Jual Beli Surat PCR Palsu Terbongkar, Petugas Awalnya Temukan Kejanggalan di Bagian Stempel

Kompas.com - 26/07/2021, 15:31 WIB
jumpa pers kasus PCR palsu KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDjumpa pers kasus PCR palsu

KOMPAS.com - Tiga orang ditangkap polisi dalam kasus jual beli surat PCR palsu di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Praktik jual beli ini terbongkar usai petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok menemukan kejanggalan dalam dokumen kesehatan yang dibawa pelaku.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah AKP I Putu Agus Indra Permana menjelaskan, petugas berinisial D mengetahui bahwa surat itu tak menggunakan stempel basah, melainkan hasil pemindaian.

Surat keterangan palsu tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) itu dibawa oleh ARO.

Baca juga: Polisi Bongkar Penjualan Surat Keterangan PCR Palsu, 3 Orang Ditangkap

"Awal mulanya petugas KKP memeriksa dokumen ARO, dan menemukan kejanggalan dalam surat tersebut saat validasi tidak menggunakan stempel basah," ujar Indra, Senin (26/7/2021).

Surat tersebut mencatut salah satu rumah sakit di Mataram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Surat PCR-nya ini mengatasnamakan salah satu instansi rumah sakit di Mataram," ucapnya dalam jumpa pers.

Tiga orang ditangkap

Berdasar temuan itu, polisi melakukan pengembangan.

Kemudian, tim Reskrim Polres Lombok Tengah menangkap tiga orang berinisial MF, PE, dan ARO.

MF berperan sebagai pembuat surat keterangan PCR palsu. Sedangkan, PE bertugas menjadi penghubung. Adapun ARO adalah pengguna jasa surat PCR palsu.

Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Soal Baliho Puan Maharani Dicoreti Open BO, Ini Dugaan Anggota DPRD Fraksi PDI-P

 

Surat PCR palsu dibanderol Rp 500 ribu

MF membuat surat itu di rumahnya di Batu Layar, Lombok Barat.

Indra menerangkan, berdasar pengakuan MF, surat PCR palsu sudah dijual kepada empat orang lainnya.

Setiap surat PCR palsu itu dibanderol dengan harga Rp 500.000.

Baca juga: Nekat Gelar Hajatan Saat PPKM, Anggota DPRD Diperiksa Polisi

Sebagai penghubung, PE mendapat Rp 400.000. MF yang menjadi pembuat memperoleh Rp 100.000.

Atas perbuatannya, tersangka ARO dan PE sebagai pengguna dan penyalur dijerat Pasal 263 Ayat 2 Sub Pasal 263 Ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Baca juga: Pura-pura Jadi Polisi, Komplotan Ini Ternyata Incar Motor Korban, 2 Pelaku Ditangkap, 4 Buron

Sementara MF selaku pembuat disangkakan Pasal 263 Ayat 1 sub Pasal 263 Ayat 1 KUHP.
Polisi kini masih memburu seorang pelaku lain yang berperan sebagai penghubung.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid | Editor: Dheri Agriesta)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Dubes Jepang, Khofifah Beri 'Karpet Merah' bagi Investor di Jatim

Terima Dubes Jepang, Khofifah Beri "Karpet Merah" bagi Investor di Jatim

Regional
Cerita Warga Perumahan Pekanbaru, 3 Tahun Menderita akibat Banjir, 'Jangankan Ada Bantuan, Ditengok Saja Enggak...'

Cerita Warga Perumahan Pekanbaru, 3 Tahun Menderita akibat Banjir, "Jangankan Ada Bantuan, Ditengok Saja Enggak..."

Regional
Petugas Damkar Lamongan Evakuasi 2 Ekor Ular King Kobra dari Lahan di Samping Rumah Warga

Petugas Damkar Lamongan Evakuasi 2 Ekor Ular King Kobra dari Lahan di Samping Rumah Warga

Regional
Vario Terjun ke Empang Ikan Bandeng, Pasangan Muda Mudi Tewas di TKP

Vario Terjun ke Empang Ikan Bandeng, Pasangan Muda Mudi Tewas di TKP

Regional
Polisi Tunggu Hasil Otopsi Mahasiswa UNS Solo yang Tewas Saat Diklatsar Menwa

Polisi Tunggu Hasil Otopsi Mahasiswa UNS Solo yang Tewas Saat Diklatsar Menwa

Regional
Bripka IS, Polisi Perampok Mobil Mahasiswa, Dipecat Tidak Hormat

Bripka IS, Polisi Perampok Mobil Mahasiswa, Dipecat Tidak Hormat

Regional
Malu Hamil di Luar Nikah, Sepasang Kekasih Aborsi Bayinya dan Buang Jasadnya di Depan Masjid

Malu Hamil di Luar Nikah, Sepasang Kekasih Aborsi Bayinya dan Buang Jasadnya di Depan Masjid

Regional
Pura-pura Tawarkan Pekerjaan, Pria di Sleman Cabuli ABG Sesama Jenis

Pura-pura Tawarkan Pekerjaan, Pria di Sleman Cabuli ABG Sesama Jenis

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Ungkap Sulitnya Vaksinasi Warga di Pelosok Sumut

Gubernur Edy Rahmayadi Ungkap Sulitnya Vaksinasi Warga di Pelosok Sumut

Regional
Capaian Vaksin Lansia Kurang 1,5 Persen, Pemkab Magetan Kebut Vaksinasi 'Door to Door'

Capaian Vaksin Lansia Kurang 1,5 Persen, Pemkab Magetan Kebut Vaksinasi "Door to Door"

Regional
Pasien Covid-19 di Maluku Tersisa 20 Orang, Satgas Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes

Pasien Covid-19 di Maluku Tersisa 20 Orang, Satgas Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes

Regional
Tren Covid-19 di Jabar Turun, RSHS Relokasi Nakes dan Fasilitas Jadi Non-Covid

Tren Covid-19 di Jabar Turun, RSHS Relokasi Nakes dan Fasilitas Jadi Non-Covid

Regional
LRT yang Rusak akibat Tabrakan di Cibubur Segera Diperbaiki di Madiun

LRT yang Rusak akibat Tabrakan di Cibubur Segera Diperbaiki di Madiun

Regional
Kapolsek Kutalimbaru, Kanit Reskrim, dan Penyidik Dicopot Terkait Pemerkosaan Istri Tahanan

Kapolsek Kutalimbaru, Kanit Reskrim, dan Penyidik Dicopot Terkait Pemerkosaan Istri Tahanan

Regional
Lelang Jabatan 15 Kepala Dinas Pemkab Jember, 3 Formasi Dibatalkan

Lelang Jabatan 15 Kepala Dinas Pemkab Jember, 3 Formasi Dibatalkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.