Kompas.com - 21/08/2021, 22:14 WIB
Dwita dan Hervy, Paskibraka Nasional utusan Riau saat tiba di VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sabtu (21/8/2021). Dok. Pemprov RiauDwita dan Hervy, Paskibraka Nasional utusan Riau saat tiba di VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sabtu (21/8/2021).

 

Suka duka menjadi Paskibraka

Dwita Okta Amelia Herdian membagikan pengalamannya menjadi anggota Paskibraka Nasional 2021. 

Siswi di SMA Negeri 1 Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ini terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional setelah melalui tahap seleksi yang berlangsung selama 4 hari di Pekanbaru, mulai 19-22 Mei 2021.

Dwita mengungkapkan, dirinya berhasil terpilih menjadi utusan Provinsi Riau, karena sudah mengikuti seleksi fisik, mental, pengetahuan sejarah dan lainnya. 

Remaja berusia 16 tahun ini awalnya tidak menyangka bisa terpilih.

"Menjadi perwakilan Provinsi Riau yang berarti saya diberi tanggung jawab dari para ibu dan bapak di Dinas Pemuda dan Olahraga, kakak pelatih, serta yang bersangkutan untuk menjadi perwakilan Provinsi Riau," ujar Dwita.

Ia mengakui bahwa menjalani latihan di masa pandemi Covid-19 membutuhkan kesabaran dan kekuatan yang ekstra.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun dalam situasi pandemi, anggota Paskibraka Nasional 2021 tetap dituntut disiplin, tenang, dan patuh terhadap protokol kesehatan. 

"Perubahannya di masa pandemi ini banyak dan tantangannya berat, di mana yang biasanya kita latihan tidak pakai masker, sekarang malah dobol masker, jadi sesak. Serta bagaimana caranya kita tetap tahan napas, jaga badan dan sikap saat lagi PBB (peraturan baris berbaris), ini harus betul-betul tenang," ungkap Dwita. 

Tidak hanya itu, menurut dia, dalam situasi serba terbatas, masa perkenalan dengan teman-teman dari daerah lain agak sulit dilakukan, karena harus menjaga jarak. 

Bahkan, untuk makan pun dilakukan di kamar masing-masing. 

"Di sana kami dikasih vitamin, dan makannya harus selalu habis. Kalau masker sudah basah harus diganti, kami juga dites swab tiga kali sehari," kata Dwita.

Namun, meski situasi dan kondisi kurang mendukung, ia tak patah semangat.

Dwita bisa mengambil kondisi keterpurukan menjadi sebuah peluang untuk menorehkan prestasi di masa mudanya, yakni dengan terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional 2021.

"Memang perubahannya banyak dan serba dibatasi. Tapi, ini jadi kesempatan dan peluang di masa pandemi untuk bisa berprestasi dan membanggakan orangtua, Provinsi Riau, Kabupaten Rohul, serta sekolah, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya," kata Dwita.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Banten Akan Berlakukan Ganjil Genap ke Tempat Wisata Saat Libur Nataru

Polda Banten Akan Berlakukan Ganjil Genap ke Tempat Wisata Saat Libur Nataru

Regional
Desak Polisi Ungkap Pembunuh Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik, Warga Kupang Nyalakan 1.000 Lilin

Desak Polisi Ungkap Pembunuh Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik, Warga Kupang Nyalakan 1.000 Lilin

Regional
Borobudur Marathon 2021 Pancing Geliat Ekonomi Usai Terpukul Pandemi

Borobudur Marathon 2021 Pancing Geliat Ekonomi Usai Terpukul Pandemi

Regional
3 Tekanan Global yang Sedang Dihadapi Indonesia Menurut Erick Thohir

3 Tekanan Global yang Sedang Dihadapi Indonesia Menurut Erick Thohir

Regional
Urus Semua Perizinan di Surabaya Kini Wajib lewat Aplikasi, Eri Cahyadi Ungkap Alasannya

Urus Semua Perizinan di Surabaya Kini Wajib lewat Aplikasi, Eri Cahyadi Ungkap Alasannya

Regional
Petani Blitar Temukan Granat Nanas Aktif Saat Mencangkul Ladang

Petani Blitar Temukan Granat Nanas Aktif Saat Mencangkul Ladang

Regional
Berawal Lihat HP, Sopir Taksi Online Ini Rampok Penumpangnya, Korban Diikat lalu Dimasukkan ke Bagasi

Berawal Lihat HP, Sopir Taksi Online Ini Rampok Penumpangnya, Korban Diikat lalu Dimasukkan ke Bagasi

Regional
Peristiwa Berdarah di Desa OKU Sumsel, 5 Warga Tewas Ditusuk Seorang Pria

Peristiwa Berdarah di Desa OKU Sumsel, 5 Warga Tewas Ditusuk Seorang Pria

Regional
10 Hari Nol Kasus, Pasien Covid-19 Kembali Muncul di Salatiga

10 Hari Nol Kasus, Pasien Covid-19 Kembali Muncul di Salatiga

Regional
Bocah 4 Tahun di NTT Tewas Tersetrum, Diduga Petugas Salah Pasang Kabel

Bocah 4 Tahun di NTT Tewas Tersetrum, Diduga Petugas Salah Pasang Kabel

Regional
Istri yang Tewas Disiram Air Keras Pernah 3 Kali Tolak Pinangan Pelaku

Istri yang Tewas Disiram Air Keras Pernah 3 Kali Tolak Pinangan Pelaku

Regional
'ASN yang Belum Divaksin, Tahan Gaji Mereka, Ini Perintah'

"ASN yang Belum Divaksin, Tahan Gaji Mereka, Ini Perintah"

Regional
Usai Bunuh Selingkuhan Istrinya, Pria Ini Serahkan Diri

Usai Bunuh Selingkuhan Istrinya, Pria Ini Serahkan Diri

Regional
Genjot Vaksinasi, Bupati Maluku Tengah Kerahkan Seluruh ASN Turun ke Desa, Kadinas Juga Harus Terjun ke Lapangan

Genjot Vaksinasi, Bupati Maluku Tengah Kerahkan Seluruh ASN Turun ke Desa, Kadinas Juga Harus Terjun ke Lapangan

Regional
Rusak Kotak Suara hingga Pukul Polisi Saat Pilkades, 9 Orang Jadi Tersangka, Cakades Ikut Diperiksa

Rusak Kotak Suara hingga Pukul Polisi Saat Pilkades, 9 Orang Jadi Tersangka, Cakades Ikut Diperiksa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.