Kompas.com - 14/09/2021, 09:20 WIB
Sidang lanjutan kasus korupsi yang menyeret Bupati nonaktif Nganjuk Novi Rahman Hidayat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (13/9/2021). Foto: Tim Penerangan Kejari Nganjuk KOMPAS.COM/USMAN HADISidang lanjutan kasus korupsi yang menyeret Bupati nonaktif Nganjuk Novi Rahman Hidayat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (13/9/2021). Foto: Tim Penerangan Kejari Nganjuk

NGANJUK, KOMPAS.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk tegas menolak eksepsi yang diajukan Bupati nonaktif Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan lima terdakwa lainnya.

Tim JPU meminta majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya untuk melanjutkan persidangan pemeriksaan pokok perkara.

“JPU pada Kejaksaan Negeri Nganjuk secara tegas menyatakan menolak eksepsi yang diajukan para terdakwa,” ujar Kasi Pidsus Kejari Nganjuk, Andie Wicaksono, dalam keterangannya, Selasa (14/9/2021).

Keputusan JPU tersebut juga disampaikan dalam sidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi terkait penerimaan dan pemberian uang dalam mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk, Senin (13/9/2021) kemarin.

Baca juga: Jatim Sering Mendung dan Hujan meski Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG

Persidangan tersebut berlangsung secara virtual. Para terdakwa berada di Rutan Kelas IIB Nganjuk, sementara majelis hakim ada di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya.

Selain Novi, terdakwa lain dalam perkara ini yakni camat nonaktif Pace Dupriono, eks Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo, camat nonaktif Tanjunganom Edie Srianto, camat nonaktif Berbek Harianto, dan camat nonaktif Loceret Bambang Subagio.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Untuk satu terdakwa lainnya, M Izza Muhtadin tidak mengajukan eksepsi,” tutur Andie.

Andie mengatakan, alasan tim JPU menolak eksepsi karena materi eksepsi yang disampaikan oleh keenam terdakwa telah membahas atau memasuki materi pokok perkara lebih lanjut yang nantinya akan dibuktikan pada persidangan perkara pokok.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembukaan Wisata Bromo Bergantung pada Status PPKM Daerah Penyangga

Pembukaan Wisata Bromo Bergantung pada Status PPKM Daerah Penyangga

Regional
Mulai Berkantor di Balai RW, Eri Cahyadi Serap Aspirasi Warga: 10 Permasalahan Langsung Selesai

Mulai Berkantor di Balai RW, Eri Cahyadi Serap Aspirasi Warga: 10 Permasalahan Langsung Selesai

Regional
11 Daerah Terpencil di Kepulauan Riau Akhirnya Teraliri Listrik

11 Daerah Terpencil di Kepulauan Riau Akhirnya Teraliri Listrik

Regional
Heboh, Temuan Kerangka Manusia di Kebun Tebu Banyuwangi, Leher Terlilit Kabel, Diduga Tewas 2 Bulan Lalu

Heboh, Temuan Kerangka Manusia di Kebun Tebu Banyuwangi, Leher Terlilit Kabel, Diduga Tewas 2 Bulan Lalu

Regional
Warga Jember Beli 37 Lembar Uang Palsu di Facebook Seharga Rp 500.000, Rencana Akan Dijual Lagi

Warga Jember Beli 37 Lembar Uang Palsu di Facebook Seharga Rp 500.000, Rencana Akan Dijual Lagi

Regional
CFD di Alun-alun Purwokerto Batal Digelar, Ini Alasannya

CFD di Alun-alun Purwokerto Batal Digelar, Ini Alasannya

Regional
Pengedar Uang Palsu di Jember Ditangkap, Beli Rp 500.000 via Facebook, Dijual Lagi Rp 1 Juta

Pengedar Uang Palsu di Jember Ditangkap, Beli Rp 500.000 via Facebook, Dijual Lagi Rp 1 Juta

Regional
Kisah Siswa SD di Pulau Terluar Maumere, Menggigil Kedinginan Saat Seberangi Laut demi Ikut Ujian Online

Kisah Siswa SD di Pulau Terluar Maumere, Menggigil Kedinginan Saat Seberangi Laut demi Ikut Ujian Online

Regional
Kebakaran Rumah di OKI, Seorang Balita Jadi Korban

Kebakaran Rumah di OKI, Seorang Balita Jadi Korban

Regional
Jembatan Penghubung 2 Kecamatan di Riau Rusak, Warga: Semua Sudah Mengeluh dan Terlalu Sabar

Jembatan Penghubung 2 Kecamatan di Riau Rusak, Warga: Semua Sudah Mengeluh dan Terlalu Sabar

Regional
Dilimpahkan ke Kejari, 22 Tersangka Pembuat Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu di Bali Segera Disidang

Dilimpahkan ke Kejari, 22 Tersangka Pembuat Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu di Bali Segera Disidang

Regional
Kenal di Medsos 3 Bulan Lalu, Gadis 13 Tahun Ini Malah Disetubuhi Saat Bertemu

Kenal di Medsos 3 Bulan Lalu, Gadis 13 Tahun Ini Malah Disetubuhi Saat Bertemu

Regional
Setelah 39 Hari, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Batanghari Akhirnya Padam

Setelah 39 Hari, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Batanghari Akhirnya Padam

Regional
Menyoal Jual Beli Plasma Konvalesen di Surabaya, Pegawai PMI Terlibat, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 juta

Menyoal Jual Beli Plasma Konvalesen di Surabaya, Pegawai PMI Terlibat, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 juta

Regional
Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Apartemen Kosong Kawasan Pelita Batam, Ini Ciri-cirinya

Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Apartemen Kosong Kawasan Pelita Batam, Ini Ciri-cirinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.