Kompas.com - 26/10/2021, 12:35 WIB
ilustrasi car free day ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAilustrasi car free day

 

Ketentuan penyelenggaraan CFD

Menurutnya, ada banyak ketentuan yang harus dipatuhi para pengunjung di lokasi CFD Jalan Kembang Jepun.

Nantinya, kata Dyan, akan dibuat one gate system di mana hanya satu sisi jalan saja yang dibuka.

Sementara sisi sajalan lainnya akan ditutup sementara sampai kegiatan CFD selesai.

Di sisi jalan yang ditutup itu, juga dilakukan pengamanan oleh tim pelaksana CFD dari beberapa instansi di lokasi CFD.

"Tentu saja dengan banyak ketentuan ya. Untuk petugas pengamanannya, ekstranya, selain kita melakukan tugas sesuai pelaksanaan CFD pada umumnya, kita juga harus menerapkan dan memastikan bahwa prokes itu sudah berjalan dengan benar di lokasi CFD," kata Dyan.

Baca juga: Seorang Kurir Narkoba Ditangkap di Surabaya, Polisi: Dia Terima Upah Rp 200.000...

Ia menjelaskan, pekan lalu tim pelaksana CFD sudah melakukan survei di lokasi Jalan Kembang Jepun. Selain itu, sudah mendapat asesmen dari tim Satgas Covid-19.

"Sekarang ini sudah ada berita acara untuk asesmen-nya dan saat ini kita lagi proses menunggu hasil tertulis dari rekomendasi tim satgas Covid-19," tutur dia.

Hasil rekomendasi yang diberikan Satgas Covid-19, nanti menjadi dasar pelaksanaan CFD di lokasi.

Ia mengaku akan berupaya maksimal agar protokol kesehatan betul-betul diterapkan dengan baik.

"Kita akan upayakan, kalau ngomong (prokes) benar-benar bisa dijaga, kami tidak bisa menjamin karena ini baru pertama kali dan kita upayakan sebisa mungkin semampu kami," kata dia

Tak ada pedagang berjualan

Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, ia mengaku sama sekali tidak mengizinkan para pedagang berjualan di lokasi selama pelaksanaan CFD.

Tak hanya itu, event-event khusus juga tidak boleh digelar di area CFD.

"Jadi di CFD nanti itu pure sarana warga untuk mereka bisa berolahraga kemudian sosialiasi antar warga. Jadi kita kembalikan sesuai pelaksanaan CFD pada awalnya," kata Dyan.

Kemudian, kerumunan massa akan menjadi perhatian utama agar sesuai dengan prokes.

Karena jangan sampai dibukanya CFD malah bisa berimbas pada munculnya kasus Covid-19.

"Ini memang jadi tantangan. Makanya kami nggak berani buka di Jalan Darmo dan Jalan Tunjungan. Karena di dua tempat itu, sekarang saja sudah ramai ya," kata dia.

Baca juga: Antisipasi Bencana Alam, Wali Kota Surabaya Awasi Pesisir Pantai Kenjeran hingga Kali Lamong

Untuk itu, sebelum CFD di Jalan Kembang Jepun dilaksanakan, pihaknya mengaku akan melakukan beberapa langkah.

Salah satunya, pengajuan asesmen ke Tim Satgas Covid-19 dan menggelar rapat dengan tim pelaksana CFD yang melibatkan beberapa OPD Pemkot Surabaya.

"Setelah itu, kita akan laporan ke Bapak Wali Kota, tentu saja semuanya sesuai dengan arahan yang beliau sampaikan," kata Dyan.

Meski demikian, ia memastikan bahwa CFD di Jalan Kembang Jepun akan dibuka mulai 7 November 2021.

"Insya Allah sudah pasti, karena sudah ada lampu hijau juga dari tim satgas Covid-19. Cuma yang harus kita persiapkan lagi adalah langkah-langkahnya dan pembagian tugas dari pelaksana tim CFD itu sendiri," tutur Dyan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sosok Munir, Mantan Guru yang Bakar Sekolah karena Gaji Belum Dibayar, Tinggal di Masjid karena Tak Punya Rumah

Sosok Munir, Mantan Guru yang Bakar Sekolah karena Gaji Belum Dibayar, Tinggal di Masjid karena Tak Punya Rumah

Regional
Seorang Nelayan Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau

Seorang Nelayan Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau

Regional
Hendak Melayat, Seorang Nenek di Alor Tewas Terjatuh ke Jurang Sedalam 20 Meter

Hendak Melayat, Seorang Nenek di Alor Tewas Terjatuh ke Jurang Sedalam 20 Meter

Regional
Polisi Lanjutkan Penyidikan Kasus Pemerkosaan Gadis Keterbelakangan Mental di Serang

Polisi Lanjutkan Penyidikan Kasus Pemerkosaan Gadis Keterbelakangan Mental di Serang

Regional
Mengaku Khilaf, Guru SD di Buton Minta Maaf Hukum Siswa Makan Sampah

Mengaku Khilaf, Guru SD di Buton Minta Maaf Hukum Siswa Makan Sampah

Regional
Dinyatakan Bebas, Guru Honorer Pembakar Sekolah karena Honornya Belum Dibayar Langsung Sujud Syukur

Dinyatakan Bebas, Guru Honorer Pembakar Sekolah karena Honornya Belum Dibayar Langsung Sujud Syukur

Regional
Tradisi Imlek Warga Solo, Ziarah Makam Leluhur hingga Makan Lontong Cap Go Meh

Tradisi Imlek Warga Solo, Ziarah Makam Leluhur hingga Makan Lontong Cap Go Meh

Regional
Honor Rp 6 Juta Tak Dibayarkan Selama 24 Tahun, Mantan Guru Honorer di Garut Bakar Sekolah

Honor Rp 6 Juta Tak Dibayarkan Selama 24 Tahun, Mantan Guru Honorer di Garut Bakar Sekolah

Regional
Rugikan Negara Rp 1,29 Miliar, Mantan Ketua DPRD Lebong Bengkulu Divonis 1 Tahun Penjara

Rugikan Negara Rp 1,29 Miliar, Mantan Ketua DPRD Lebong Bengkulu Divonis 1 Tahun Penjara

Regional
4 Warga Rusia di Sulawesi Utara Ternyata Sempat Terjangkit Omicron

4 Warga Rusia di Sulawesi Utara Ternyata Sempat Terjangkit Omicron

Regional
Duka Bentrokan di Sorong, DJ hingga Penari Profesional Jadi Korban

Duka Bentrokan di Sorong, DJ hingga Penari Profesional Jadi Korban

Regional
Kue Moho, Salah Satu Sajian Khas Imlek di Kota Solo

Kue Moho, Salah Satu Sajian Khas Imlek di Kota Solo

Regional
Kasus Covid-19 di Banyumas Meningkat, Bupati: Kemungkinan Besar Omicron Sudah Masuk

Kasus Covid-19 di Banyumas Meningkat, Bupati: Kemungkinan Besar Omicron Sudah Masuk

Regional
Menyoal Dugaan Pemerkosaan Istri Napi oleh Pria yang Mengaku Polisi di Boyolali

Menyoal Dugaan Pemerkosaan Istri Napi oleh Pria yang Mengaku Polisi di Boyolali

Regional
Kasus Covid-19 Bertambah, Kota Ambon Tak Lagi Zona Hijau

Kasus Covid-19 Bertambah, Kota Ambon Tak Lagi Zona Hijau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.