Kompas.com - 03/09/2021, 14:02 WIB
AKBP DEWA PUTU EKA DHARMAWAB KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIAKBP DEWA PUTU EKA DHARMAWAB

 

Korban diduga banyak

Dedy menyebutkan, sejatinya banyak pengusaha di Kota Madiun yang menjadi korban penipuan dengan modus yang sama. Hanya saja, mereka enggan melaporkan ke polisi.

“Informasinya di kepolisian sudah ada lima korban yang sudah melapor. Pelapor dari luar Madiun ada dua (Kalimantan, Tuban, dan Tulungagung). Sementara di Madiun ada dua, saya dan rumah makan Omah Cabe,” kata Deddy.

Deddy menceritakan, penipuan yang menimpa dirinya bermula saat ada pesanan barang melalui chat WhatsApp di tokonya tanggal 19 Juni 2021.

Setelah selesai memesan, pelaku mengaku sudah mentransfer uang senilai Rp 33 juta dengan mengirimkan bukti transfer berupa cetakan pengiriman dari ATM melalui pesan WhatsApp.

Lantaran kejadiannya berlangsung pada akhir pekan, Deddy tidak bisa mengecek validasi pengiriman uang dari pelaku.

Hanya saja, saat itu Deddy memercayai hingga akhirnya mengirimkan barang melalui kurir online yang dipesan pelaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kejadian kembali terulang keesokan harinya, Minggu (20/6/2021).

Dengan modus yang sama, pelaku memesan kembali barang berupa minyak goreng, sampo, sabun, dan kebutuhan rumah tangga lainnya dengan nilai transaksi Rp 8 juta.

Kali ini, Deddy mengecek kebenaran pengiriman uang yang dilakukan pelaku.

Baca juga: Cerita Pemilik Toko Terima Order Fiktif, Rugi Rp 44 Juta, Pelaku 3 Napi di Lapas Madiun

Hasilnya, pihak bank mengonfirmasi tidak ada transaksi yang masuk ke rekening tokonya.

Ia pun baru menyadari menjadi korban penipuan order fiktif sehingga langsung melaporkan ke Polsek Manguharjo.

Kepala Lapas Pemuda Kelas II A Madiun Ardian Nova Christiawan yang dihubungi terpisah menyatakan, narapidana yang terlibat dalam kasus penipuan online mendapatkan ponsel dari dari narapidana yang bebas.

“Pengakuan sementara ini, mereka (tiga napi) itu mendapatkan HP dari napi yang sudah bebas,” ujar Ardian.

Soal apakah ada dan tidaknya keterlibatan pegawainya, Ardia mengatakan, sementara dilakukan investigasi di internal.

Begitu juga dengan asal muasal ponsel yang digunakan tiga narapidana narkoba binaannya, itu juga sementara dilakukan penelusuran.

Ia berjanji bila hasil investigasi terbukti ada keterlibatan pegawainya, akan ditindak tegas berupa pemecatan.

Ungkap jaringan hingga tuntas

Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan yang dihubungi terpisah menyatakan, polisi tidak hanya berhenti menyidik dengan hanya menetapkan narapidana kasus narkoba sebagai tersangka.

Penyidik akan mengungkap jaringan besar yang berada di balik penipuan online berkedok order fiktif.

“Kami akan ungkap jaringan yang besar dalam kasus tersebut, dan tentunya kami akan kejar ke pelaku-pelaku lainnya,” kata Dewa.

Bagi Dewa, jaringan kasus ini harus dibongkar lantaran tidak mungkin narapidana itu melakukannya sendirian.

Baca juga: Belanja Online Bermodus Order Fiktif dari dalam Lapas Pemuda Madiun, 3 Napi Kasus Narkoba Jadi Tersangka

Ia menduga ada komplotan sehingga pelaku bisa menipu para korbannya.

“Apakah komplotan ini hanya dua atau ada yang lain. Karena ini suatu bentuk kejahatan yang tidak mudah dilakukan dalam lapas,” ujar Dewa.

Ia mencontohkan beberapa dokumen bukti transfer palsu yang ternyata diedit oleh pelaku.

Padahal, pengeditan itu tidak bisa dilakukan dengan ponsel biasa.

“Semisal dengan handphone, orangnya pun harus terbiasa. Untuk itu, kami upayakan untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Dewa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Hotel, Seorang Dokter Dilaporkan Istrinya ke Polisi

Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Hotel, Seorang Dokter Dilaporkan Istrinya ke Polisi

Regional
Pencuri Gasak Uang dan Ponsel dari Apotek Dekat Kantor Polisi, Pelaku: Untuk Bayar Cicilan

Pencuri Gasak Uang dan Ponsel dari Apotek Dekat Kantor Polisi, Pelaku: Untuk Bayar Cicilan

Regional
Viral, Video Anggota Organisasi Pemuda Acungkan Tongkat Besi ke Pemilik Toko, Minta 'Sumbangan'

Viral, Video Anggota Organisasi Pemuda Acungkan Tongkat Besi ke Pemilik Toko, Minta "Sumbangan"

Regional
Sopir Truk yang Hanyut Terbawa Lahar Hujan Merapi Belum Ditemukan

Sopir Truk yang Hanyut Terbawa Lahar Hujan Merapi Belum Ditemukan

Regional
Terungkap, Sopir Taksi Online di Medan Tewas Dibunuh Penumpangnya

Terungkap, Sopir Taksi Online di Medan Tewas Dibunuh Penumpangnya

Regional
Kasus Pelecehan Seksual di Kampus Unsri, 2 Dosen Jadi Terduga Pelaku, Korbannya 3 Mahasiswi

Kasus Pelecehan Seksual di Kampus Unsri, 2 Dosen Jadi Terduga Pelaku, Korbannya 3 Mahasiswi

Regional
Kabur Saat Ditangkap, Rumah Pemerkosa Anak Kandung hingga Hamil Dirusak Warga

Kabur Saat Ditangkap, Rumah Pemerkosa Anak Kandung hingga Hamil Dirusak Warga

Regional
Cari Ikan, Warga Jember Malah Temukan Jasad Perempuan di Sungai

Cari Ikan, Warga Jember Malah Temukan Jasad Perempuan di Sungai

Regional
Bebasnya Valencya Buktikan Masih Ada Polisi, Jaksa, Hakim yang Baik, Berjuang Lawan Kekerasan Terhadap Perempuan

Bebasnya Valencya Buktikan Masih Ada Polisi, Jaksa, Hakim yang Baik, Berjuang Lawan Kekerasan Terhadap Perempuan

Regional
Gerakan Arek Suroboyo Deklarasi Dukung Anies Baswedan Maju Capres 2024

Gerakan Arek Suroboyo Deklarasi Dukung Anies Baswedan Maju Capres 2024

Regional
Detik-detik Toyota Rush Seruduk Apotek di Blitar, Sopir Tertidur, Sempat Dikira Suara Bom Meledak

Detik-detik Toyota Rush Seruduk Apotek di Blitar, Sopir Tertidur, Sempat Dikira Suara Bom Meledak

Regional
Waspada, Banjir Rob Diprediksi Terjang Pesisir Surabaya Mulai Malam Ini hingga 7 Desember

Waspada, Banjir Rob Diprediksi Terjang Pesisir Surabaya Mulai Malam Ini hingga 7 Desember

Regional
Wali Kota Madiun Larang Warga Pesta Tahun Baru, Alun-alun Bakal Tutup Jam 8 Malam

Wali Kota Madiun Larang Warga Pesta Tahun Baru, Alun-alun Bakal Tutup Jam 8 Malam

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Dsember 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Dsember 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.