Cerita Sukses Petani Muda Bertanam Porang, Panen Omzet Ratusan Juta dan Tips untuk Pemula (Bagian 1)

Kompas.com - 22/08/2021, 12:40 WIB
PANEN PORANG—Yoyok Triono, petani muda asal Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur menunjukkan hasil panen porangnya tahun ini. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIPANEN PORANG—Yoyok Triono, petani muda asal Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur menunjukkan hasil panen porangnya tahun ini.

 

Bagi Yoyok, budidaya porang cocok menjadi tanaman investasi. Sebab, untuk membudidayakan porang memerlukan waktu yang lama guna memperoleh hasil.

Bila menggunakan bibit katak maka dua tahun baru bisa panen. Sementara bila menanam porang dengan bibit umbi maka tujuh bulan petani bisa panen.

Dengan demikian, budidaya porang sifatnya tidak bisa tergesa-gesa untuk memanen. Petani yang ingin terjun menaman harus tekun agar panen bisa maksimal.

“Saya pesan bagi petani pemula untuk tekun dan jangan tergiur harus segera panen. Dan jangan terlalu tergesa-gesa panen karena porang saat ini menjadi tanaman invenstasi,” ungkap Yoyok.

Senada dengan Yoyok, Warsito menyarankan agar pemula yang ingin berbudidaya porang mulai dari sedikit dahulu.

Sebab, saat tahun pertama menanam, petani akan mendapatkan bibit gratis dari hasil katak porang.

Katak merupakan buah yang tumbuh di antara batang tanaman porang. Katak bisa dijadikan bibit tanaman porang,

“Untuk pemula lebih baik sedikit saja tanamnya. Misalnya umbi satu kilo isi empat atau lima maka satu musim bisa diambil kataknya,” ujar Warsito.

Tak hanya itu, Warsito menyarankan agar pembelian bibit dilakukan diakhir musim kemarau atau menjelang musim penghujan. Walaupun harga bibit agak mahal, tetapi resiko gagal panen sedikit.

Lebih bagus lagi, petani pemula memilih katak sebagai bibit karena memiliki survive yang bagus. Hanya saja, dalam satu kali musim tanam, petani belum mendapatkan katak.

“Kalau bibitnya umbi sudah mendapatkan katak dan dipanen satu musim. Dengan begitu, menanam porang dengan umbil dalam satu musim bisa panen umbil dan dapatkan katak untuk dijadikan bibit,” jelas Warsito.

Baca juga: Ini 2 KKB Papua Paling Berbahaya dan Sosok Pemimpinnya

Ia menambahkan banyak orang yang fobia hendak menanam porang karena dengan harga bibit porang diawal yang tidak murah.

Para pemula biasanya khawatir gagal panen padahal sudah mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli bibit.

“Orang yang menganggap budidaya porang susah karena ketakutan harga bibit diawal. Takutnya merugi kalau gagal panen bagaimana. Padahal, prosentase gagalnya sedikit,” jelas Warsito.

Tak hanya itu, dibandingkan dengan tanaman holtikultura lainnya, porang lebih mudah perawatannya dan tidak mudah diserang penyakit.

“Sejauh pengalaman saya budidaya hortikultura paling enak ya tanam porang. Karena dari segi hama sedikit tidak seperti horti lainnya,” ungkap Warsito, yang sebelum bertanam porang sudah menjadi petani cabe dan pepaya. (bersambung)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terima Anaknya Dipukul Pakai Selang, Wanita Ini Laporkan Suaminya ke Polisi

Tak Terima Anaknya Dipukul Pakai Selang, Wanita Ini Laporkan Suaminya ke Polisi

Regional
Bripa Ricardo 'Benyanyi' di Persidangan,  Akui Terima Suap Ro 300 Juta dari Istri Bandar Narkoba, Seret Nama Kapolrestabes Medan

Bripa Ricardo "Benyanyi" di Persidangan, Akui Terima Suap Ro 300 Juta dari Istri Bandar Narkoba, Seret Nama Kapolrestabes Medan

Regional
Pembunuhan Berdarah di Kamar Kos Semarang, Seorang Wanita Ditemukan Tewas, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Pembunuhan Berdarah di Kamar Kos Semarang, Seorang Wanita Ditemukan Tewas, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Regional
Tidak Ada Korban Jiwa, Ini Dampak Kerusakan akibat Gempa di Lebak

Tidak Ada Korban Jiwa, Ini Dampak Kerusakan akibat Gempa di Lebak

Regional
Marah Tak Diambilkan Air Minum, Ayah di Riau Aniaya Anak Pakai Selang Berujung Penjara

Marah Tak Diambilkan Air Minum, Ayah di Riau Aniaya Anak Pakai Selang Berujung Penjara

Regional
Kepala Inspektorat di Kabupaten SBB Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi

Kepala Inspektorat di Kabupaten SBB Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi

Regional
Wisatawan Asal Medan Hilang di Pantai Senggigi Lombok

Wisatawan Asal Medan Hilang di Pantai Senggigi Lombok

Regional
Sejarah Satpam dan Warna Seragamnya dari Masa ke Masa

Sejarah Satpam dan Warna Seragamnya dari Masa ke Masa

Regional
Pembagian Waktu di Indonesia serta Daftar Provinsi yang Masuk Zona WIB, WIT, dan WITA

Pembagian Waktu di Indonesia serta Daftar Provinsi yang Masuk Zona WIB, WIT, dan WITA

Regional
Jajal Platform Digital, Pelaku UMKM di Cianjur Belajar Foto Produk

Jajal Platform Digital, Pelaku UMKM di Cianjur Belajar Foto Produk

Regional
Pemkab Kubu Raya Ajukan Vaksin Covid-19 sebagai Syarat Menikah, Ini Alasannya

Pemkab Kubu Raya Ajukan Vaksin Covid-19 sebagai Syarat Menikah, Ini Alasannya

Regional
12 Pasangan Muda-mudi di Padang Menginap Tanpa Surat Nikah, Satpol PP Panggil Orangtua

12 Pasangan Muda-mudi di Padang Menginap Tanpa Surat Nikah, Satpol PP Panggil Orangtua

Regional
Pelanggar Tilang Elektronik di Jateng Tertinggi di Indonesia

Pelanggar Tilang Elektronik di Jateng Tertinggi di Indonesia

Regional
Istri Bandar Narkoba Diduga Suap Kapolrestabes Medan Rp 75 Juta, Digunakan Beli Motor Hadiah untuk Anggota TNI

Istri Bandar Narkoba Diduga Suap Kapolrestabes Medan Rp 75 Juta, Digunakan Beli Motor Hadiah untuk Anggota TNI

Regional
Pinjam Kendaraan untuk Beli Minyak Goreng, Pedagang Ini Malah Bawa Kabur Motor Sport Pembeli

Pinjam Kendaraan untuk Beli Minyak Goreng, Pedagang Ini Malah Bawa Kabur Motor Sport Pembeli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.