Kompas.com - 13/10/2021, 20:22 WIB
Polisi mengevakuasi mayat perempuan terbungkus kantong plastik hitam di kawasan hutan wilayah Dusun Besole, Desa Juworo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (13/10/2021). DOKUMEN POLRES GROBOGANPolisi mengevakuasi mayat perempuan terbungkus kantong plastik hitam di kawasan hutan wilayah Dusun Besole, Desa Juworo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (13/10/2021).

GROBOGAN, KOMPAS.com - Satreskrim Polres Grobogan masih berupaya mendalami kasus penemuan mayat perempuan tanpa busana terbungkus plastik hitam di kawasan hutan wilayah Dusun Besole, Desa Juworo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (13/10/2021).

Jasad tanpa identitas tersebut ditemukan dalam kondisi tak wajar dan mengenaskan.

Posisinya membusuk berselimut kain, meringkuk tanpa busana dan terikat tali.

Baca juga: Mayat Perempuan Tanpa Busana Terikat Tali Terbungkus Plastik Ditemukan di Hutan Grobogan

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Andryansyah Rithas Hasibuan mengatakan, usai kepolisian rampung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), jasad korban kemudian dibawa ke RSUD dr R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Masih penyelidikan dan saat ini jenazah masih diotopsi," kata Andryansyah saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Rabu malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masyarakat dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan terbungkus kantong plastik hitam di kawasan hutan wilayah Dusun Besole, Desa Juworo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Jasad tanpa identitas yang sudah membusuk itu ditemukan berbalut kain. Posisinya meringkuk telanjang dan terikat tali. Kondisi fisik terutama wajah pun mengenaskan hingga sukar dikenali.

Kepala Desa Juworo Aris Dwi mengatakan mayat tanpa busana di dalam kantong plastik hitam tersebut ditemukan oleh warga setempat di kawasan hutan KPH Gundih di petak 58 e, RPH Getas, BKPH Monggot pada Rabu (13/10/2021) pagi sekitar pukul 09.30.

Baca juga: Identitas Mayat Perempuan Dalam Karung di Blitar Terkuak, Ini Penyebab Kematiannya

Saat itu, beberapa orang yang sedang berjalan kaki melintasi kawasan hutan dikejutkan dengan aroma busuk yang menyengat.

Setelah ditelusuri, ternyata bau itu bersumber dari kantong plastik warna hitam berukuran cukup besar.

Karena tidak berani membuka kantong plastik tersebut akhirnya dilaporkan kepada perangkat desa hingga diteruskan ke Polsek Geyer.

"Menurut warga kantong plastik itu sudah berada disitu sejak beberapa hari lalu. Namun, dikira kantong plastik berisi sampah," kata Aris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Danu, Saksi Kunci Kasus Subang, Juga Kembali Diperiksa, Dicecar soal Puntung Rokok, tapi Tak Singgung Banpol

Danu, Saksi Kunci Kasus Subang, Juga Kembali Diperiksa, Dicecar soal Puntung Rokok, tapi Tak Singgung Banpol

Regional
Praktik Kawin Kontrak di Balik Kasus Penyiraman Air Keras di Cianjur yang Tewaskan Sarah

Praktik Kawin Kontrak di Balik Kasus Penyiraman Air Keras di Cianjur yang Tewaskan Sarah

Regional
Tampung Usulan UMK SPSI Surabaya, Eri Cahyadi: Mugi-mugi Diparingi Kelancaran

Tampung Usulan UMK SPSI Surabaya, Eri Cahyadi: Mugi-mugi Diparingi Kelancaran

Regional
Duduk Perkara 'Hujan Duit' di Jalan Raya Ciamis, Uang Rp 70 Juta Pecahan Koin Rp 500 Berserakan, Terjatuh dari Bus

Duduk Perkara "Hujan Duit" di Jalan Raya Ciamis, Uang Rp 70 Juta Pecahan Koin Rp 500 Berserakan, Terjatuh dari Bus

Regional
Tangis Ibu Kandung Peluk Peti Jenazah Anak dan Cucunya yang Tewas di Kantong Plastik: Kenapa Kamu Berdua Pergi seperti Ini?

Tangis Ibu Kandung Peluk Peti Jenazah Anak dan Cucunya yang Tewas di Kantong Plastik: Kenapa Kamu Berdua Pergi seperti Ini?

Regional
Cegah Covid-19, 42 Pelari Elite Race Borobudur Marathon 2021 Wajib Masuk 'Bubble'

Cegah Covid-19, 42 Pelari Elite Race Borobudur Marathon 2021 Wajib Masuk "Bubble"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Buntut 2 Polisi Duel dengan Oknum Anggota TNI | Curhat Ibunda Guru Honorer ke Ganjar

[POPULER NUSANTARA] Buntut 2 Polisi Duel dengan Oknum Anggota TNI | Curhat Ibunda Guru Honorer ke Ganjar

Regional
Perjalanan Kerja Keras dalam Buku 'Borobudur Marathon Mewarnai Zaman'

Perjalanan Kerja Keras dalam Buku "Borobudur Marathon Mewarnai Zaman"

Regional
Perjalanan Kasus Pemerkosaan dan Penganiayaan Siswi SD di Kota Malang

Perjalanan Kasus Pemerkosaan dan Penganiayaan Siswi SD di Kota Malang

Regional
Pemprov NTB Akan Terima DAK Tambahan untuk Persiapan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika

Pemprov NTB Akan Terima DAK Tambahan untuk Persiapan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika

Regional
Seorang Pemuda di Jember Ditangkap karena Kasus Narkoba, Polisi Sita 3 Pohon Ganja

Seorang Pemuda di Jember Ditangkap karena Kasus Narkoba, Polisi Sita 3 Pohon Ganja

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 November 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 November 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 November 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 November 2021

Regional
Kisah Luluk, Kader Posyandu Berhonor Rp 100.000 Per Bulan, Rela Dampingi Banyak Balita dan Ibu Hamil

Kisah Luluk, Kader Posyandu Berhonor Rp 100.000 Per Bulan, Rela Dampingi Banyak Balita dan Ibu Hamil

Regional
Erick Thohir: Kita Harus Jadi Sentra Pertumbuhan Dunia

Erick Thohir: Kita Harus Jadi Sentra Pertumbuhan Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.