Capaian Dosis Pertama Baru 36,77 Persen, Wakil Ketua Komisi IX: Kita Dorong Distribusi Vaksin Lebih Lancar

Kompas.com - 17/09/2021, 13:38 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh dalam kunjungan kerja meninjau pelaksanaan vaksinasi di Gedung Purna Yudha Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/9/2021). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh dalam kunjungan kerja meninjau pelaksanaan vaksinasi di Gedung Purna Yudha Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/9/2021).

SOLO, KOMPAS.com - Komisi IX DPR RI meminta pemerintah mempercepat vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengatakan, saat ini capaian vaksinasi di Indonesia baru mencapai 36,77 persen dosis pertama dan dosis dua 21 persen.

"Kita mendorong untuk distribusi vaksin lebih lancar dan melaksanakan vaksinasi di banyak tempat," kata Nihayatul dalam kunjungan kerja (kunker) meninjau pelaksanaan vaksinasi di Gedung Purna Yudha Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Cakupan Vaksinasi Dosis Pertama Baru 16 Persen, Ini Penjelasan Gubernur Kalbar

Nihayatul mengakui pemerintah untuk mendapatkan vaksin Covid-19 harus berebut dengan negara lain.

"Semangat masyarakat untuk vaksin cukup tinggi. Memang pemerintah sedang melakukan negosiasi cukup kencang untuk mendapatkan vaksin. Karena vaksin kita masih dari luar negeri dan itu tidak mudah untuk mendapatkan, bahkan harus berebut dengan negara lain," ungkap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, dia juga meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk melakukan kerja sama dengan banyak pihak agar proses vaksinasi berjalan dengan lancar.

"Kemarin saya baru kunker ke Lampung. Lampung ini termasuk daerah yang paling rendah di Indonesia tentang vaksin. Padahal untuk vaksin lainnya mereka cukup tinggi. Ternyata soal distribusi," kata Nihayatul.

Karena itu, pihaknya meminta pemerintah untuk meningkatkan distribusi vaksin untuk wilayah Lampung.

Baca juga: Vaksinasi Dosis Kedua Terlambat, Bobby Nasution Minta Masyarakat Tenang

Selama ini, kata dia, vaksin lebih banyak didistribusikan pemerintah di wilayah yang tingkat penyebaran Covid-19 tinggi.

"Karena yang kemarin-kemarin yang banyak diprioritaskan untuk vaksin itu adalah daerah-daerah zona yang paling merah (Jawa-Bali)," tutur dia.

Meskipun demikian, pihaknya mengatakan pemerintah sekarang sudah mulai mendistribusikan vaksin secara merata di luar Jawa-Bali.

"Sekarang Jawa-Bali Covid-19 sudah rendah sehingga distribusi vaksin semakin merata," terang Nihayatul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Regional
Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Regional
Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Regional
Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Regional
Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Regional
Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Regional
Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Regional
Beredar Video Ibu DPO MIT Poso Memohon Anaknya Pulang

Beredar Video Ibu DPO MIT Poso Memohon Anaknya Pulang

Regional
Terungkap Pemalsuan Surat Hasil PCR Penumpang di Bandara Kualanamu

Terungkap Pemalsuan Surat Hasil PCR Penumpang di Bandara Kualanamu

Regional
199 Tempat Rekreasi Hiburan Umum di Surabaya Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

199 Tempat Rekreasi Hiburan Umum di Surabaya Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

Regional
Setelah 5 Hari Karantina, 50 Personel Brimob Polda Jatim yang Bertugas di PON Papua Diizinkan Pulang

Setelah 5 Hari Karantina, 50 Personel Brimob Polda Jatim yang Bertugas di PON Papua Diizinkan Pulang

Regional
Polisi Temukan 6 Aplikasi Pinjol Ilegal Saat Gerebek Kantor Penagihan di Yogyakarta, Apa Saja?

Polisi Temukan 6 Aplikasi Pinjol Ilegal Saat Gerebek Kantor Penagihan di Yogyakarta, Apa Saja?

Regional
Sang Ibu Jadi Pekerja Migran, Gadis di Sumba Timur Diperkosa Ayah Kandung, Ini Ceritanya

Sang Ibu Jadi Pekerja Migran, Gadis di Sumba Timur Diperkosa Ayah Kandung, Ini Ceritanya

Regional
Ini Inovasi Pemkot Surabaya hingga Raih Penghargaan Kota Besar dengan Udara Terbersih di Asia Tenggara

Ini Inovasi Pemkot Surabaya hingga Raih Penghargaan Kota Besar dengan Udara Terbersih di Asia Tenggara

Regional
Buntut Buronan Ditembak dan Dianiaya, Kasat Reskrim Luwu Utara Dimutasi

Buntut Buronan Ditembak dan Dianiaya, Kasat Reskrim Luwu Utara Dimutasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.