BNN Maluku Tangkap 14 Tersangka Narkoba Selama 6 Bulan, Barang Bukti Dibakar dan Diblender

Kompas.com - 04/08/2021, 13:07 WIB
Kepala BNN Maluku Brigjen Pol. Rohmad Nursahid bersama sejumlah pejabat BNN Maluku menunjukkan barang bukti narkoba hasil sitaan di kantor BNN Maluku, Rabu (4/8/2021) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKepala BNN Maluku Brigjen Pol. Rohmad Nursahid bersama sejumlah pejabat BNN Maluku menunjukkan barang bukti narkoba hasil sitaan di kantor BNN Maluku, Rabu (4/8/2021)

AMBON,KOMPAS.com- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Provinsi Maluku memusnahkan barang bukti narkoba hasil sitaan dengan cara diblender dan dibakar, Rabu (4/8/2021).

Barang bukti narkoba yang dimusnahkan itu berupa 6 paket sabu seberat 10,10 gram dan satu paket ganja seberat 534,14 gram.

Narkoba yang di musnahkan itu merupakan hasil sitaan selama periode Januari hingga Juni 2021.

Baca juga: Kisah Kasat Lantas di NTT, Peluk Keluarga Korban Kecelakaan yang Histeris karena Dinyatakan Positif Covid-19

Kepala BNN Provinsi Maluku Brigjen Pol. Rohmad Nursahid mengatakan, barang bukti sabu dan ganja yang dimusnahkan itu dikirim dari Jakarta melalui salah satu jasa pengiriman ekspedisi di Ambon.

“Jadi pengirim dari Jakarta kirim dua paket, ketika satu paket sudah ditangkap, yang satunya tidak diambil. Sampai 14 hari ditunggu tidak ada yang datang ambil sehingga dilakukan penyitaan,” kata Mohmad kepada waratwan di kantor BNN Maluku, Rabu.

Rohmad mengatakan, pemusnahan barang bukti narkoba itu sudah sesuai dengan petunjuk dari Kejaksaan Negeri Ambon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pemusnahan ini sudah berdasarkan penetapan penyitaan dan dari Kejaksaan Negeri Ambon untuk dimusnahkan,” tandasnya.

Baca juga: Bus Pengiring Jenazah Terbalik dan Timpa Rumah Warga di Kupang, Bermula Tak Kuat Menanjak

 

Ilustrasi tersangka ditahan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi tersangka ditahan.
14 tersangka

Pada kesempatan itu, Rohmad mengaku BNN Maluku sepanjang  periode Januari hingga Juni 2021 juga telah mengungkap delapan kasus peredaran narkoba di wilayah Maluku melibatkan sebanyak 14 tersangka.

Menurutnya dari 14 tersangka, 8 tersangka di antaranya masih berada dalam rumah tahanan BNN Maluku. Kedelapan tersangja itu yakni GW, FU, JT, IT, AHB, MFL, TAT dan SOW.

“Sementara untuk tersangka lain telah diserahkan ke kejaksaan untuk diproses lebih lanjut,” katanya.

Dia merinci selama semester pertama tahun 2021, pihaknya telah menyita barang bukti narkoba sebanyak 161,83 gram sabu, tembakau sinte 21,46 gram dan ganja sebanya 3.263,62 gram.

Menurutnya dalam pengungkapan sejumlah kasus peredaran narkoba di Maluku, BNN bekerja sama dengan sejumlah pihak di antaranya Polda Maluku, Bea Cukai, Angkasa Pura, Lanud Pattimura, Kemenkum HAM dan instansi terkait lainnya.

“Tentu kerjasama lintas sektor ini sangat penting mengingat tingginya penyelundupan narkoba ke Maluku semakin tinggi,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Murid SD di Nias Laporkan Guru ke Polisi karena Pelecehan Seksual

7 Murid SD di Nias Laporkan Guru ke Polisi karena Pelecehan Seksual

Regional
Penjual Jamu Tewas di Tangan Suami karena Cemburu

Penjual Jamu Tewas di Tangan Suami karena Cemburu

Regional
Cerita Warga di Sikka Dianiaya Oknum Polisi hingga Pingsan, Dituduh Mencuri, Korban Menolak Uang Rp 2,5 Juta dari Pelaku

Cerita Warga di Sikka Dianiaya Oknum Polisi hingga Pingsan, Dituduh Mencuri, Korban Menolak Uang Rp 2,5 Juta dari Pelaku

Regional
Penyalahgunaan Solar, Penyerobotan Tambang, hingga Kepemilikan Senpi Ilegal Terjadi di Desa Ini

Penyalahgunaan Solar, Penyerobotan Tambang, hingga Kepemilikan Senpi Ilegal Terjadi di Desa Ini

Regional
Mantan Kadishub Cilegon Didakwa Terima Suap Rp 530 Juta

Mantan Kadishub Cilegon Didakwa Terima Suap Rp 530 Juta

Regional
Sepasang Kekasih Penjambret Ditangkap Polisi, Salah Satunya Residivis

Sepasang Kekasih Penjambret Ditangkap Polisi, Salah Satunya Residivis

Regional
Covid-19 di Sumut Melandai, Edy Rahmayadi Ingatkan soal Gelombang Ketiga

Covid-19 di Sumut Melandai, Edy Rahmayadi Ingatkan soal Gelombang Ketiga

Regional
Anggota DPR Minta Kebijakan Swab PCR Penumpang Pesawat Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Anggota DPR Minta Kebijakan Swab PCR Penumpang Pesawat Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Regional
Kebakaran Kecil Terjadi di Pos SPKT Polresta Pekanbaru

Kebakaran Kecil Terjadi di Pos SPKT Polresta Pekanbaru

Regional
[POPULER NUSANTARA] Foto Pegang KTP Berujung Diteror Pinjol | Kecelakaan Pesawat Smart Air di Bandara Ilaga

[POPULER NUSANTARA] Foto Pegang KTP Berujung Diteror Pinjol | Kecelakaan Pesawat Smart Air di Bandara Ilaga

Regional
Bocah 11 Tahun Diperkosa Tetangganya, Korban Yatim Piatu, Pelaku Kabur Bawa 3 Anaknya

Bocah 11 Tahun Diperkosa Tetangganya, Korban Yatim Piatu, Pelaku Kabur Bawa 3 Anaknya

Regional
Seorang Polisi di Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sesama Anggota Polri

Seorang Polisi di Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sesama Anggota Polri

Regional
Modal Celana Loreng, Pria Ini Nekat Mengaku Anggota Kopassus dan Bawa Kabur 3 Motor

Modal Celana Loreng, Pria Ini Nekat Mengaku Anggota Kopassus dan Bawa Kabur 3 Motor

Regional
Musim Penghujan Telah Tiba, Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Siaga Bencana

Musim Penghujan Telah Tiba, Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Siaga Bencana

Regional
Tebar Ancaman, Penagih Pinjol Digaji Rp 4,2 Juta Sebulan, Dapat Bonus jika Capai Target

Tebar Ancaman, Penagih Pinjol Digaji Rp 4,2 Juta Sebulan, Dapat Bonus jika Capai Target

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.