terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Namun, lanjut Fajar, menurut majelis hakim terdakwa hanya terbukti melanggar Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.

"Tuntutan kita 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara, namun putusan hakim hanya 2 tahun," ucap Fajar.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Ketapang Bagus Raditya Wiradana mengatakan, putusan vonis tersebut sudah sesuai dengan berbagai pertimbangan berdasarkan fakta-fakta yang didapat dalam persidangan.

"Fakta-fakta dalam persidangan terbukti bahwa terdakwa memang sebagai penyalah guna narkoba untuk diri sendiri," ucap Bagus.

Baca juga: Warga Minta Bupati Jember Pecat Kades yang Divonis 8 Bulan Penjara karena Narkoba

Bagus menjelaskan, jaksa penuntut umum memberikan tiga dakwaan alternatif, yakni Pasal 114 sebagai pengedar atau penjual, Pasal 112 ayat 2 yaitu menguasai atau memiliki, dan Pasal 127 ayat 1 sebagai pengguna untuk diri sendiri.

"Dalam fakta persidangan, majelis hakim berpendapat yang dapat dipertanggungjawabkan terdakwa adalah alternatif, Pasal ketiga 127 ayat 1 huruf a yaitu sebagai pengguna untuk diri sendiri," tutur Bagus.

Sebagai informasi, terdakwa Riduan ditangkap polisi di rumahnya di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Rabu (23/6/2021) sekitar pukul 00.10 WIB.

Dalam penggeledahan, ditemukan barang bukti 30 plastik klip narkotika jenis sabu dengan total berat 69,1 gram, satu kantong plastik berisi 4 butir pil ekstasi, dan satu alat isap sabu.

Selain itu, Riduan merupakan residivis dengan kasus yang sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasok Ganja ke Mahasiswa USU, Mahasiswi Asal Aceh Ini Divonis 11 Tahun Penjara

Pasok Ganja ke Mahasiswa USU, Mahasiswi Asal Aceh Ini Divonis 11 Tahun Penjara

Regional
Muncul Semburan Lumpur Campur Gas Setinggi 6 Meter di Seram Timur, Warga Diimbau Tak Mendekat

Muncul Semburan Lumpur Campur Gas Setinggi 6 Meter di Seram Timur, Warga Diimbau Tak Mendekat

Regional
Lagu Bubuy Bulan Asal Jawa Barat, Lirik dan Chord

Lagu Bubuy Bulan Asal Jawa Barat, Lirik dan Chord

Regional
Orangtua Jadi Pekerja Migran di Malaysia, Siswi SD di Kupang Diperkosa Paman hingga Hamil

Orangtua Jadi Pekerja Migran di Malaysia, Siswi SD di Kupang Diperkosa Paman hingga Hamil

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Mei 2022

Regional
4 Polisi dan 2 Satpam Diperiksa Terkait Tewasnya Kakek di Kompleks Smelter Nikel Bantaeng

4 Polisi dan 2 Satpam Diperiksa Terkait Tewasnya Kakek di Kompleks Smelter Nikel Bantaeng

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Mei 2022

Regional
Insentif Jaspel Kesehatan Rp 900 Juta Diduga Bermasalah, Direktur RSUD dan Kadinkes Bengkayang Diperiksa

Insentif Jaspel Kesehatan Rp 900 Juta Diduga Bermasalah, Direktur RSUD dan Kadinkes Bengkayang Diperiksa

Regional
Ladang Ganja di Perbatasan Keerom Papua Diduga Sengaja Ditanam Warga

Ladang Ganja di Perbatasan Keerom Papua Diduga Sengaja Ditanam Warga

Regional
Gara-gara Saling Olok, 4 Pemuda di Prabumulih Berkelahi, 1 Orang Tewas

Gara-gara Saling Olok, 4 Pemuda di Prabumulih Berkelahi, 1 Orang Tewas

Regional
Catatan IDI soal Relaksasi Penggunaan Masker: Tetap Waspada

Catatan IDI soal Relaksasi Penggunaan Masker: Tetap Waspada

Regional
Pembatalan Konser 'Tegal Bahari' Tak Jelas, Penonton Harap Uang Kembali, EO Tak Bisa Dihubungi

Pembatalan Konser "Tegal Bahari" Tak Jelas, Penonton Harap Uang Kembali, EO Tak Bisa Dihubungi

Regional
35 Kilogram Mi Formalin di Magelang Diamankan, Penjual Jadi Tersangka

35 Kilogram Mi Formalin di Magelang Diamankan, Penjual Jadi Tersangka

Regional
Warga Serang Edarkan Obat Keras Ilegal, Ribuan Pil Diamankan

Warga Serang Edarkan Obat Keras Ilegal, Ribuan Pil Diamankan

Regional
10 Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat, Salah Satunya Mohammad Hatta

10 Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat, Salah Satunya Mohammad Hatta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.