Stok Vaksin di Sumut Minim, dari Target Vaksinasi 11 Juta Warga, Realisasi Baru 16 Persen

Kompas.com - 21/07/2021, 13:53 WIB
Ilustrasi pemberian vaksin Covid-19. SHUTTERSTOCKIlustrasi pemberian vaksin Covid-19.

MEDAN. KOMPAS.com - Stok vaksin di Sumatera Utara (Sumut) minim.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Sumut Aris Yudhariansyah mengatakan, hal itu terjadi karena sedikitnya distribusi vaksin dari Jakarta.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi: Kita Taati, Khususnya Medan

"Distribusi vaksin dari Jakarta ke Sumut memang sangat minim,” kata Aris di rumah dinas Gubernur Sumut di Medan, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Ada Penambahan Lokasi Penyekatan di Kota Medan

Dengan kondisi demikian, Aris mengakui progres vaksinasi di Sumut masih sangat rendah.

Dari target 11 juta rakyat Sumut yang divaksin, baru 16 persen yang mendapat suntikan dosis pertama. Sementara realisasi suntikan dosis kedua baru sekitar empat sampai lima persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Makanya, vaksin yang ada kita prioritaskan untuk dosis kedua,” ungkapnya.

Selain prioritas dosis kedua, Dinas Kesehatan Sumut juga berpikir keras untuk membagi distribusi vaksin yang ada.

Mereka harus memilah daerah mana yang menjadi prioritas untuk pelaksanaan vaksin.

"Terutama daerah misalnya Medan, karena PPKM Darurat. Kemudian (daerah) level tiga (asesmen penyebaran Covid-19),” ujar Aris.


Aris menjelaskan, saat ini stok vaksin di gudang farmasi Dinkes Sumut masih ada. Namun, jumlahnya tak seperti yang diharapkan.

Beberapa hari lalu, Pemprov Sumut baru saja menerima pasokan 12.000 vial vaksin Sinovac, yang diperuntukkan TNI, Polri, dan dinas kesehatan.

Tiga institusi itu sampai saat ini masih menjadi garda terdepan percepatan pelaksanaan vaksinasi.

Adapun kebutunan vaksin di Sumut dalam kondisi normal bisa mencapai 120.000 dosis per hari. Itu target yang telah ditetapkan jauh hari sebelumnya.

Namun, kondisi saat ini jauh berbeda sehingga realisasi vaksinasi di Sumut masih rendah.

Gunernur Sumut Edy Rahmayadi disebut Aris sudah menyurati Menteri Kesehatan untuk meminta tambahan pasokan vaksin.

“Kita minta 2 juta vaksin. Sekarang lagi proses,” ucap Aris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Bocah SD di Surabaya Nyaris Diculik, Berhasil Kabur Saat Pelaku Lengah, Mulut Terluka karena Jatuh

Detik-detik Bocah SD di Surabaya Nyaris Diculik, Berhasil Kabur Saat Pelaku Lengah, Mulut Terluka karena Jatuh

Regional
Unik, Tentara Pink Squid Game Jaga Tes SKD Kemenkumham di Surabaya

Unik, Tentara Pink Squid Game Jaga Tes SKD Kemenkumham di Surabaya

Regional
Pemuda Mabuk Panjat Tower SUTET, Evakuasinya Berlangsung Menegangkan

Pemuda Mabuk Panjat Tower SUTET, Evakuasinya Berlangsung Menegangkan

Regional
Harapan Bupati Ibrahim Ali Usai Presiden Jokowi Tanam Mangrove di Tana Tidung

Harapan Bupati Ibrahim Ali Usai Presiden Jokowi Tanam Mangrove di Tana Tidung

Regional
Penjual 14 Kg Sisik Trenggiling Didenda Rp 100 Juta dan Terancam Penjara 5 Tahun

Penjual 14 Kg Sisik Trenggiling Didenda Rp 100 Juta dan Terancam Penjara 5 Tahun

Regional
Urus Sertifikat Tanah lewat Calo, 3 Warga Kampar Kena Tipu

Urus Sertifikat Tanah lewat Calo, 3 Warga Kampar Kena Tipu

Regional
Seorang Polisi di Lampung Terlibat Perampokan Mobil Mahasiswa, Kapolda: Pasti Saya Pecat!

Seorang Polisi di Lampung Terlibat Perampokan Mobil Mahasiswa, Kapolda: Pasti Saya Pecat!

Regional
Kapolsek Parigi Diduga Perkosa Anak Tersangka, Janji Sang Ayah Dibebaskan, Pelaku Dicopot dari Jabatannya

Kapolsek Parigi Diduga Perkosa Anak Tersangka, Janji Sang Ayah Dibebaskan, Pelaku Dicopot dari Jabatannya

Regional
Jembatan di Melawi Ambruk Diterjang Banjir Bandang, Akses Transportasi Putus

Jembatan di Melawi Ambruk Diterjang Banjir Bandang, Akses Transportasi Putus

Regional
Atlet Banyuwangi yang Berlaga di PON Papua Diguyur Bonus Rp 193 Juta

Atlet Banyuwangi yang Berlaga di PON Papua Diguyur Bonus Rp 193 Juta

Regional
Bocah SD di Surabaya Lolos dari Penculikan, Berhasil Kabur Saat Mobil Pelaku Berhenti di SPBU

Bocah SD di Surabaya Lolos dari Penculikan, Berhasil Kabur Saat Mobil Pelaku Berhenti di SPBU

Regional
Diduga Hina Rizieq Shihab dalam Video Viral, McDanny Dilaporkan ke Polrestabes Bandung

Diduga Hina Rizieq Shihab dalam Video Viral, McDanny Dilaporkan ke Polrestabes Bandung

Regional
Seorang Polisi dan ASN di Lampung Berkomplot Rampok Mobil Mahasiswa yang Sedang Nongkrong

Seorang Polisi dan ASN di Lampung Berkomplot Rampok Mobil Mahasiswa yang Sedang Nongkrong

Regional
Praktik Perguruan Tinggi Ilegal, 1 Ijazah Dibanderol Rp 7,5 Juta, Rektor Jadi Tersangka

Praktik Perguruan Tinggi Ilegal, 1 Ijazah Dibanderol Rp 7,5 Juta, Rektor Jadi Tersangka

Regional
2 Warga Ditangkap Bawa 14 Kilogram Sisik Trenggiling, KLHK: Itu untuk Pasar Luar Negeri

2 Warga Ditangkap Bawa 14 Kilogram Sisik Trenggiling, KLHK: Itu untuk Pasar Luar Negeri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.