Mural Berjudul “Kamu yang Abai Jangan Sampai Kami yang Menuai” Menang Festival Mural Goyang Karawang 2021

Kompas.com - 27/09/2021, 20:30 WIB
Kapolres Karawang Bersama peserta Festival Mural Goyang Karawang 2021 di Stadion Singaperbangsa Karawang, Minggu (26/9/2021) malam. KOMPAS.COM/FARIDAKapolres Karawang Bersama peserta Festival Mural Goyang Karawang 2021 di Stadion Singaperbangsa Karawang, Minggu (26/9/2021) malam.

KARAWANG, KOMPAS.com - Chintia (27), muralis asal Purwakarta menjadi Juara I Festival Mural Goyang Karawang 2021.

Ia menggambar seorang nenek menggunakan masker dengan tulisan “Kamu Yang Abai Jangan Sampai Kami Yang Menuai”.

Chintia berujar nenek yang digambar sebagai simbolis sebagai leluhur bagi orang Sunda. Sedang maknanya; jika seseorang abai pada protokol, selain kepada dirinya, dampaknya akan berakibat ke orang sekitar, termasuk orang tua.

Baca juga: Ada Mural Jokowi Mirip Badut di Pangkalpinang, Ini Sikap Pol PP dan Polisi

Perempuan asal Purwakarta ini mengapresiasi Festival Mural Goyang Karawang 2021. Festival itu, menurutnya menjadi wadah berekspresi bagi para muralis.

“Bagus sih, jadi dikasih wadah kan kita, apalagi lagi kaya gini, terus lagi ada isu juga (soal mural), enggak ada tempat buat kita, nah di sini ada tempat buat kita,” ungkap Chintia, Senin (27/9/2021).

Chintia tak menampik jika dirinya menemui tiga kendala selama proses pembuatan karya. Pertama adalah waktu, kedua tempat berkarya yang mana mengharuskan ia bersama timnya untuk naik turun tangga, ketiga adalah cuaca panas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Akhirnya Pemenang Lomba Mural Gejayan Memanggil Diumumkan, Karya di Jembatan Kewek Yogya Dapat Penghargaan

Hal yang sama disampaikan peserta lainnya, Fahmi (29).

Baginya festival mural tersebut merupakan kegiatan yang menarik dan bisa mengajak masyarakat luas, terutama membuat regenerasi muralis di Kabupaten Karawang.

Ia juga menyebut di Karawang semakin banyak ruang publik yang bisa digunakan untuk berekspresi bagi para muralis.

“Bagus, makin ke sini Karawang makin banyak ruang publik, entah dari dinas, pemerintah, mereka memberi ruang-ruang seperti ini, regenerasinya jadi muncul. Banyak anak-anak mudanya juga," ungkap Fahmi.

Baca juga: Mural di Yogyakarta Dihapus Sebelum Jokowi Datang, Wali Kota Mengaku Tak Pernah Instruksikan

Jack Haris Bonandar (50), pelukis dan salah satu dewan juri pada festival mengatakan, kegiatan tersebut menjadi pendorong kepada pelaku seni agar tetap berkarya. Pelaku seni menyambut positif festival mural itu.

“Selama pandemi ini teman-teman tidak perlu khawatir, tetap harus berkarya, meski harus dari rumah. Sama juga dengan rekan-rekan yang sudah bisa berkarya di luar rumah dengan protokol kesehatannya, dalam situasi apapun kita harus bisa berkarya,” kata Jack.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Pengeroyokan di Sekitar Alun-alun Lamongan, Seorang Pemuda Ditangkap

Video Viral Pengeroyokan di Sekitar Alun-alun Lamongan, Seorang Pemuda Ditangkap

Regional
Tiba di Batam, 225 TKI dari Luar Negeri Positif Covid-19

Tiba di Batam, 225 TKI dari Luar Negeri Positif Covid-19

Regional
Aksi Jambret di SPBU Terekam CCTV, Pelaku Pura-pura Antre Isi Bensin

Aksi Jambret di SPBU Terekam CCTV, Pelaku Pura-pura Antre Isi Bensin

Regional
Warga Blora Lakukan Penyelamatan Fosil di Tepi Sungai Kapuan, Ini Temuannya

Warga Blora Lakukan Penyelamatan Fosil di Tepi Sungai Kapuan, Ini Temuannya

Regional
Satpol PP Aceh Singkil Bantah Tuduhan Menyiksa Anjing Canon hingga Mati

Satpol PP Aceh Singkil Bantah Tuduhan Menyiksa Anjing Canon hingga Mati

Regional
Terseret Arus Banjir dan Hilang Selama 3 Hari, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas

Terseret Arus Banjir dan Hilang Selama 3 Hari, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas

Regional
Budiono Sukses, YouTuber Surabaya yang Meraup Dollar dari Konten Kuliner

Budiono Sukses, YouTuber Surabaya yang Meraup Dollar dari Konten Kuliner

Regional
Diduga Depresi, Seorang Ibu Ditemukan Tewas di Sungai Cileungsi

Diduga Depresi, Seorang Ibu Ditemukan Tewas di Sungai Cileungsi

Regional
Viral Kisah Canon, Anjing di Aceh Singkil yang Mati Usai Ditangkap Satpol PP

Viral Kisah Canon, Anjing di Aceh Singkil yang Mati Usai Ditangkap Satpol PP

Regional
Kesadaran Remaja di Sumedang untuk Vaksinasi Sangat Rendah, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Kesadaran Remaja di Sumedang untuk Vaksinasi Sangat Rendah, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Regional
Awalnya Pinjam Rp 4 Juta lalu Bengkak Jadi Rp 38 Juta, Korban Pinjol Terpaksa Jual Motor demi Bayar Utang

Awalnya Pinjam Rp 4 Juta lalu Bengkak Jadi Rp 38 Juta, Korban Pinjol Terpaksa Jual Motor demi Bayar Utang

Regional
Anjing Bernama Canon Mati Usai Ditangkap Petugas Satpol PP di Aceh, Ini Duduk Perkaranya

Anjing Bernama Canon Mati Usai Ditangkap Petugas Satpol PP di Aceh, Ini Duduk Perkaranya

Regional
Berada di Mobil, Pekerja Tambang Batu Bara Terseret Longsor ke Kolam Galian

Berada di Mobil, Pekerja Tambang Batu Bara Terseret Longsor ke Kolam Galian

Regional
Saat Para Orangtua DPO MIT Poso Buat Video Minta Anaknya Pulang: Bantu Bapakmu Berkebun...

Saat Para Orangtua DPO MIT Poso Buat Video Minta Anaknya Pulang: Bantu Bapakmu Berkebun...

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 24 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 24 Oktober 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.