Kompas.com - 14/09/2021, 15:00 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi berhasil mengungkap sindikat pemalsuan sertifikat vaksin Covid-19 di wilayah Jawa Barat.

Ada dua kejadian pemalsuan yang diungkap Sub Unit I dan V Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar.

Pertama, pemalsuan sertifikat vaksin pada 26 Agustus 2021.

Kemudian, yang kedua pada 6 September 2021.

Baca juga: Heboh Situs Palsu, Akses Sertifikat Vaksin Covid-19 Hanya di PeduliLindungi.id

Keempat tersangka yang ditangkap yakni JR, IF, MY, dan HH.

Pengungkapan ini berdasarkan patroli cyber yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Jabar, dua hari sebelum beredarnya NIK Presiden Joko Widodo di media sosial.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi awalnya menangkap JR, pada 26 Agustus 2021.

Polisi menemukan akun Facebook bernama Jojo yang menawarkan jasa pembuatan sertifikat vaksin.

"Pembuatan sertifikat vaksin ilegal tanpa suntik vaksin itu dihargai Rp 100.000 - 200.000 per sertifikatnya," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Erdi A Chaniago saat jumpa pers, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Gunakan Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Dari tersangka JR, polisi menyita 9 barang bukti sertifikat vaksin palsu.

Pada pengungkapan kedua, polisi menangkap IF, MY dan HH.

Modus yang dilakukan ketiganya serupa dengan JR, yakni ditawarkan di media sosial.

Adapun pembuatan sertifikat vaksin palsu tersebut dikenai biaya Rp 300.000.

 

Sampai saat ini, ketiga pelaku tersebut sudah menerbitkan 26 sertifikat vaksin palsu.

Adapun tersangka JR mendapat keuntungan Rp 1,8 juta.

Sedangkan tiga tersangka lainnya sebesar Rp 7,8 juta.

Baca juga: Syarat Terbaru Naik KRL, Sertifikat Vaksin Gantikan Dokumen Perjalanan Termasuk STRP

JR dijerat Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 9 ayat 1 huruf c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

Kemudian, Pasal 115 jo Pasal 65 ayat 2 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, yang ancaman hukuman maksimalnya 12 tahun penjara dan denda Rp 12 miliar.

Sedangkan ketiga pelaku lain disangka melanggar Pasal 46 ayat 1 jo Pasal 30 ayat 1 dan Pasal 51 jo Pasal 35 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 55 ayat 1 ke-1, jo Pasal 56 KUHP.

Ketiganya terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

"Tersangka dijerat pasal berlapis," kata Erdi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Digigit Ular Hijau Ekor Merah Saat Bersihkan Pekarangan, Seorang Polisi di Blitar Tewas

Digigit Ular Hijau Ekor Merah Saat Bersihkan Pekarangan, Seorang Polisi di Blitar Tewas

Regional
Ibu Kota Flores Timur Belum Dialiri Listrik, Anak Sekolah Terpaksa Belajar Pakai Pelita

Ibu Kota Flores Timur Belum Dialiri Listrik, Anak Sekolah Terpaksa Belajar Pakai Pelita

Regional
Dua Sejoli Kepergok Curi Motor di Gresik, Pelaku Pria Kabur Tinggalkan Pasangannya

Dua Sejoli Kepergok Curi Motor di Gresik, Pelaku Pria Kabur Tinggalkan Pasangannya

Regional
Sakit Hati Kekasihnya Direbut, Pria ini Aniaya Rekannya dengan Panah

Sakit Hati Kekasihnya Direbut, Pria ini Aniaya Rekannya dengan Panah

Regional
Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf, Anggota Pemuda Pancasila Datangi DPRD Sumut

Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf, Anggota Pemuda Pancasila Datangi DPRD Sumut

Regional
Dosen di Tasikmalaya Kembangkan Bioflok, Teknik Ternak Ikan untuk Usaha Keluarga

Dosen di Tasikmalaya Kembangkan Bioflok, Teknik Ternak Ikan untuk Usaha Keluarga

Regional
Soal Imigran Asal Timur Tengah di Kupang, Wakil Wali Kota: Harus Bisa Dipastikan Nasib Mereka

Soal Imigran Asal Timur Tengah di Kupang, Wakil Wali Kota: Harus Bisa Dipastikan Nasib Mereka

Regional
Perjuangan Citra, Guru di Wilayah 3T, Mengabdi Tanpa Pamrih di Pedalaman NTT

Perjuangan Citra, Guru di Wilayah 3T, Mengabdi Tanpa Pamrih di Pedalaman NTT

Regional
Dua Mahasiswi Tewas Tenggelam, IAIN Parepare Akui Ada Kesalahan Tempat Latihan yang Cukup Ekstrem

Dua Mahasiswi Tewas Tenggelam, IAIN Parepare Akui Ada Kesalahan Tempat Latihan yang Cukup Ekstrem

Regional
Varian Omicron Muncul di Sejumlah Negara, Koster Imbau Warga Bali Perketat Prokes

Varian Omicron Muncul di Sejumlah Negara, Koster Imbau Warga Bali Perketat Prokes

Regional
Terungkap, 3 Orang di Sumut Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong Gading di Media Sosial

Terungkap, 3 Orang di Sumut Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong Gading di Media Sosial

Regional
14 Awak Kapal Kargo Terombang-ambing di Laut Jawa

14 Awak Kapal Kargo Terombang-ambing di Laut Jawa

Regional
Update Pembunuhan di Subang, Polisi Evaluasi Bukti dan Periksa 7 Saksi

Update Pembunuhan di Subang, Polisi Evaluasi Bukti dan Periksa 7 Saksi

Regional
Berkas Rampung, Polisi Limpahkan Kasus Siswi SMP yang 12 Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Berkas Rampung, Polisi Limpahkan Kasus Siswi SMP yang 12 Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Regional
Kronologi Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Ponorogo, Terjatuh ke Sungai Saat Turun dari Sepeda

Kronologi Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Ponorogo, Terjatuh ke Sungai Saat Turun dari Sepeda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.