Kompas.com - 21/07/2021, 21:18 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

KUPANG, KOMPAS.com - Penyidik Satuan Reskrim Polres Malaka, Nusa Tenggara Timur menangkap HN, karena mencabuli siswi SD berinisial B (11).

Kakek berusia 65 tahun itu, ditangkap di kediamannya di Dusun Suai B, Desa Suai, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.

"Kita sudah tangkap pelaku dan ditahan di Mapolres Malaka," ungkap Kasat Reskrim Polres Malaka Iptu Jamari, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (21/7/2021) malam.

Baca juga: Kisah Pilu Isnandar, Terpaksa Jual Rumah untuk Makan, 3 Tahun Tak Bisa Kerja karena Sakit

Dicabuli sejak usia 9 tahun

Jamari menyebut, korban dicabuli sang kakek sejak tahun 2019 lalu, atau saat korban masih berusia sembilan tahun.

Menurut Jamari, kejadian itu terungkap setelah korban tak tahan dan melapor kepada keluarganya pada 13 Juli 2021 lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jamari menuturkan, kejadian pencabulan itu terungkap, berawal ketika korban belajar di kamar rumah pelaku.

"Jadi kedua orangtua korban ini menitip korban untuk tinggal dan belajar di rumah pelaku," ungkap Jamari.

Saat itu, pelaku menunggu korban belajar hingga larut malam.

Baca juga: Polemik Sekda Mendadak Diganti, Begini Penjelasan Pemprov Maluku

 

Karena mengantuk, korban akhirnya tertidur. Saat sedang tidur pulas, pelaku lalu membuka pakaian korban dan menyetubuhinya.

Usai mencabuli korban, pelaku mengancam korban dengan menggunakan sebilah pisau.

"Korban ancam akan bunuh pelaku, jika memberitahukan kejadian itu kepada orang lain," ungkap Jamari.

Akhirnya, korban menceritakan kejadian itu kepada keluarga dan tetangga yang lain.

Lapor polisi

Tak terima, keluarga kemudian melapor ke polisi.

"Pelaku sudah kami tahan dan tetapkan sebagai tersangka," kata Jamari.

Pelaku pun dijerat Pasal 81 Ayat (1) dan Pasal 82 Ayat (1) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang perlindungan anak.

"Pelaku terancam pidana penjara paling paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.