Capaian Vaksinasi Didominasi Warga Ber-KTP Luar Kota Yogyakarta, Walkot: Kita Jemput Bola

Kompas.com - 12/09/2021, 15:55 WIB
Haryadi Suyuti saat ditemui di Kepatihan, Kamis (3/9/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoHaryadi Suyuti saat ditemui di Kepatihan, Kamis (3/9/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Capaian vaksinasi di Kota Yogyakarta tergolong cukup tinggi, Namun capaian tersebut justru didominasi warga dengan KTP berasal dari luar Kota Yogyakarta.

Terkait hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan menggencarkan vaksinasi untuk warga Kota Yogyakarta mulai Senin (13/9/2021).

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, persentase capaian vaksinasi di Kota Yogyakarta sudah melebihi 100 persen, tetapi lebih dari 60 persen di antaranya adalah warga ber-KTP dari luar Kota Yogyakarta.

Baca juga: Jokowi Meminta Pemkot Yogyakarta Gunakan Stok Vaksin yang Dicadangkan

“Ternyata yang kita vaksin sebanyak 60 persen lebih adalah warga dari luar Kota Yogyakarta, nggak masalah,” ujarnya, Sabtu (11/9/2021).

Untuk meningkatkan capaian vaksinasi kepada warga ber-KTP Kota Yogyakarta, pihaknya akan mulai menggunakan cara jemput bola untuk vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

Menurut Haryadi, pihaknya sudah menyiapkan beberapa program untuk menggencarkan vaksinasi bagi warga Kota Yogyakarta seperti dengan cara vaksinasi door to door dan juga melalui mobil vaksinasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Balai Kota Yogyakarta Kawasan Wajib Vaksin, Warga Bisa Vaksinasi Covid-19 di Tempat

“Senin besok kita gencarkan vaksin dalam kota dengan cara jemput bola vaksin mobil jalan. Kami akan menyasar dengan BIN (Badan Intelijen Negara), kita realisasikan vaksinasi door to door vaksin akan masuk ke wilayah,” jelas Haryadi.

Menurut Haryadi, target vaksinasi di Kota Yogyakarta mencapai kurang lebih sebanyak 300.000 warga dan hingga saat ini warga yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Kota Yogyakarta ada sebanyak sekitar 125.000 warga.

"Masih ada antara 120.000-125.000 dari target sasaran 300.000, target vaksinasi kami adalah 12 tahun ke atas dan non-komorbid (tanpa penyakit penyerta) ," jelas dia.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Naik Pesawat ke Babel Cukup Antigen jika Sudah Vaksin 2 Kali

Syarat Naik Pesawat ke Babel Cukup Antigen jika Sudah Vaksin 2 Kali

Regional
427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
Kisah Pelajar ABCDEF GHIJK Zuzu, Sang Ayah Siapkan Nama Unik Itu Sejak Sebelum Menikah

Kisah Pelajar ABCDEF GHIJK Zuzu, Sang Ayah Siapkan Nama Unik Itu Sejak Sebelum Menikah

Regional
Pelaku Tabrak Lari di Sleman Ditangkap, Sempat Tinggalkan Mobil di SPBU

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Ditangkap, Sempat Tinggalkan Mobil di SPBU

Regional
Kasus Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Satu Pegawai Ditarget Dapat 15-20 Nasabah Sehari

Kasus Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Satu Pegawai Ditarget Dapat 15-20 Nasabah Sehari

Regional
Admin Instagramnya Panggil Warganet lewat DM, Polda Kalteng Minta Maaf

Admin Instagramnya Panggil Warganet lewat DM, Polda Kalteng Minta Maaf

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Oktober 2021

Regional
Video Pengendara Motor Masturbasi Sambil Buntuti Wanita di Jalan Viral di Medsos

Video Pengendara Motor Masturbasi Sambil Buntuti Wanita di Jalan Viral di Medsos

Regional
Sepeda Motor Tabrak Pohon di Ponorogo, Satu Pelajar Tewas dan 1 Luka-Luka

Sepeda Motor Tabrak Pohon di Ponorogo, Satu Pelajar Tewas dan 1 Luka-Luka

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Oktober 2021

Regional
Gempa M 4,7 Guncang Lombok Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 4,7 Guncang Lombok Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Polisi yang Rampok Mobil di Lampung Ditangkap, Kapolda Pastikan Pelaku Dihukum: Tak Ada Pilih Kasih

Polisi yang Rampok Mobil di Lampung Ditangkap, Kapolda Pastikan Pelaku Dihukum: Tak Ada Pilih Kasih

Regional
Lika-liku Upaya Menghapus Budaya Kekerasan terhadap Anak di Kampung Laut Cilacap

Lika-liku Upaya Menghapus Budaya Kekerasan terhadap Anak di Kampung Laut Cilacap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.