Kompas.com - 12/08/2021, 05:30 WIB
S (40), guru TK di Kota Malang yang terjerat Pinjol bersama kuasa hukumnya usai melapor ke Mapolresta Malang Kota, Kamis (20/5/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKS (40), guru TK di Kota Malang yang terjerat Pinjol bersama kuasa hukumnya usai melapor ke Mapolresta Malang Kota, Kamis (20/5/2021).

 

MALANG, KOMPAS.com - Medio Mei 2021, kasus yang melibatkan seorang guru TK dan 24 pinjaman online (Pinjol) mencuat ke hadapan publik.

Berawal dari beban biaya kuliah, S (40) seorang guru TK di Kota Malang terjerat pinjaman online (Pinjol) Ilegal.

S sempat berada di titik terendah dan sempat ingin bunuh diri akibat teror penagihan oleh Pinjol tersebut.

September 2020, S harus membayar uang kuliahnya sebesar Rp 2,5 juta di salah satu perguruan tinggi di Malang.

Saat itu, S yang berkuliah di Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) kebingungan.

Baca juga: Satgas Waspada Investasi: Hanya 121 Pinjol yang Terdaftar di OJK, Lainnya Ilegal

S tidak punya uang untuk melanjutkan kuliahnya yang sudah tersisa satu semester.

Sementara, gajinya dari mengajar Taman Kanak-Kanak (TK) tidak mencukupi untuk ditabung. Sebulan, S hanya mendapat bayaran Rp 500.000.

“Harus membayar uang semester Rp 2,5 juta dan waktu itu tidak ada uang. Mau pinjam ke teman, teman tidak punya uang,” katanya saat diwawancara di rumahnya saat itu, Rabu (30/6/2021).

Di tengah kebingungannya, S lantas mengajukan pinjaman ke aplikasi Pinjaman Online (Pinjol). Dalam kurun waktu kurang dari satu jam, S mendapatkan uang dibutuhkannya.

“Akhirnya nekat pinjam ke Pinjol,” katanya.

S meminjam uang ke pinjaman online (Pinjol) usai diberi tahu temannya.

Dia lantas mengunduh aplikasi Pinjol di Play Store. S mengaku memasukkan kata kunci pinjaman online, lalu mengunduhnya.

Baca juga: Pinjol Ilegal, Begini Jerat Hukumnya

Tak tahu regulasi pinjol

Ilustrasi fintech nakal atau pinjaman online nakal. Dok.Shutterstock Ilustrasi fintech nakal atau pinjaman online nakal.

S tidak tahu tentang regulasi Pinjol, begitu juga dengan temannya yang memberi tahu. S juga tidak mengetahui bahwa ada Pinjol yang ilegal.

Dia asal mengunduh aplikasi Pinjol dan menggunakan layanannya. Untuk mendapat uang Rp 2,5 juta, S meminjam di empat aplikasi Pinjol sekaligus.

“Saat itu tidak tahu kalau ada Pinjol yang ilegal. Yang penting cair,” katanya.

Pencairan oleh Pinjol itu sangat cepat. Usai menyetor foto KTP, foto diri dengan cara selfie dan menyetujui segala ketentuannya, uang itu cari kurang dari satu jam.

“Sekitar satu jam sudah cair. Ada yang 15 menit sudah cair. Ditransfer ke rekening,” katanya.

Baca juga: Pinjol Tagih Utang dengan Ancaman Bisa Dituntut Ganti Rugi, Simak Aturannya

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2022

Regional
5 Mercusuar Bersejarah di Indonesia, Ada yang Dibangun di Aceh, tapi Gunakan Tenaga Ratusan Warga Ambon

5 Mercusuar Bersejarah di Indonesia, Ada yang Dibangun di Aceh, tapi Gunakan Tenaga Ratusan Warga Ambon

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2022

Regional
Dua Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Dibebaskan, Ini Kata Polisi

Dua Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Dibebaskan, Ini Kata Polisi

Regional
Dua Tersangka Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Dibebaskan, Korban Hamil

Dua Tersangka Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Dibebaskan, Korban Hamil

Regional
Sopir Ekspedisi Ditahan di Polsek Tanpa Status Hukum Jelas, Kapolda Lampung Cari Pelapornya

Sopir Ekspedisi Ditahan di Polsek Tanpa Status Hukum Jelas, Kapolda Lampung Cari Pelapornya

Regional
Vaksinasi Booster di NTB Dimulai 19 Januari, Lansia Jadi Prioritas

Vaksinasi Booster di NTB Dimulai 19 Januari, Lansia Jadi Prioritas

Regional
7 Kilang Minyak Milik Indonesia, dari yang Tertua hingga Terbesar

7 Kilang Minyak Milik Indonesia, dari yang Tertua hingga Terbesar

Regional
Mengenal Garis Pemisah Fauna di Nusantara: Garis Wallace, Garis Weber, dan Garis Lydekker

Mengenal Garis Pemisah Fauna di Nusantara: Garis Wallace, Garis Weber, dan Garis Lydekker

Regional
Sejarah Pesawat Pertama buatan Indonesia, Mimpi BJ Habibie yang Terhalang Krisis Moneter

Sejarah Pesawat Pertama buatan Indonesia, Mimpi BJ Habibie yang Terhalang Krisis Moneter

Regional
Kasus Pembakaran Rumah Jurnalis di Aceh, Pangdam IM: Kami Berkomitmen Penegakan Hukum

Kasus Pembakaran Rumah Jurnalis di Aceh, Pangdam IM: Kami Berkomitmen Penegakan Hukum

Regional
5 Remaja yang Lempar Mobil Demi Konten Dibebaskan Polisi, Ini Alasannya

5 Remaja yang Lempar Mobil Demi Konten Dibebaskan Polisi, Ini Alasannya

Regional
Dijanjikan Jadi Veteran, 52 Lansia di NTT Diduga Tertipu Miliaran Rupiah

Dijanjikan Jadi Veteran, 52 Lansia di NTT Diduga Tertipu Miliaran Rupiah

Regional
Digugat Warganya Terkait Pengisian Perangkat Desa, Bupati Blora: Kita Hadapi

Digugat Warganya Terkait Pengisian Perangkat Desa, Bupati Blora: Kita Hadapi

Regional
Polisi Bongkar Makam Siswi SD di Grobogan yang Diduga Tewas Dianiaya Temannya

Polisi Bongkar Makam Siswi SD di Grobogan yang Diduga Tewas Dianiaya Temannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.